Fast food atau makanan siap saji mungkin bisa disebut sebagai makanan sejuta umat. Meski tak semua orang suka rasanya atau bahkan mengaku tak pernah makan fast food, fakta yang tak terbantahkan adalah restoran fast food ada di mana-mana. Bahkan di daerah paling terisolasi seperti Kutub Utara pun, kamu bisa menemukan McDonald’s. Karena hampir semua franchise makanan siap saji terkenal berasal dari Amerika Serikat, menu-menunya pun identik sama menu standar di Negeri Paman Sam: burger, french fries, dan soda.

Indonesia juga tentunya tak terlepas dari invasi restoran-restoran fast food asing ini. Kalau di negeri asalnya, fast food dikenal sebagai makanan murah. Sedangkan di negeri kita, makan di Mcdonald’s dan KFC tentu saja lebih mahal daripada warung rames atau burjo. Tapi ya masih banyak anak muda yang rela merogoh kocek dan nongkrong di sana, biar lebih gaya aja. Mau mahal atau murah, makanan fast food itu dimana-mana ya tidak sehat. Nah ternyata bukan cuma tidak sehat, Brightside melaporkan bagaimana fast food itu penuh tipu muslihat dan trik.

Advertisement

Biar kamu tidak tertipu akan daya tarik fast food, Hipwee News & Feature sudah kumpulkan fakta-faktanya.

1. Mungkin selama ini tidak ada yang sadar, tapi semua makanan fast food itu pada sebenarnya rasanya sama. Mau french fries, burger hingga onion ring rasanya sama

Ada rasa yang hampir sama di balik semua menu, dikembangkan sesuai riset via brightside.me

2. Bukan cuma masalah rasa, warna logo-logo fast food yang hampir sama semua itu juga bukan kebetulan. Kombinasi warna ini disebut-sebut menyebabkan orang lapar jika melihatnya

Teori ini ada namanya lho, ‘Ketchup and Mustard Theory’ via brightside.me

3. Yakin kamu milih makanan itu atas kehendakmu sendiri? Faktanya, pegawai fast food akan selalu berusaha untuk mempengaruhimu agar beli menu yang mereka sarankan

Bukan penjual makanan biasa, mereka dah punya data segudang via www.buzzfeed.com

4. Iya sih konsepnya memang makanan cepat saja, tapi apakah kamu tahu bahwa patty burger beku katanya cukup 30 detik saja?!

Tidak semua sih. Kalau kata McDonald Inggrispatty mereka rata-rata butuh 112 detik via brightside.me

5. Dapur restoran fast food lebih mirip pabrik daripada tempat memasak. Semua sudah dimasak, dibekukan, dan tinggal dihangatkan. Sulit sih jika mencari makanan fresh 

Demi mengejar kecepatan, bahan makanannya harus dibekukan via www.buzzfeed.com

6. Selain bahan-bahan bekubanyak makanan yang tersusun dalam menu fast food itu juga tak lagi dalam bentuk aslinya. Seperti telur dalam sandwich, bukan pure telur tapi ada campuran lain

Liquid eggcampuran antara telur dan ‘bahan-bahan’ lainnya. Dari pewarna sampai tambahan rasa via brightside.me

7. Bahkan bekas grill di daging burger fast food itu juga palsu lho. Cuma sengaja dibuat dari pabriknya sana supaya konsumer tambah lahap makan

Bekas panggangan palsu via brightside.me

8. Tidak cuma makanannya. Ada juga alasan rahasia di balik minuman soda restoran fast food yang membuat orang ketagihan itu. Rasanya berbeda karena dicampur di tempat

Merek yang sama dijual di toko dengan campuran yang telah siap. Yang ini air+konsentratnya dicampur di tempat via brightside.me

9. Ukuran small, medium, dan large gelas-gelas minuman di restoran fast food, ternyata tidak standar lho. Large di AS jauh lebih besar daripada ukuran large-nya gelas soda McDonald’s Jepang

Disesuaikan dengan selera dan gaya hidup di tiap-tiap negara via www.huffingtonpost.com

10. Bahkan pilihan menu sehatnya juga ternyata tidak terlalu sehat. Sayurannya sudah dicampur zat kimia agar tetap kriuk dan nampak segar

Belum lagi ngomongin saus salad yang suka dipakai semena-mena via brightside.me

11. Bukan cara masaknya yang cepat, makanan fast food juga didesain untuk cepat dimakannya. Makin sedikit kita mengunyah, makin tidak memuaskan makanan itu. Alhasil, kita pesan lagi

Padahal baiknya dikunyah banyak-banyak via brightside.me

12. Selain masalah ngunyah, rasa fast food juga bakal hilang dalam hitungan menit. Jadi jika kamu bungkus untuk bawa pulang atau dimakan paginya, kenikmatannya berbeda. Harus cepat dimakan!

Bahkan katanya, rasa kentang goreng bakal cuma bertahan 5 menit saja via brightside.me

Beginilah nasib makanan kalau sudah dijadikan industri. Tiap tahun dikembangkan trik bagaimana bisa menyajikan makanan lebih cepat, lebih banyak, dan lebih menguntungkan. Meski gizinya sudah rusak dan bahkan rasanya gitu-gitu aja, toh nyatanya tetap bisa populer. Ya tidak salah juga sih kalau dari prinsip bisnis. Tinggal kita aja sebagai konsumen yang harus lebih hati-hati dan pintar memilih makanan apa yang bagus. Jangan cuma termakan iklan, apalagi termakan gengsi.  Ya mungkin malah berkah kali ya harga fast food masih mahal di Indonesia, terutama ketika masih banyak makanan asli Indonesia yang lebih murah dan jauh lebih bergizi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya