Masih ingat pendaki berkostum unik beberapa waktu lalu yang ramai sekali dibicarakan di media massa? Pendaki berpakaian serba pink dengan ikon Hello Kitty, hadir di kalangan para pendaki bukan sekadar untuk gaya-gayaan. Ada makna dan pesan yang sebenarnya ingin mereka sampaikan kepada kita semua. Dari hasil wawancara Hipwee Travel dengan dedengkot Trenggalek Pink Adventure, Cak Prut, inilah tips pendakian yang aman dan nyaman ala pendaki unyu untuk kamu semua. Yuk, disimak!

Yang utama adalah niat yang kuat diiringi doa dan restu dari orangtua. Sebelum berangkat, upayakan kamu mendapatkan bekal ini dari mereka, ya!

Cheers! via www.instagram.com

Salah satu faktor penentu, sebelum kamu berangkat mendaki adalah niat yang kuat. Ketika kamu ragu untuk mendaki, segera mungkin batalkan keinginanmu itu. Sebab keraguan hanya akan mempersulit langkah kakimu. Seperti yang dituturkan Cak Prut, mendaki itu perlu niat yang kuat dan doa restu dari orangtua. Ini bekal utama yang harus kamu punya, ya, Gaes!

Setelah mengantongi izin, lakukanlah persiapan yang meliputi mental dan kesehatan. Kalau merasa nggak enak badan, nggak usah jalan!

Setelah izin dalam doa dan restu kamu kantongi, kini saatnya kamu melakukan persiapan dirimu sendiri. Persiapan ini, menurut Cak Prut, meliputi mental dan kesehatan. Kalau kamu pengin mendaki, tapi kamu merasa badanmu sedikit kurang sehat, ada baiknya untuk menunda atau bahkan membatalkan keberangkatanmu itu. Jangan pernah membuat risiko dengan gunung. Toh, lagipula gunung nggak akan lari ke mana-mana kok. Mereka senantiasa menunggu kita ‘menjenguknya’.

Peralatan yang lengkap, mencakup peralatan pribadi maupun kelompok. Ingat, harus repacking juga, ya!

Advertisement

Istirahat juga perlu. via www.instagram.com

Setelah restu dan persiapan fisik matang, saatnya kamu melakukan persiapan barang atau peralatan yang lengkap. Dalam artian, hanya barang yang penting dan sekiranya berguna saja yang perlu kamu bawa. Nggak perlu bawa kulkas di atas gunung, Gaes! Jangan pula kamu terlalu sibuk mengurus barang kelompok, sementara barang pribadi kamu lupa. Kalau semua peralatan dan barang bawaan sudah siap, cobalah untuk repacking bersama partner pendakianmu. Siapa tahu kamu lupa bawa P3K dan jas ujan? Repacking, biar lebih matang persiapanmu.

Pembagian barang bawaan sebisa mungkin dibagi rata atau disesuaikan dengan kemampuan/kekuatan partner mendaki

Berbagi beban, yaa~ via www.instagram.com

Kami sangat memperhatikan kenyamanan dalam melakukan pendakian.
– Cak Prut, founder TPA

Kalau kamu mendaki dengan beregu atau berkelompok, upayakanlah untuk membagi rata setiap barang bawaan yang kemungkinan akan kamu pakai bersama dengan anggota kelompokmu. Jangan sampai kamu menaruh semua logistik atau tenda di satu keril saja. Karena, kalau sampai kamu terpisah dari rombongan, setidaknya masih ada persediaan logistik dan tenda/sleeping bag dalam kerilmu. Kalau para pendaki pink menyiasatinya seperti berikut:

“Jadi biasanya kami selalu melakukan packing ulang. Membagi barang-barang sesuai dengan kekuatan/kemampuan tertinggi dari setiap anggota. Tinggi badan, berat badan, diameter tas, kondisi fisik sangat kami pertimbangkan dalam membawa alat maupun logistik. Selain itu kami juga selalu membawa timbangan digital untuk mengukur berat/beban disetiap anggota. Dari sini kami sangat memperhatikan kenyamanan dalam melakukan pendakian,” jelas Cak Prut di sela-sela kesibukannya.

Ketika hendak jalan, gunakanlah jasa porter atau teman yang sudah mengerti situasi dan kondisi gunung yang akan kamu daki

Foto bareng pendaki lain~ via www.instagram.com

Misal kalau kamu belum pernah ke Gunung Rinjani, tapi pada kesempatan kali ini kamu akan mendaki ke gunung setinggi 3.726 mdpl itu, upayakanlah untuk menggunakan jasa porter. Kalau biaya untuk menyewa jasa porter terlalu mahal, cobalah untuk mengajak temanmu yang sudah hafal medan pendakian.

Nah, itulah beberapa tips mendasar ala Cak Prut Trenggalek Pink Adventure yang perlu kamu terapkan agar pendakianmu aman dan nyaman. Semoga pendakianmu aman dan nyaman ya, Gaes!