Setiap manusia terlahir dengan sidik jari masing-masing. Bentuk polanya juga nggak berubah sedikitpun meski kita tumbuh dewasa. Makanya, banyak hal di kehidupan ini yang akan membutuhkan sidik jari, misalnya waktu pengambilan ijazah, si pemilik akan diminta membubuhkan cap jempol terlebih dahulu di atas tanda tangannya. Selain itu, rekaman jari juga dimanfaatkan untuk keperluan absensi hingga mode pengaman pada ponsel maupun tempat penyimpanan uang dan berkas penting. Bahkan di banyak kasus, sidik jari juga berguna untuk kepentingan pencarian pelaku kriminal atau korban bencana. Setiap jejak alur, lengkungan, dan gelombang yang ada di ujung jari ini membawa identitas pribadi pemiliknya. Jadi kemungkinan tertukar atau dipalsukannya sangat kecil sekali.

Nah, pernah nggak kamu penasaran, gimana sih ceritanya, kok bisa sebuah sidik jari menyimpan informasi tentang identitas si empunya dengan baik? Kali ini Hipwee News & Feature sudah merangkum 7 fakta unik tentang sidik jari yang belum banyak diketahui nih. Yuk, telusuri bareng!

1. Sebenarnya, nggak ada yang tahu persis bagaimana sidik jari tercipta, konon katanya sidik jari terbentuk dari janin yang menyentuh dinding kantung ketuban selagi di kandungan

terbentuk saat masih dalam kandungan via pluspng.com

Advertisement

Menurut para ilmuwan, seperti dilansir Hello Sehat, sidik jari mulai terbentuk di minggu ke-10 kehamilan hingga menghasilkan pola kompleks dan unik di akhir bulan ke-4. Meski nggak diketahui secara pasti bagaimana terbentuknya sidik jari, dikatakan bahwa janin yang bergerak di dalam rahim dan menyentuh dinding kantung ketubanlah awal mula pembentukan cetakan sidik jari yang unik. Selain dipengaruhi oleh pertumbuhan lapisan kulit, saraf yang menciptakan kekuatan untuk menarik epidermis juga berperan dalam proses pembentukan sidik jari.

2. Sidik jari setiap orang berbeda-beda, tergantung dari faktor genetik dan juga kondisi fisik dengan keunikannya masing-masing

tiap orang berbeda via www.brusheezy.com

Sampai saat ini, belum ditemukan ada dua orang di dunia yang sidik jarinya sama persis, bahkan sepasang kembar identik pun. Jangankan pada setiap orang, formasi pola sidik jari yang ditemukan pada masing-masing jari dari satu tanganmu juga bervariasi, begitu pun di tangan satunya. Ada banyak faktor yang memengaruhi pembentukan pola sidik jari. Yang jelas, tingkat aktivitas janin dan kondisi dalam kandungan pasti berbeda-beda antara satu dan lainnya. Saking acaknya proses tumbuh kembang janin dalam rahim, maka hampir nggak ada kesempatan pola sidik jari yang sama persis bisa terbentuk dua kali.

3. Pantas saja, sidik jari sangat ampuh digunakan untuk mengidentifikasi identitas seseorang. Lha wong nggak ada yang nyamain~

mengidentifikasi identitas seseorang via www.phoenixlawteam.com

Sidik jari disebut sebagai penanda identitas diri permanen, mengingat masing-masing orang punya pola unik yang berbeda. Bahkan ketika meninggal pun, sidik jari akan tetap ada karena kode polanya tertanam begitu dalam di bawah permukaan kulit. Pengujian identitas genetiknya sendiri dilakukan dengan cara mengidentifikasi pola materi genetik yang spesifik pada tiap individu. Jadi, meski hampir 99 persen urutan DNA dalam tubuh manusia punya kesamaan, namun tetap ada sejumlah kecil perbedaan yang signifikan, seperti dikutip dari hasil penelitian. Perbedaan inilah yang digunakan untuk membedakan antara satu individu dengan individu yang lain.

4. Meski jika ditelusuri ada beberapa subtipe pola sidik jari, tapi ada 3 pola dasar yang mesti kamu ketahui

ada 3 pola dasar via sciencestruck.com

Advertisement

Setiap orang pasti punya sidik jari yang berbeda. Tapi ada 3 pola dasar yang diperlihatkan oleh sidik jari yaitu lingkaran (loop), lengkungan (arch), dan ulir (whorl), seperti dilansir dari Science Struck. Pola tekstur perbukitan yang ada di ujung jari punya dua karakteristik umum untuk setiap sidik jari, yakni ujung bukit dan cabang yang urutannya berbeda pada tiap ujung jari. Ujung bukit adalah ulir yang berakhir tiba-tiba, sedang percabangan tercipta dari satu ujung bukit yang membelah dua dan terus berlanjut sebagai dua garis baru yang berbeda arah. Nah, dari ketiga pola dasar sidik jari ini, ada banyak subtipe sidik jari yang dihasilkannya.

5. Percaya nggak, sidik jari sulit rusak meski bisa aus. Kalaupun rusak karena luka, bekasnya akan terkode mengikuti pola sidik jari

bisa timbul kembali via hiveminer.com

Sidik jari bisa saja aus karena paparan kondisi ekstrim, namun sidik jari akan tumbuh kembali begitu paparan abrasif, tajam, atau kondisi panas mereda. Dalam beberapa kasus, kerusakan ujung jari yang sangat parah akan berdampak dalam ke lapisan pembangkit kulit, yang mana mengakibatkan perubahan permanen pada sidik jari. Namun berdasarkan laporan para ahli, bekas luka yang dihasilkan baik dari luka bakar atau benda tajam, bisa ikut terkode secara permanen mengikuti pola sidik jari. Wah, keren, ya!

6. Rupanya sidik jari juga banyak digunakan sebagai aksen unik dalam cincin kawin lo!

dipakai sebagai aksen cincin kawin via www.jringstudio.com

Nggak hanya menggunakan inisial untuk disematkan pada cincin kawin, kini mulai banyak juga yang menggunakan sidik jari sebagai aksennya. Unsur personal dari sidik jari ini membuat cincin kawin menjadi lebih spesial. Makna filosofisnya pun mendalam, dua sidik jari yang terukir pada cincin kawin dan menyatu dilambangkan sebagai penyatuan dua individu dalam ikatan yang simbolis. Selain unik, penggunaan cincin kawin berukirkan sidik jari ini menjadi cara untuk mendeklarasikan rasa cinta pada pasangan.

7. Bukan lagi sidik jari, kini tengah dikembangkan teknologi terbaru yang memanfaatkan telinga sebagai alat pemindai dan menggantikan fungsi sidik jari

earprint menggantikan finger print via www.akibanation.com

Para periset dari New York University dan Michigan State University menemukan celah besar di fingerprint scanner dan berhasil membuat alat khusus yang disebut masterprint guna membobol sidik jari di smartphone, seperti yang dikutip dari Mashable. Karena fingerprint dinilai sudah tak lagi aman, telinga diklaim memiliki keunikan khusus yang juga bisa dimanfaatkan sebagai alat autentifikasi oleh para peneliti. Bahkan Jepang telah merintis terobosan terbaru berbasis earprint yang bisa diunduh lo! Wah, tek-no-lo-gi.

Meski fungsinya sebagai alat pengamanan mulai tergeser oleh penemuan teknologi lainnya, nggak bisa dimungkiri bahwa sidik jari punya andil besar khususnya untuk mengidentifikasi identitas genetik seseorang. Mungkin sampai beberapa tahun ke depan, sidik jari masih akan terus dimanfaatkan oleh para penyidik. Hmm, kira-kira, serumit apa ya pola sidik jari yang kamu punya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya