Kamu Jomblo?

Ehm, gimana ya. Enggak kok. Aku kan single.

Perkara perjombloan memang sungguh membuat warga dunia gundah gulana. Betapa tidak, di usia yang sudah beranjak dewasa, jiwa yang sekian lama mengembara ini dirasa perlu untuk melabuhkan dirinya. Sudah waktunya, kata orang-orang. Sudah butuh sandaran, kata diri sendiri. Pergulatan hati macam ini selalu mewarnai kehidupan manusia sejak Adam diciptakan hingga saat ini. Jadi nggak aneh kok, jomblo itu.

Nah, kenapa sekarang istilah jomblo justru makin sering dikonotasikan negatif ya? Tak jarang, bully-an dan hinaan tertuju pada kaum ini. Padahal, apa salah kami, eh mereka, Kak? Jomblo tidak salah apa-apa kok. Belum punya pasangan nggak dosa kok. Malah yang pacaran aneh-aneh malah bisa kea rah negative, kan ya? So, please jangan diskriminatif sama jomblo ya.

Menjadi seorang jomblo, pertanda waktu me time kamu juga bakal berlimpah. Nah, ini nih kelebihan jomblo. Kamu bisa atur waktu kamu dan kegiatan kamu sesuka hati. Tapi Hipwee mau kasih saran buat rakyat Jomblo se Indonesia kalau ada aktivitas seru yang cocok untuk kalian lakukan selagi jomblo. Naik gunung. Ada beberapa hal positif yang bakal kamu dapatkan ketika kamu ndaki gunung, Mblo! Ini dia ulasannya.

Daripada aktivitasmu justru ke arah negatif, akan lebih baik jika diarahkan ke hal yang positif. Salah satunya ndaki gunung kan?

mendaki gunung sambil mengajar anak-anak ala komunitas book for mountain via www.facebook.com

Advertisement

Anak muda yang berprestasi tentu banyak aktivitasnya. Nah, kamu juga harus gitu gaes. Jomblo harus tetap banyak aktivitas biar nggak terjerumus ke ajaran-ajaran lucu macam Gafatar dkk. Mendaki gunung adalah aktivitas positif kok. Kamu bisa bersosialisasi secara sehat dengan dunia luar. Nggak melulu di kamar mulu sambil main gadget. Hayo ngapain kalau di kamar terus?

Jika kenyataannya kamu sendiri, di gunung kamu akan merasakan bahwa punya sahabat itu jauh lebih penting

enak sama teman-teman bersenandung bersama via www.journalkinchan.com

Kadang, kamu merasa sendirian dengan status jomblo yang senantiasa melekat. Padahal kan, biasa aja. Kamu masih punya teman, rekan kerja, geng kuliah, orang tua, maupun saudara. Trus bedanya apa? Cuma ada yang ngingetin makan aja? Yaelah, nggak diingetin makan nggak bakal mati kelaparan kan? Nggak ada yang ngingetin sholat trus nggak jadi lupa sholat kan?

Gaes, masa muda itu seru kalau dihabiskan bersama sahabat-sahabat terdekat. Bersama mereka, janjianlah buat ndaki gunung bersama. Kaya Fedi Nuril dan Raline Shah tuh janjian ndaki Mahameru ala 5cm. Dijamin seru deh. Gimana dengan kamu?

Perjuangan ke puncak gunung itu sama sulitnya untuk mendaki pelaminan. Seringnya kamu ndaki gunung akan lebih membuatmu struggle mendapatkan jodoh terbaik

jomblo di puncak tertinggi via www.facebook.com

Mana lagi gunung yang kamu daki, Mblo?

Ke Rinjani dong, Bro!

Mendaki pelaminan kapan, Brooo??? Hahaha

Yah, kadang kita sering banget ya dapet bully-an macam gitu. Tapi nggak apa-apa. Mendapatkan jodoh terbaik memang bukanlah hal yang sederhana. Butuh perjuangan dan persiapan panjang untuk menjemputnya. Bukan sekedar trial dan error aja. Coba ini coba itu. Manajemen pernikahan itu sama sulitnya dengan manajemen pendakian ke gunung. Butuh rentetan persiapan, detail perencanaan, dan pertimbangan banyak hal yang bakal menguras fisik dan pikiran.

Nah, pengalamanmu mendaki akan mengajarimu cara struggle dalam persiapan pernikahan. Semakin sering kamu mendaki, fisik dan mentalmu kian terlatih untuk menghadapi pressure dalam persiapan pernikahan kelak.

So, mari mendaki pelaminan sama Abang. Eh.

Buat jomblo, bertemu kawan-kawan senasib sepenanggungan adalah anugrah tak terkira. Mendakilah dan bersenandung bersama

Jomblo Mendaki Rinjani

Kamu jomblo? Yaelah, tenang aja. Sobat-sobat kamu banyak kok yang jomblo. Bahkan mungkin lebih banyak daripada yang sudah punya pasangan. Tuh, ajakin temen-temenmu yang jomblo mendaki bersama. Naik gunung dan bersenandung bersama tentang kejombloan masing-masing itu epic banget. Tapi mending bicarain masa depan aja sih ya daripada merutuki kejombloan.

Untuk saat ini, ada banyak komunitas atau travel yang mengadakan tema-tema jomblo dalam pendakian gunung. Ikutlah sesekali bersama rombongan para jomblo. Kan malah tau tuh siapa aja yang jomblo kan? Malah lebih enak nyari jodohnya bisa sekalian. Hahaha.

Kadang, jomblo nggak terlalu peduli sama kesehatan fisiknya. Naik gunung bakal bikin kamu selalu berolahraga

olahraga terusss via www.sociotraveler.com

Salah satu persoalan jomblo adalah dia nggak punya rutinitas fisik yang bagus. Emang sih nggak semua. Tapi banyak orang yang nggak jomblo sering olahraga bareng pasangannya. Entah itu jogging, badminton atau sekedar bersepeda. Okelah, kamu jomblo, bukan berarti nggak berolahraga loh ya. Makanya seringlah naik gunung, Mblo. Biar fisik dan hatinya kuat menjomblo, haha.

Jodoh bisa terselip di antara pendaki lain. Kan lebih syahdu jika kamu bertemu belahan jiwamu ketika sedang melakukan pendakian untuk puncak yang sama

modusss mode on via www.sociotraveler.com

Dek, kusunting kamu di Puncak Rinjani

Lucu kan kalau kamu lagi ndaki gunung eh malah ketemu si masa depan. Tak disangka tak diduga cinta bersemi di puncak-puncak tertinggi. Kan asyik tuh kalau dapat jodoh yang sama hobinya. Seru banget dong nanti ndaki gunung setelah ndaki pelaminan? Banyak banget kok contohnya. Jatuh cinta sesama pendaki nggak salah, kok.

Nah itu beberapa alasan yang menunjukkan bahwa kamu, kamu, kamu, para jomblo harus sering-sering mendaki gunung. Manfaatnya banyak banget, kok. Semoga juga status jomblo kamu terbang bersama angin gunung, ya.

Selamat mendaki, Mblo!