• 15 Desember 2018, 12:00 am
  • Jakarta

Sesi foto bersama para peserta #Ngobrolin2030vol.2 yang telah mengikuti seluruh rangkaian acara

JAKARTA-Penduduk yang tinggal di daerah Ibukota seperti Jakarta memiliki gaya hidup yang akrab dengan sampah. Keberadaan sampah di sepanjang jalan atau tempat-tempat umum bukan lagi menjadi hal yang krusial untuk sebagian orang. Dikutip dari Republika, Laporan hasil survei Sosial Ekonomi Nasional Modul Ketahanan Sosial 2017 (Susenas Modul Hansos 2017) menyatakan bahwa Indeks Prilaku Ketidakpedulian Lingkungan Hidup (IPKLH) dengan masalah sampah mencapai angka 35,53%. Angka ini mengalahkan jumlah representasi dari ketidakpedulian dengan transportasi pribadi 34,93%, pengurangan penggunaan air 21,68% dan pengelolaan energi 7,8%. Gaya hidup dan kerangka berpikir masyarakat yang telah terpatri sejak lama harus segera dibenahi. Untuk itu, diperlukan upaya penyadaran masyarakat agar kedepanya semua individu dapat memenuhi kebutuhanya tanpa harus mengorbankan lingkungan.

Kerjasama antar stakeholders sangat dibutuhkan agar revitalisasi lingkungan dapat terwujud. Sebagai wujud upaya penyadaran masyarakat, komunitas Indonesian Youth for SDGs (IYFS) menginisiasi acara Ngobrolin 2030 untuk mendukung agenda pembangunan global 2030 atau bisa disebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang fokus terhadap 17 tujuan, 169 target dan 5 elemen: People, Peace, Planet, Prosperity dan Partnership. Pada tahun 2017 lalu, IYFS telah sukses menyelenggarakan acara Ngobrolin 2030 dengan tema “Sustainable Urban Lifestyle”. Dari tema tesebut, IYFS mengajak para peserta untuk melakukan kegiatan observasi mengenai berbagai masalah yang ada di kota Jakarta yang selanjutnya hasil observasi tersebut dipresentasikan oleh para peserta yang terlibat.

Advertisement

Pada tanggal 15 Desember 2018 lalu,  IYFS kembali menyelenggarakan acara Ngobrolin 2030 Vol.2 dengan tema Let’s be a Wise Consumer. Acara ini berlokasi di kantor WRI Indonesia (World Resources Institute) Jalan Wijaya I No.63, Kebayoran Baru. Tema kali ini berfokus pada tujuan SDGs ke 12 mengenai Responsible Consumption and Production mengingat masih rendahnya tingkat kepedulian sebagian besar masyarakat terhadap persoalan sampah.

Berbeda dengan acara sebelumnya, kegiatan kali ini para peserta diajak untuk menyaksikan dan mendiskusikan beberapa video pendek (Movie Screening Discussion) terkait gaya hidup dan pola pikir masyarakat kota terhadap sampah yang digunakan. Acara dibuka dengan penampilan Stand Up Comedy dari komika Topan Caesario. Materi Stand Up comedy yang dibawakan tentunya masih berhubungan dengan tema diskusi mengenai persoalan sampah. Agenda selanjutnya yaitu penayangan video.

Terdapat 3 buah video yang ditampilkan, yaitu: tentang gaya hidup manusia sebagai konsumen, dampak sampah yang dihasilkan manusia dan solusi yang dapat dilakukan bersama. Video tersebut kemudian dibahas satu persatu oleh para pembicara yang hadir, antara lain: Ibu Rahmawati dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Lucia Mona Hartati selaku Environmental Assessor dan Andita D. Sefiani selaku founder Komunitas Sekitar Kita. Ketiga pembicara tersebut mempunyai latar belakang di bidangnya masing-masing sehingga dapat membantu menjawab pertanyaan dari para peserta.

Advertisement

Acara selanjutnya yaitu Role Play Discussion dimana para peserta dikelompokan untuk memainkan peran sesuai stakeholders yang bergerak di bidang pemerintahan, perusahaan swasta dan LSM. Tujuan dari Role Play Discussion ini adalah sebagai wadah untuk menyalurkan inisiatif yang dapat direkomendasikan dalam rangka penyelamatan lingkungan dari sampah-sampah yang tidak terkontrol penggunaanya. Setiap kelompok stakeholders diberi waktu untuk mengumpulkan informasi seputar masalah pencemaran sampah beserta solusi yang disepakati setiap individu dalam kelompok. Setelahnya, hasil diskusi ini akan dipajang di setiap sudut ruangan untuk memungkinkan kelompok stakeholders lain menghampiri, melihat dan ikut menanggapinya. Metode Role Play Discussion yang diterapkan ini disebut dengan Window Shopping atau Youth Idea’s Exhibition.

Peserta yang hadir dalam acara ini didominasi oleh para pemuda dari Jabodetabek dan Bandung dengan jumlah sebanyak 46 orang. Sebelumnya, para peserta harus menempuh beberapa tahapan seleksi untuk mengetahui kesungguhan dalam mengikuti acara Ngobrolin 2030 vol. 2. Acara #Ngobrolin2030vol.2 juga turut dihadiri oleh beberapa komunitas, yaitu : Transformasi hijau, Youth in Sustainability, Cleanee Jakarta yang concern dalam permasalahan sampah dan lingkungan.  Sesuai dengan tagline SDGs pula, ‘No One’s Left Behind’, IYFS secara konsisten menyebarkan nilai-nilai inklusif dengan melibatkan teman-teman disabilitas. Tahun ini, teman-teman dari HWDI ikut berpartisipasi di acara #Ngobrolin2030vol.2.

Echi dan Laninka dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) turut memberikan tanggapan, “Ternyata isu terkait sampah menarik banget untuk dibahas. Kita perlu lebih aware dengan cara pengelolaan yang baik seperti apa dan kita dari HWDI bisa membawa isu ini untuk di share ke komunitas kita.”

Dengan berakhirnya acara #Ngobrolin2030vol.2, diharapkan para peserta, pembicara maupun panitia yang hadir dapat memperoleh pengetahuan baru dan mulai bergerak mengajak orang-orang sekitar untuk menjadi konsumen yang bijak. Saatnya kita mempersiapkan Indonesia yang bersih dan sehat agar tercapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tahun 2030 mendatang.

Silahkan kunjungi instagram Indonesian Youth for SDGs (@indoyouth4sdgs) untuk mengetahui kegiatan dan informasi terbaru.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya