Powerbank Dilarang Masuk Kabin Pesawat

Era dimana gawai sudah dianggap sebagai sumber kehidupan seperti sekarang ini, pengisi daya baterai portabel atau yang lebih akrab disebut powerbank, turut jadi benda yang wajib dibawa kemana-mana. Saat ponsel mati karena kehabisan baterai, powerbank jadi solusi ampuh. Apalagi kalau lagi jauh dari colokan. Tak ada lagi yang bisa diandalkan selain powerbank. Apalagi kalau kita sedang dalam perjalanan jauh naik mobil, bus, atau pesawat, powerbank kini jadi barang yang wajib dibawa.

Tapi baru-baru ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat pernyataan soal larangan membawa powerbank ke dalam kabin pesawat. Alasannya demi keamanan dan keselamatan penumpang. Wah, padahal kalau nggak ada powerbank repot banget ya. Sebelum sibuk mengeluh, simak dulu yuk ulasan Hipwee News & Feature kali ini…

Ketentuan soal powerbank ini sudah ditegaskan dalam aturan yang dikeluarkan oleh International Air Transport Association (IATA)

Advertisement

Lembaga penerbangan internasional IATA telah mengatur larangan membawa powerbank ke dalam kabin pesawat. Aturan ini yang kemudian diadopsi oleh Kementerian Perhubungan dan dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Sipil Nasional (PKPN), seperti dilansir Liputan6. Selain powerbank ada juga benda lain seperti korek api yang dibahas aturannya kalau mau dibawa ke pesawat.

Tapi bukan berarti semua jenis powerbank dilarang. Ada juga kok powerbank yang diperbolehkan masuk pesawat, asal memenuhi syarat-syarat yang ditentukan

Ketentuan baterai yang boleh dibawa dalam kabin pesawat via sportstle.com

Kalau melansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebenarnya nggak semua jenis powerbank dilarang masuk pesawat. Hal ini tergantung dari daya atau kapasitasnya. Powerbank dengan daya kurang dari 100 Wh (watt-hour) boleh dibawa serta ke dalam pesawat. Kalau kapasitasnya 100 – 160 Wh, penumpang harus mendapat persetujuan dari maskapai yang bersangkutan. Sedangkan kalau daya powerbank sudah lebih dari 160 Wh, penumpang baru benar-benar dilarang membawanya.

Meski ada aturan pembatasan ini, kamu nggak perlu khawatir karena powerbank yang beredar di pasaran kabanyakan punya daya di bawah 100 Wh

Coba cek keterangannya di bodinya via blog.banggood.com

Advertisement

Biasanya kapasitas powerbank yang ada di bodinya ditulis dalam satuan mAh (miliampere-hour). Dilansir Kompas, kalau mau diubah ke satuan Wh, bisa pakai rumus sebagai berikut:

(kapasitas powerbank (dalam mAh) x voltase dalam V) : 1000

Sebagai contoh dengan melihat keterangan gambar di atas, jadi begini:

(16000 mAh x 3,6 V) : 1000 = 57,6 Wh (artinya masih aman dibawa ke dalam kabin pesawat)

Powerbank yang dayanya melebihi syarat yang ditentukan bisa membahayakan keselamatan penerbangan karena rawan terbakar

a

Larangan soal powerbank ini harus dipahami semua pihak bersangkutan, nggak cuma pihak maskapai tapi juga penumpang sendiri. Soalnya kalau ceroboh bisa menyebabkan kebakaran dan membahayakan penerbangan. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Cina. Penumpang penerbangan China Southern Airlines dari Guangzhou ke Shanghai mengalami kejadian menegangkan, setelah sebuah powerbank tiba-tiba dilalap api di dalam kabin. Ini karena baterai lithium-ion yang terkandung dalam powerbank. Benda itu kalau dibawa sembarangan memang rawan terbakar.

Untuk menghindari kejadian serupa kembali terulang, organisasi sipil internasional secara tegas melarang perangkat itu dibawa ke kabin pesawat. Kalaupun dibawa, penumpang harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan. Atau bisa juga dengan melepas baterai dari perangkat dan ditaruh terpisah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya