Program Volunteer Membuat Eza Menjadi Lebih Independen dan Open-Minded

Seseorang yang melakukan program volunteer biasanya memiliki tujuan untuk membantu pengembangan suatu program di tempat yang bukan merupakan tempat asal pesertanya. Namun, melalui program volunteer yang diselenggarakan AIESEC pada awal tahun 2020, peserta kita yang satu ini mendapatkan self-development yang lebih daripada yang ia bayangkan. Ia adalah Thomas Eza Christiawan, mahasiswa Manajemen UPN “Veteran” Yogyakarta yang mengikuti kegiatan volunteer ke Thailand. Mahasiswa yang juga saat ini merupakan peserta magang di Kompas Gramedia merasakan banyak manfaat dari kegiatan ini selain mendapatkan pengembangan diri yang maksimal, Ia juga belajar untuk menjadi lebih independen karena berada di negeri orang. Perbedaan kultur dan masyarakat di sana juga membuat Eza, begitu ia disapa menjadi lebih open-minded dalam menanggapi perbedaan.

Ada dua alasan utama mengapa Eza tertarik untuk mengikuti program volunteer ini. Pertama, Eza ingin melakukan development untuk dirinya sendiri. Kedua, Eza ingin merasakan cross cultural experience. “Melalui kegiatan ini, aku bisa step out from my comfort zone, bertemu dengan orang-orang baru, dan tentu saja berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda dari biasanya. Selain itu, pengalaman bertemu dengan orang-orang baru dan terutama adalah budaya yang berbeda, membuat aku lebih open-minded dan dapat menghargai setiap orang dengan keunikannya masing-masing,” demikian disampaikan Eza.

Selama mengikuti kegiatan volunteer, Eza mengalami banyak pengalaman yang tak terlupakan. Salah satunya adalah momen di mana Eza harus berpisah dengan anak-anak TK, SD, dan SMP yang dia ajar. By the way, kegiatan volunteer Eza selama di Thailand adalah mengajar. “Perpisahan ini menjadi momen yang semakin sulit dilupakan karena aku mendapatkan banyak hadiah yang banyak banget mulai dari sugar cube, boneka, tas, dan masih banyak lagi sampai aku harus menambah muatan bagasi waktu mau pulang,” demikian diceritakan Eza.

Ada satu hal yang membuat Eza merasa tersanjung saat volunteer di Thailand. Diceritakan oleh Eza, walaupun ia masih muda, namun ia sangat dihormati dan dihargai murid-muridnya. “Orang Thailand sangat menghormati dan menghargai orang yang lebih tua, terutama guru. Inilah yang aku rasakan saat mengajar di sana, di mana murid-murid mulai dari TK sampai SMP sangat menghormati dan menghargai gurunya. Konsep ini sangat menarik kalau diterapkan lebih baik lagi di Indonesia,” demikian disampaikan Eza.

Setelah mengikuti kegiatan ini, Eza mendapatkan value yang sangat penting untuk hidupnya. Eza menyampaikan, “Be a person who World Citizen and Living Diversity. Dengan melakukan kegiatan volunteer, aku benar-benar belajar dari perspektif dan opini yang berbeda yang mana merepresentasikan multicultural environment.”

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini