Bagi pasangan yang baru menikah, kebutuhan tempat tinggal tentu menjadi prioritas utama. Memang, idealnya pasangan yang baru menikah atau berencana menikah, harus sudah punya rumah sendiri. Tapi karena beban finansial, impian untuk bisa tinggal di rumah sendiri setelah menikah pun belum bisa diwujudkan.

Yup, punya rumah itu nggak semudah membalikkan telapak tangan, mengingat harganya yang terus melambung tiap tahunnya. Sementara pendapatan juga masih pas-pasan. Inilah kendala utama bagi hampir semua pasangan yang baru menikah. Tapi, bukan berarti kamu dan pasangan nggak bisa mengusahakannya, dengan strategi yang tepat, impian untuk punya rumah pun bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Begini aturannya…

1. Mulailah menabung minimal 20% dari penghasilan setiap bulan. Agar lebih fokus, buka rekening tabungan khusus untuk cicilan rumah

menabung bersama via socialemontreal.com

Jika kamu belum punya simpanan uang, sebaiknya mulailah menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk kebutuhan cicilan rumah. Setidaknya, minimal kamu dan pasangan harus menabung sebesar 20% setiap bulannya dari total penghasilan kalian. Dengan catatan, kebutuhan penting lainnya sudah terpenuhi terlebih dulu. Misalnya, total gaji perbulan kalian adalah 4 juta rupiah. Setidaknya sisihkan sekitar 800 ribu perbulan untuk ditabung. Dalam setahun, tabungan yang terkumpul adalah sekitar 19 juta rupiah dan sudah bisa digunakan untuk membayar Down Payment (DP) kepemilikan rumah.

Buatlah rekening tabungan khusus yang hanya akan diisi oleh tabungan cicilan rumahmu. Pastikan kamu dan pasangan nggak menggunakan uang dari tabungan khusus ini untuk keperluan lain, ya!

2. Jika penghasilan kalian cukup besar, gunakan kelebihannya untuk investasi jangka panjang secara bersama

Advertisement

investasi via www.forexsheep.com

Jangan puas hanya dengan menabung, belum lagi jika tabunganmu terkena potongan biaya administrasinya tiap bulannya. Jika kalian punya penghasilan berjumlah cukup besar, cobalah menginvestasikan beberapa persennya untuk menunjang tabungan kalian.

Investasi ini mirip menabung di bank, kuncinya adalah disiplin. Bedanya, nilai investasi bisa naik tiap tahunnya. Coba cari produk investasi yang aman dan punya kecenderungan naik terus. Misalnya, kamu bisa berinvestasi ke deposito, obligasi pemerintah, atau saham yang aman. Jika sudah terkumpul cukup banyak, investasi ini bisa kamu gunakan untuk tambahan DP cicilan rumah yang diinginkan.

3. Jika merasa gaji pas-pasan, mau nggak mau kalian harus menambah pundi-pundi keuangan tambahan

buka usaha via www.lifehack.org

Saat ini banyak sekali peluang untuk mencari penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Misalnya, menjalankan usaha lewat online shop. Tanpa harus punya produk sendiri, kamu bisa menjadi reseller atau dropshipper yang keuntungannya bisa kamu tentukan sendiri. Jika bersedia, kamu juga bisa bergabung dengan ojek online yang penghasilannya juga lumayan. Atau, lakukan pekerjaan tambahan dari hobimu, misalnya fotografi, menjadi penulis lepas, atau penerjemah. Meski nggak seberapa, hasil dari pekerjaan tambahan ini bisa membantu menambah uang cicilan rumah, ‘kan?

4. Manfaatkan aset pribadi yang nggak diperlukan dan maksimalkan uang receh yang bernilai jika dikumpulkan

kumpulkan aset dan recehan via www.huffingtonpost.com

Barangkali selama ini kamu punya aset pribadi yang bernilai namun sifatnya nggak begitu krusial untuk digunakan, perhiasan misalnya. Daripada mubadzir, kenapa nggak kamu menjualnya dan hasilnya digunakan untuk tambahan dana? Selain itu, kamu juga bisa lho kumpulkan uang receh sebagai dana tambahan. Ini yang sering kurang diperhatikan. Padahal uang receh seribuan, dua ribuan, atau lima ribuan kalau dikumpulkan hasilnya lumayan. Siapkan saja kotak untuk menyimpan uang receh itu. Kalau sehari bisa mengumpulkan recehan 10 ribu saja atau kira-kira setara dengan uang sekali makan, maka dalam sebulan sudah ada uang sekitar 300 ribuan. Lumayan, ‘kan?

5. Tekan pengeluaran sebisa mungkin, terutama untuk kebutuhan hiburan seperti nonton bioskop, nongkrong di kafe, dan liburan

tekan pengeluaran via goodshepherdmicrofinance.org.au

Membeli rumah bukanlah perkara kecil dan cukup memberatkan dalam hal keuangan. Karenanya, kamu harus menekan pengeluaran agar punya tabungan yang cukup untuk membeli sebuah rumah. Usahakan untuk menekan pengeluaran yang bersifat konsumtif seminimal mungkin.

Saat memutuskan akan menikah, sebaiknya ubah mindset-mu dan mulai berpikir untuk mengalokasikan pendapatan sebagai cicilan rumah serta perabotannya. Kalaupun sudah menabung untuk membeli rumah, setidaknya kurangi biaya hiburan untuk mulai mencicil beli perabotan rumahmu nantinya.

6. Carilah program rumah murah untuk menekan pengeluaran. Rajin-rajinlah cari networking orang perumahan, ya!

rumah bersubsidi via griyabersubsidi.blogspot.co.id

Kamu pasti tahu dong, pemerintah sedang giat membuat program sejuta rumah untuk rakyat. Salah satunya dengan mendorong pengembang perumahan untuk membuat rumah sederhana yang disubsidi pemerintah sehingga harganya lebih terjangkau. Dengan syarat tertentu, kamu bisa mendapatkan rumah semacam ini. Atau, kamu juga bisa mencari tahu ke berbagai pengembang, apakah mereka menyediakan rumah murah. Nah, biasanya mereka juga punya rumah terjangkau untuk dijual ke karyawan, lho. Kamu bisa mendapatkannya dengan harga karyawan jika punya kenalan.

7. Atau, kamu bisa mencari rumah di daerah pinggiran yang harganya relatif lebih murah dibanding di daerah perkotaan

di pinggiran via id.anawalls.com

Sudah bukan rahasia lagi, rumah di daerah perkotaan yang strategis memiliki harga yang cukup tinggi. Jika kamu memang mencari rumah dengan harga yang relatif murah, sebaiknya carilah rumah di daerah pinggiran yang agak jauh dari pusat kota. Biasanya harga yang ditawarkan lebih rendah dibanding yang dekat dengan pusat kota. Meskipun kurang strategis atau nggak punya banyak fasilitas, yang terpenting ‘kan kamu punya rumah yang nyaman untuk ditinggali bersama keluarga.

8. Manfaatkan dana pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari bank untuk kepemilikan rumah

minta bantuan bank via taxroiservices.com

Jika memang kamu dan pasangan ingin segera memiliki rumah tinggal selepas menikah nanti, ini adalah alternatif terakhir yang bisa kamu pilih. Selain menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), memanfaatkan pinjaman dari bank seperti KTA tentu memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan terlebih dulu, terutama dengan penghasilan kalian perbulan.

Salah satu keuntungan dari pengajuan KTA adalah, pihak bank nggak mewajibkanmu untuk suatu kebutuhan tertentu. Dengan kata lain, kamu bisa melakukan hal apa saja dari hasil pencairan KTA tersebut. Selain itu juga dana KTA bebas jaminan, jadi kamu nggak perlu menjamin apapun untuk bisa mencairkan dana KTA. Selebihnya, kamu harus pahami betul bagaimana sistem cicilan rumah dengan KTA sebelum memutuskan untuk menggunakannya, ya!

Membeli rumah bisa jadi sebuah tantangan tersendiri bagi pasangan baru. Karenanya, kamu dan pasangan harus punya komitmen dan perencanaan matang yang sudah diterapkan jauh-jauh hari. Dengan beberapa penduan di atas, semoga rumah impianmu bisa segera didapat meski gaji masih tergolong pas-pasan, ya. Semoga berhasil!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya