Di Instagram, salah satu yang lagi nge-hits adalah foto pemandangan batas antara air dan permukaannya yang mempesona. Kalau bahasa kekiniannya sih namanya ‘split underwater’ atau ‘half under water’. Dengan teknik ini kamu bisa memadukan dua dunia dalam satu frame yang indah! Coba cek explore instagrammu kalau nggak percaya. Kamu pasti menemukan banyak foto split underwater yang indah di sana.

Nah, kali ini Hipwee Travel akan mengajakmu sedikit belajar tentang cara awal teknik split underwater ini. Tapi sebelumnya, kamu wajib punya alat-alat ini dulu, ya:

1. ActionCam ( Harganya berkisar antara Rp 400 ribu – Rp 5 jutaan)
2. Housing untuk ActionCam ( Harganya berkisar antara Rp 80 ribu – Rp 200 ribu)
3. Camera Dome for ActionCam (Harganya berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 1,2 juta)
4. Camera handle ( Harganya berkisar antara Rp 300 ribu – Rp 400 ribu)
5. Anti fog ( Harganya berkisar antara Rp 14 ribu – Rp 20 ribu)

PS : Kamu bisa juga cari harga yang murah kok. Salah satu caranya beli online aja.

Yah, memang agak modal dikit sih biar bisa mendapatkan gambar split underwater yang apik. Tapi dengan modal tersebut, dijamin hasil jepretanmu pasti akan memuaskan! Nah, setelah kamu punya alat yang dibutuhkan, coba deh trik berikut biar jepretanmu semakin maksimal!

Pastikan housing dan dome kameramu sudah kedap air. Caranya, bisa dengan memasukkan tissue ke dalamnya kok

Bersihkan sebelum pemakaian via PusatTekno.com

Advertisement

Kamu harus memastikan dulu housing dan dome kameramu sudah kedap air sebelum memasukkan action cam-mu ke dalam air. Tujuannya jelas untuk menjaga keselamatan kamera. Rembesan air yang masuk dalam housing atau dome bisa merugikanmu. Mulai dari mengganggu hasil jepretan sampai merusak kamera.

Untuk itu sebelum memasukkan kamera ke dalam air, kamu wajib memberi anti fog guna mengurangi uapan air dalam housing dan dome. Serta memasukkan tissue agar menyerap rembesan air yang masuk dalam housing dan dome kameramu.

Pastikan dome kameramu bebas dari bekas bintik air. Bersihkan dulu sebelum penggunaan, ya…

Biar nggak ada bintik airnya kayak ini… @fajri_harahap via www.instagram.com

Ini juga salah satu hal penting yang harus kamu perhatikan. Memang agak sulit membebaskan dome dari bintik air. Namun kamu tetap harus meminimalisirnya dengan cara membersikan dome secara rutin. Salah satu cara paling umum sih dengan menggunakan sabun bayi. Selain membersihkan bekas bintik air, menggunakan sabun bayi juga akan melindungi dome dari kemungkinan bintik air selama kamu menggunakan kameramu di dalam air.

Diamkan sebentar saat action camera-mu baru masuk ke air. Tujuannya biar mengurangi fog yang mungkin terbentuk

Diemin sebentar~ via www.thewanderinglens.com

Kadang kita tak sabar dan langsung asal jepret saja begitu kamera dimasukkan ke dalam air. Namanya juga punya mainan baru, ya. Tapi sebenarnya langsung menggunakan kamera sesaat setelah dimasukkan ke dalam air akan mengurangi hasil jepretanmu. Cobalah untuk bersabar dulu. Diamkan beberapa saat dulu setelah kameramu berada dalam air. Yah, kira-kira 2-4 menit lah sebelum digunakan.

Tujuannya agar mengurangi fog yang mungkin terbentuk. Jika kamera langsung digunakan sesaat setelah berada dalam air, temperaturnya akan meningkat dengan cepat. Hasilnya fog akan terbentuk dan mengurangi kualitas gambar~

Saat mulai pengambilan gambar, fokuskan pada objek yang berada di bawah air. Panorama atas bisa menyesuaikan~

Fokusin pada objek yang di bawah air~ via theunderwaterarchiver.tumblr.com

Karena objekmu berada di dalam air, maka wajib hukumnya bagimu untuk memfokuskan pada gambar yang berada di bawah air. Atur kameramu sehingga fokusnya terletak pada objek yang berada di bawah kamera. Mulai dari ISO hingga shutter speed, patokanmu adalah objek yang berada di bawah air. Untuk panorama di atas permukaan air, bisa lah menyesuaikan. Tapi kamu harus fokus gambar di bawah air.

Perhatikan timing saat kamu mengambil gambar. Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu butuh kesabaran!

Butuh kesabaran biar bisa gini! via pinterest.com

Butuh kesabaran ekstra untuk mendapatkan hasil gambar yang sempurna. Berbeda dengan memotret di darat, split underwater punya tantangan tersendiri. Kamu harus bersabar menghadapi ombak yang datang menerjang. Menyesuaikan timing yang pas antara ombak, objek fotomu dan kamera butuh kesabaran yang ekstra. Belum lagi jika diganggu oleh ikan-ikan atau buih dari ombak. Kamu wajib bersabar menunggu gangguan tersebut hilang dulu. Kasarannya, akan cuma ada satu atau dua foto split underwater yang sempurna dari sepuluh kali percobaanmu. Sabar ya…

Untuk mendapat pencahayaan yang maksimal, mengambil foto di siang hari sangat disarankan, loh

Liat langitnya~ via boredpanda.com

Pencahayaan yang bagus akan membuat fotomu terlihat semakin sempurna. Untuk itu sangat disarankan untuk mengambil gambar di siang hari, saat matahari tengah bersinar cerah. Cahayanya bisa menembus sempurna ke dalam air. Sehingga gambarmu pun semakin terlihat mempesona. Selain itu, siang hari dengan matahari yang bersinar cerah juga berarti langit yang biru sempurna. Hasil jepretanmu jelas akan makin cantik karenanya.

Yang terakhir, jangan malu untuk latihan di kolam air yang berair tenang. Biar kamu terbiasa dengan teknik baru ini dulu~

Coba dulu di kolam yang airnya tenang via yukitakepo.blogspot.co.id

Seperti kata pepatah, “practice makes perfecet”. Kamu tak boleh malas latihan. Untuk membiasakan dirimu dengan teknik fotografi split underwater, kamu nggak usah malu untuk latihan di kolam dulu. Kolam renang memiliki air yang relatif tenang dan tak begitu berombak. Kamu bisa membiasakan diri dulu di sana sebelum menerapkannya pada air di danau atau di laut terbuka.
Gimana, Guys? Tertarik untuk mencoba teknik fotografi yang sedang ngetren ini? Selamat mencoba dan semoga hasilnya memuaskan, ya. Kalau berhasil kasih tau Hipwee Travel!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!