Benarkah Pakai Sabu Bisa Bantu Jaga Stamina? Ternyata, Begini Penjelasan Lengkapnya dari Dokter

Alasan Nunung pakai sabu

Lagi-lagi, dunia hiburan tanah air baru saja dihebohkan dengan penangkapan artis terkait penyalahgunaan narkoba atau obat-obatan terlarang. Tri Retno Prayudati alias Nunung, belum lama ini diamankan pihak kepolisian lantaran dirinya beserta suami kedapatan memakai narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan dalam pernyataanya, ia sudah memakai sabu sejak 20 tahun lalu!

Advertisement

Seperti kebanyakan artis yang kepergok pakai narkoba, Nunung pakai sabu untuk menjaga stamina. Memang sih kalau melihat jadwal syutingnya di TV pasti capek banget, mungkin bisa dari pagi ke pagi lagi. Tapi biar gimana pun, mengonsumsi narkoba cuma demi stamina sama sekali nggak bisa dibenarkan dari sisi medis. Wah, kira-kira kenapa ya? Dan apa sih dampaknya kalau dikonsumsi jangka panjang sampai puluhan tahun kayak Nunung gitu?

Ketika orang beralasan pakai sabu untuk stamina, berarti dia menggunakan sifat stimulan dari sabu. Sifatnya memang bisa bikin lebih “semangat”

“Penampakan” sabu-sabu via harianmedan.com

Sabu termasuk metamfetamin ilegal yang bentuknya seperti kristal tawas atau gula batu. Selain kristal, ada juga yang bentuknya cair dan tablet. Mekanisme kerja sabu atau obat terlarang ini adalah dengan menstimulasi otak untuk menghasilkan hormon dopamin ribuan kali lipat dari biasanya.

Sedangkan, dopamin adalah senyawa kimia yang ada di otak yang tugasnya bikin kita bahagia, semangat, termotivasi, serta lebih percaya diri, seperti dilansir dari Alodokter. Dopamin bisa muncul setelah kita melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti makan, berhubungan seksual, melakukan hobi, dan lainnya.

Sayangnya, penggunaan sabu akan meningkatkan hormon dopamin melebihi kadar yang seharusnya. Efeknya membuat orang ketergantungan

Bisa bikin ketergantungan parah via beritagar.id

Sabu termasuk narkoba dengan tingkat ketergantungan yang tinggi, seperti yang dikatakan Dokter Adiksi dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) Jakarta, Hari Nugroho, dalam Kompas. Ini karena sabu bisa mendorong otak memproduksi dopamin melebihi kadar seharusnya, sampai ribuan kali lipat dari biasanya lo. Makanya tubuh bakal “ketagihan” kalau dikasih sabu terus.

Karena sifatnya yang “highly addictive“, penggunaan sabu secara ilegal tanpa pengawasan medis dilarang keras

Salah satu efek sabu bagi tubuh via aspal-putih.blogspot.com

Dilansir dari Detik, praktisi kesehatan jiwa dari Universitas Krida Wacana, dr Andri, SpKJ, FACLP, mengatakan kalau efek penggunaan sabu ini hanya sementara. Jika penggunaannya disalahgunakan, sabu bisa berbahaya bagi tubuh karena langsung memengaruhi sistem saraf pusat di otak.

Advertisement

Pengguna sabu bisa mengalami gejala depresi, agitasi, dan menimbulkan perilaku kekerasan. Bahkan dampak ketergantungan sabu bisa menyebabkan kerusakan organ hingga kematian lo!

Mau narkoba jenis apapun sebenarnya sama buruknya bagi tubuh. Jangan percaya kalau ada yang bilang narkoba A bikin badan enak bla bla bla. Meskipun benar bikin stamina kembali tapi sekali lagi, efek ketergantungan obat terlarang bisa membahayakan. Selain merugikan tubuh sendiri, juga bisa merugikan orang lain terutama keluarga. Sudah gitu, berisiko masuk penjara pula, duh…

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE