4 Alasan Merek Terkenal Berlomba Bikin ‘Ugly Shoes’. Desainnya Aneh Tapi Banyak yang Mau Beli

Tren 'ugly shoes' populer di kalangan pecinta mode

Pernah lihat artis atau selebgram yang pakai barang mode tapi aneh nggak sih? Nggak disangka-sangka, malah barang seperti itu ternyata buatan merek terkenal yang harganya selangit. Memang sih kalau dipakai mereka dengan padu padan yang pas, bakal terlihat menarik. Tapi kalau dipakai orang biasa yang nggak modis, barang seperti itu malah terlihat makin aneh aja. Sebut aja tas dari Balenciaga yang mirip tas kresek di Indonesia. Nggak hanya itu saja, sekarang para artis dan selebgram lagi gandrung sama sepatu dengan sol tebal dan bentuk yang melebar. Karena bentuknya yang jauh dari kata elegan, sepatu itu disebut dengan ‘ugly shoes’.

Advertisement

Tren ‘ugly shoes’ sudah berlangsung selama tahun 2018 ini. Merek terkenal seperti Balenciaga, Louis Vuitton, dan Versace berlomba-lomba membuat sepatu yang ‘jelek’. Nggak cuma desainnya aja yang besar dan lebar, tapi warnanya juga mencolok. Awalnya memang cuma uji coba, tapi pada akhirnya banyak yang ikutan suka dan laris di pasaran. Kok bisa sih sepatu jelek laris di pasaran? Apa karena gengsi mereknya? Atau memang sebenarnya nyaman dikenakan? Kulik bersama Hipwee News & Feature yuk~

1. Dulunya merek terkenal menengah keatas suka mengeluarkan produk dengan desain yang elegan. Mengikuti tren terkini, merek terkenal membuat sepatu ‘sneakers’

Dulunya pakai sepatu hak tinggi, sekarang lebih suka menggunakan ‘sneakers’ via www.spotern.com

Tren cepat sekali berubah dan banyak hal yang memengaruhinya. Menurut Forbes, dulu ketika film ‘Sex and The City’ populer, orang-orang berlomba memakai sepatu hak tinggi dengan ujing lancip. Semua merek terkenal berlomba membuat sepatu sejenis untuk perempuan. Tapi, tren seperti itu dengan cepat bergeser, berganti dengan tren lainnya. Seperti sekarang, sepatu sneakers jadi populer. Seolah latah, merek terkenal segera berbondong-bondong ikut memproduksinya. Balenciaga. Louis Vuitton, dan Versace nggak mau kalah.

2. Tapi biar beda, tampaknya mereka kemudian berkreasi dengan model yang unik. Bukan seperti sepatu olah raga pada umumnya, desain sneaker high-fashion dibikin ekstra mencolok

Ini adalah Balenciaga Triple S yang harganya dibanderol seharga $795 atau sekitar Rp 11 juta. via www.balenciaga.com

Merek terkenal nggak mau terlihat biasa saja. Para desainer memutar otak untuk menciptakan gambaran ‘cool girl’ yang menurut Forbes selalu bergaya dan berani mencoba mode baru. Akhirnya diciptakan sepatu yang unik, keluar dari kebiasaan mereka yang biasanya membuat sepatu agar terlihat keren dan cantik. Kemudian tren ‘ugly shoes’ muncul. Biasanya sih ‘sneakers’ yang tergolong ugly shoes masa kini punya bentuk yang besar, sol tebal, dan kombinasi warna mencolok. Sebut saja Balenciaga Triple S yang punya sol lapis tiga, Louis Vuitton Archlight, Gucci Rhyton, dan Versace Chain Reaction.

Advertisement

3. Awalnya sih mungkin cuma coba-coba, tapi ternyata orang-orang suka. Terutama ketika dipadankan dengan gaya ‘street style’ yang populer masa kini

Meski pakai ‘ugly shoes’, mereka tetap kelihatan bergaya. via www.itserikahanson.com

Menurut Chae Kyung-rak, pekerja Galleria Department Store di Apgujeong-dong, Seoul, ugly shoes ini laris karena gaya retro dan ‘street style’ ala tahun 80 dan 90-an mulai populer juga. Street style kan terkenal dengan gayanya menggunakan atasan boxy alias kebesaran. Sepatu-sepatu itu cocok banget buat mengimbangi dan menjadikan cara berpakaian secara keseluruhan lebih bergaya.

4. Malah, sepatu yang dijuluki ‘ugly shoes’ jadi pusat perhatian ketika pakai gaya polos dan biasa saja. Jelas sih, ‘kan model dan warnanya mencolok

Sepatunya langsung jadi pusat perhatian. via www.instagram.com

Kayaknya sih karena padu padannya pas, sepatu-sepatu seperti itu malah terlihat khas dan bergaya. Bahkan, kalau di dunia mode, ugly shoes kerap dijadikan aksesoris ‘statement’ alias aksesoris yang sengaja dibuat lebih mencolok dibanding yang lainnya. Tapi, ternyata hal itu sukses membuat selebriti dan juga influencer tertarik merogoh kantong sangat dalam untuk menebus sepasang sepatu ‘jelek’ itu. Hasilnya, orang lain yang mampu juga ikut memasukkan sepatu tersebut dalam koleksinya.

Memang sih sulit dipahami gimana sepatu seperti itu bisa jadi populer. Tapi, kekuatan merek dan sosial media memang bisa memutarbalikkan hal-hal yang dianggap nggak mungkin. Ketika di foto dan dunia nyata tampak cantik dan bergaya, banyak orang yang mampu akan ikut membelinya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE