Jujur aja nih, apa pendapatmu kalau melihat sekumpulan anak muda di Indonesia kumpul-kumpul sembari minum alkohol bersama? Mungkin banyak yang akan memandang hal tersebut secara negatif. Namun pemandangan seperti itu pasti nggak akan jadi hal yang aneh bila kamu adalah penduduk di Korea Selatan karena di negara tersebut, budaya minum-minum adalah hal yang sangat biasa dan lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Kamu yang menggemari drama-drama Korea juga pasti sudah nggak asing ‘kan menyaksikan hal tersebut dalam banyak episode drama mereka?

Apalagi minuman beralkohol sangat mudah dijumpai di seluruh Korea dengan harga yang amat terjangkau, membuat kebiasaan minum-minum semakin sulit lepas dari kehidupan masyarakat Korea. Tapi sebenarnya kultur ‘minum-minum’ di Korea Selatan ini jauh lebih kompleks dari kelihatannya. Yang jelas bukan juga cuma karena warganya doyan mabuk-mabukan doang. Biar wawasanmu lebih terbuka, Hipwee News & Feature kali ini akan menyajikan ulasan tentang alasan mengapa budaya minum di Korea begitu sulit untuk dihindari.

1. Berbeda dengan kebiasaan umum di negara kita, di Korea bukanlah hal yang aneh bagi anak-anak untuk  menyaksikan para orangtua mereka di rumah untuk menikmati alkohol sambil bersantai

Minum-minum di rumah selepas makan malam sudah biasa di Korea

Advertisement

Jika dulu di Korea kebiasaan minum menjadi bagian dari perayaan hari raya penting di Korea, kini minum-minum menjadi sesuatu yang sangat kasual dalam kehidupan sehari-hari. Awalnya kultur ini ternyata dilatarbelakangi oleh pengaruh budaya asing yang masuk ke Korea pada era Dinasti Koryo (936–943) yang memperkenalkan teknik-teknik pembuatan alkohol. Salah satu hasil inovasinya adalah soju, minuman beralkohol khas yang jadi kebanggaan Korea.

Zaman dulu soju biasa dikonsumsi pada tahun baru untuk menyambut musim semi dan bermakna mengusir penyakit dan roh jahat, namun kini soju bisa diminum kapan saja, saat bersama teman ataupun sendirian. Minum-minum santai setelah makan malam pun menjadi hal yang biasa dilakukan para orangtua di rumah tangga Korea. FYI, zaman dulu mengonsumsi alkohol dianggap bagian dari pengobatan juga lho. Karena begitu tingginya posisi si minuman alkohol ini dalam kehidupan masyarakat, tak heran para leluhur mewariskan kultur minum-minum ini turun temurun hingga saat ini.

2. Menginjak usia sekitar 19 tahun, seseorang akan dianggap cukup dewasa untuk diijinkan minum-minum, bahkan banyak anak yang ‘diajari’ minum pertama kali oleh orangtua mereka sendiri lho

Minum bersama orang ang tua ada etikanya lho via blog.hellotalk.com

Dilansir dari Koreatimes, usia minimum seseorang dilegalkan untuk mengonsumsi alkohol ternyata cukup bervariasi. Ada yang mengatakan 19 tahun, namun ada pula yang mengatakan usia legalnya adalah 21 tahun. Ya, rata-rata sih anak sudah diizinkan minum saat dia sudah mengakhiri masa SMA dan memasuki masa kuliah. Oya, bahkan ada peraturan tak tertulis bahwa saat sang anak diajak minum ‘untuk pertama kali’ oleh sang Ayah merupakan salah satu tanda sang anak sudah diizinkan untuk mengonsumsi alkohol secara legal.Wah!

3. Memasuki masa perkuliahan, akan ada banyak acara dan permainan yang melibatkan kegiatan minum alkohol yang diadakan bersama para senior. Menolak? Bakal dianggap nggak sopan!

Budaya minum-minum untuk acara kampus via commons.wikimedia.org

Advertisement

Tak cuma asal minum, etiket dan kultur minum Korea sudah dikembangkan sejak tahun 1300-an lho. Etiket tersebut dikenal dengan istilah ‘Hyanguemjurye’ (향음주례). Di masa itu setiap bulan Oktober, orang-orang terpelajar berkumpul untuk belajar bersama tentang cara minum yang baik dan sopan. Yap, meski minum alkohol bagi orang Korea, etiket tetap tetap jadi nomor 1 lho. Dalam etiket minum orang Korea, minum-minum merupakan bagian dari cara menghargai orang yang lebih tua atau lebih tinggi statusnya dari kita. Orang Korea umumnya sudah diajarkan bagaimana cara untuk minum dengan orang yang lebih tua atau lebih dihormati.

Para leluhur orang Korea menganggap bahwa cara menuangkan dan meminum alkohol itu sangat penting. Nah, makanya jangan heran kini bahkan di acara kampus, saat ada acara penerimaan mahasiswa baru atau penerimaan anggota klub baru, minum-minum jadi hal yang tak terhindarkan. Pasalnya menolak minum bersama para senior bisa dianggap penghinaan lho, jadi ya mau nggak mau deh harus ikut acara minum-minum tersebut.

4. Adanya tradisi hwesik – kebiasaan makan bersama atasan dan rekan sekantor sepulang kerja membuat kebiasaan minum-minum jadi semakin sulit terhindarkan

Acara kantor cukup identik dengan kebiasaan minum-minum via www.koreatimesus.com

Sama seperti kebiasaan minum saat menjadi mahasiswa baru atau diajak minum bersama para senior di kampus, para pegawai kantoran pun biasanya biasanya sulit untuk menghindari acara makan-makan yang melibatkan alkohol selepas jam kerja. Di Korea, dikenal istilah hwesik, yaitu makan bersama rekan sekantor yang biasanya dihadiri para senior dan atasan kantor. Menolak minum apalagi saat atasan menuangkan minuman untukmu bisa dianggap penghinaan dan dianggap kurang ajar lho! Waduh, sulit juga ya~

5. Saat merayakan hari bahagia maupun saat sedang berduka, alkohol akan selalu tersaji di depan mata. Minum bersama dianggap menunjukan respek dan rasa simpati

Saat berduka pun soju tak pernah ketinggalan via www.dramabeans.com

Tak peduli saat itu sedang merayakan saat bahagia maupun saat berduka, sajian minuman beralkohol tak pernah absen dari meja. Alkohol dianggap sebagai salah satu cata menghargai tuan rumah yang merayakan sesuatu atau sedang berduka karena kehilangan. Yah, minum-minum dianggap bagian dari simpati yang kamu berikan~

6. Minum sendiri pun biasa dilakukan demi melepaskan kepenatan akibat beban kerja maupun tuntutan hidup yang terlalu tinggi di masyarakat Korea

Minum sendiri sudah biasa via m.kfoodstory.com

Tingginya tuntutan kerja dan standar sosial yang tinggi di Korea membuat banyak warganya yang stres dan melampiaskannya dengan minum-minum. Entah itu minum di kafe tenda pinggir jalan maupun minum sendiri di rumah, minum alkohol dianggap jadi solusi instan untuk sejenak melupakan kepenatan. Bahkan sudah pemandangan biasa di Korea melihat orang mabuk saking terlalu banyak minum. Dilansir dari Aljazeera, kebiasaan minum-minum tersebut membuat Korea jadi negara dengan tingkat konsumsi alkohol terburuk di dunia. Jam kerja yang gila-gilaan juga dianggap menjadi pemicu stres di Korea Selatan. Di balik gemerlap dan majunya Korea Selatan, level stres yang tinggi memang jadi masalah tersendiri di Korea.

Meski kini pemerintah mulai mengkampanyekan himbauan untuk mengurangi tingkat alkoholik warganya, namun iklan-iklan provokatif yang dibintangi para selebritas K-Pop semakin mengesahkan kebiasaan minum-minum menjadi hal yang lumrah dan kekinian. Kecuali dengan alasan agama atau kesehatan, banyak warga Korea yang sulit untuk melepaskan diri dari jerat minum minuman beralkohol. Ditambah lagi Korea Selatan punya makanan atau minuman tertentu yang dipercaya bisa menghilangkan hangover, wah jadi makin ‘legal’ lah acara minum-minum di Korea. Kalau menurut kamu bagaimana nih?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya