Setiap kali keluar dari Jakarta menuju ke daerah Jawa Tengah, mungkin kalian nggak asing dengan kota bernama Cirebon. Ketika kamu naik kereta dari Jakarta ke arah Semarang, Jogja, Surabaya atau mana pun, tentu keretamu akan berhenti cukup lama di Stasiun Cirebon. Nah, apa yang kamu tahu soal Kota Berintan ini?

Kali ini Hipwee akan ulas kuliner di Kota Cirebon, supaya kalau kamu mampir ke kota ini nggak kebingungan mau milih makanan dan jajanan apa. Hmm. Yummy!

Kali pertama menjejakkan kaki di Cirebon, cobalah untuk menyantap Nasi Jamblang. Inilah ‘Nasi Kucing’-nya orang Cirebon yang sudah tersohor.

Nasi Jamblang ini selalu ramai pengunjung. via uchukfull.com

Kalau orang Jogja dan Solo punya angkringan dengan nasi kucingnya, maka Cirebon nggak mau kalah. Nasi Jamblang menjadi ujung tombak perkulineran di Kota Berintan ini. Bukan dijajakan dengan gerobak, Nasi Jamblang ini hanya memiliki kesamaan pada porsi nasi yang didagangkan.

Menurut runtut sejarahnya, Nasi Jamblang ini merupakan nasi yang dijual pada zaman kolonial Belanda. Tepatnya ketika pembangunan jalan raya dari Anyer ke Panarukan oleh Daendels. Para pekerja hanya bisa makan nasi berbungkus daun jati ini, karena memiliki daya simpan yang cukup lama. Nah, baru ketika sudah dingin, para pekerja mulai menyantapnya. Maka itulah, nasi ini jarang dijual ketika masih panas atau hangat.

Advertisement

Nasi khas Kota Udang ini sebenarnya hanya secentong nasi dengan lauk yang bervariatif, mulai dari telur dadar, telur bulat pedas, tempe dan tahu bacem, daging sapi, ayam, udang goreng, perkedel, rendang, dan masih banyak lagi. Cobalah santap ketika sudah dingin, karena aroma dan nuansa nasi berbungkus daun jati adalah ciri khas yang nggak dipunya nasi manapun!

Nasi Lengko, kuliner khas Cirebon yang sarat akan protein nabati. Sekali coba pasti kamu langsung jatuh hati!

Sambalnya itu loh! via ranselkecil.com

Wisata kuliner Nasi Lengko yang dijajakan di Cirebon ini hampir sama dengan nasi pecel yang bisa kamu temui di Madiun. Sama-sama makanan yang sarat akan protein. Cuma beda pada sensasi sambalnya.

Berbeda juga dengan Nasi Jamblang, Nasi Lengko ini lebih maknyus kalau kamu santap selagi hangat. Nasi putih yang masih hangat bertabur tempe dan tahu goreng yang sudah dipotong-potong, mentimun, tauge, kucai, dan bawang goreng akan membawamu pada tingkat protein nabati yang sempurna, ditambah dengan sambal kacang. Uh! Ntap deh!

Jangan sampai terkecoh dengan namanya. Sate Kalong dari Cirebon ini bukan berbahan dasar kelelawar, kok!

Ini bukan kelelawar lho! via cirebonsedap.blogspot.com

Sama halnya dengan sate yang beredar di nusantara, Sate Kalong ini juga berbahan dasar daging. Eits, tenang. Sate ini bukan terbuat dari daging kelelawar kok. Sate Kalong ini berasal dari daging kerbau dengan kontur yang lembut. Jadi, kamu nggak perlu takut mengunyahnya dengan susah payah. O, iya. Bahkan sekarang nggak jarang loh, daging kerbau telah tereduksi dengan daging sapi. Mengingat harga kiloan daging kerbau kini melonjak tinggi. 🙁

Ada yang unik dari cara pedagang Sate Kalong ini berjualan. Selayaknya kerbau, mereka berkeliling membawa gerobaknya dengan diiringi suara genta yang ‘berkeloneng’, dan menjajakan dagangannya mulai dari sore hingga tengah malam! Ya, persiapan buat begadang juga bisa sih ini. Hehe.

Makanan dengan nama unik ini adalah Docang. Meski nggak terlalu tenar, makanan ini pernah menjadi santapan favorit para Wali loh.

Mirip lontong sayur. via susantoharyadi.blog.com

Secara historis, makanan ini memang pernah menjadi santapan favorit para Wali ketika menyebarkan agama di wilayah Cirebon. Berawal dari Pangeran Rengganis yang berniat meracuni para Wali dengan mencampur makanan-makanan para Sultan, dan menyuguhkannya pada para Wali di Masjid Sang Cipta Rasa, Keraton Kasepuhan Cirebon. Nah, justru malah para Wali itu suka dan minta nambah. Sejak saat itulah, setiap perayaan Maulid Nabi, Docang ini menjadi makanan tradisi yang ada di masyarakat Cirebon.

Makanan yang berbahan lontong dengan campuran daun singkong, tauge, tempe gembus (dage) yang dihancurkan, dan parutan kelapa muda ini cocok disantap kala pagi. Karena kandungan protein, lemak, dan karbohidrat yang proporsional untuk sarapan, akan membuat pagimu di Cirebon lebih menyehatkan. Makan ditemani kerupuk juga enak loh!

Tahu Gejrot yang mulai diakuisisi oleh kota manapun, sebetulnya jajanan khas Kota Berintan loh. Cobalah tahu gejrot yang berasal dari tanah kelahirannya!

Ini khas Cirebon loh! via resepmembuat.com

Memang, dewasa ini tahu gejrot sudah banyak beredar di kota-kota tempatmu tinggal. Apalagi di Jakarta dan Bandung. Jajanan ini bisa kamu temui di taman-taman kota, pasar, bahkan di kantin kampus. Tahu nggak sih, Tahu Gejrot ini sebenarnya berasal dari Cirebon loh. Mungkin saja masyarakat Cirebon yang membawa Tahu Gejrot ini keluar ‘rumah’. 🙁

Tahu Gejrot ini hanyalah tahu dengan rasa tawar yang diguyuri dengan air yang sudah diolah sebelumnya. Air itu terbuat dari sedikit kecap dengan gula aren yang sudah direbus dan dicampur dengan ulekan bawang putih, bawang merah, dan cabai. Kenapa namanya ‘gejrot’? Karena setiap gigit tahu yang masuk dalam mulutmu akan memberikan sensasi seribu rasa yang unik. Cobalah Tahu Gejrot yang asli dari Cirebon!

Makanan wajib di Cirebon yang perlu kamu coba. Empal Gentong, ‘gulai’ khas Cirebon yang nggak bakal bikin kamu lupa rasanya.

Kuahnya mirip gulai. :3 via belumtau.com

Mungkin Empal Gentong ini sekilas mirip soto, tapi kamu perlu datang langsung ke Cirebon untuk memastikannya. Justru, makanan ini lebih mirip dengan gulai. Berisikan empal yang terdiri dari potongan daging dan jeroan sapi, seperti usus, babat, paru, dan bahkan limpa, yang dihujani kuah kental dari santan kelapa.

Nah, cara masaknya ini yang unik. Sejalan dengan namanya, makanan ini dimasak dengan menggunakan gentong. Makanya, makanan ini disebut Empal Gentong. Sebenarnya bisa saja sih dimasak dengan panci biasa, tapi gentong itulah yang bikin masakan ini terasa unik dan layak buat kamu coba. Beda rasanya dengan gulai! Yakin deh.

Kalau Empal Gentong mirip Gulai, maka sepupunya yang satu ini mirip dengan Soto. Ya, cobalah Empal Asem, makanan yang mirip Gulai berkuah Soto ini.

Kuahnya lebih bening. via blogtotrip.wordpress.com

Mungkin orang-orang lebih familiar dengan makanan Empal Gentong di Cirebon. Tapi perlu kamu tahu, bukan hanya Empal Gentong yang mewarnai kuliner kota Cirebon. Ada juga Empal Asem yang nggak kalah nikmat buat kamu santap di kesempatanmu mengunjungi Kota Udang ini.

Secara isi, memang Empal Asem ini semarga dengan Empal Gentong. Cuma bedanya terletak pada kuah yang merendam potongan-potongan daging dan jeroan sapi yang empuk di dasar mangkuk. Kuah untuk Empal Asem ini diracik dari asamnya belimbing wuluh dan asam Jawa. Apalagi kalau kamu makan dengan sambal yang cukup hot. Wuiih! Kesegaran yang pasti nggak bisa kamu tolak!

Mi Koclok, sepiring mi dengan guyuran kuah bersantan asli Cirebon. Nggak kalah nikmat dengan Mi Kocok Bandung, kok.

Mi khas orang Cirebon. via susantoharyadi.blog.com

Mungkin Bandung boleh berbangga hati dengan Mi Kocoknya, Palembang dengan Mi Celor, atau Manado dengan Mi Cakalang. Nah, Cirebon juga nggak mau kalah kalau soal mi. Kota ini juga punya mi yang nggak kalah nikmat buat disantap! Apalagi dengan harga yang pas dengan kantong mahasiswa, nggak lebih dari Rp15.000 loh.

Mi Koclok ini punya ciri khas tersendiri, berbeda dengan mi lainnya. Mi yang sudah direbus, dicampur dengan irisan kol dan tauge, telur rebus yang terbelah dua, yang kemudian dihujani oleh kuah bersantan kental. Dan di atasnya ditaburi suwiran daging ayam, daun bawang, serta bawang goreng. Yummy! Apalagi kalau disantap selagi panas. Maknyus~

Pernah menyantap serabi dengan gorengan? Bingung, kan? Coba deh, serabi yang ada di Cirebon ini!

Bukan serabi biasa! via destrianyamalia.wordpress.com

Secara umum, Serabi/ Kue Surabi ini berbahan dasar sama dengan serabi yang ada di daerah lain di Indonesia. Dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan parutan kelapa. Yang membuat serabi Cirebon ini berbeda dengan yang lainnya adalah cara penyajiannya. Meski cara memasaknya sama dengan serabi lainnya, serabi yang satu ini disajikan dengan beberapa gorengan, biasanya tempe goreng, oreg tempe, dan bahkan oncom! Kebayang nggak tuh, makan serabi pakai gorengan? Coba!

Bagaimana, sudah kenyang belum dengan santapan tadi? Liburan ke Kota Cirebon nggak akan puas kalau kamu nggak berwisata kuliner, dari pagi hingga malam. Sekadar informasi, makanan dan jajanan di kota ini terbilang harganya cukup bersahabat buat mahasiswa atau anak kosan loh. Jadi, tunggu apa lagi?