Ibu Paksa Anak Mengemis Untuk Bayar Arisan. Videonya Pukul Anak Juga Sempat Viral di Media Sosial

Anak mengemis untuk bayar arisan ibu

Bagi seorang ibu, memiliki anak bisa jadi hadiah terindah dari Sang Maha Kuasa. Terlebih jika anak tersebut hadir setelah penantian yang cukup panjang. Rasa syukur telah diberi kepercayaan menimang momongan juga makin bertambah bila mengingat faktanya tidak semua pasangan mendapat kesempatan yang sama. Tak sedikit yang belum juga dianugerahi anak meski sudah berjuang maksimal dengan mencoba berbagai cara.

Advertisement

Namun, berbeda halnya dengan apa yang baru saja terjadi di Makassar. Bukannya berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya, seorang ibu justru memperlakukan anaknya secara buruk. Ia memaksa anaknya untuk mengemis dan uangnya ia pakai untuk membayar arisan. Duh, egoisnya nggak ada obat!

Perlakuan jahatnya terungkap setelah ada video viral yang memperlihatkan dirinya melakukan kekerasan pada anaknya di daerah Panakkukang

Beberapa waktu lalu, media sosial dikejutkan dengan adanya video yang memperlihatkan seorang wanita memukul bocah perempuan di Panakkukang, Makassar. Tindak kekerasan itu dilakukan setelah si wanita –yang kemudian diketahui bernama Samina– tampak merogoh kantong anak itu dan mengambil sejumlah uang. Nggak diketahui apa perbincangan yang terjadi di sana, tapi setelah merogoh kantong, Samina langsung memukul bocah tersebut.

Tanpa ba-bi-bu, polisi pun langsung melacak keberadaan Samina yang ternyata tinggal bersama anaknya di salah satu rumah kontrakan, tak jauh dari lokasi terjadinya dugaan kekerasan

Polisi menemukan tempat tinggal Samina via netz.id

Viralnya video itu kemudian membuat pihak kepolisian bergerak melacak keberadaan Samina. Setelah diselidiki ternyata ditemukan kalau Samina tinggal di rumah kontrakan tak jauh dari lokasi kekerasan. Selanjutnya tim melakukan negosiasi terkait video di medsos itu. Samina juga telah mengakui kalau ia memang memukul anaknya. Tindakan itu ia lakukan lantaran si anak ketahuan memakai sebagian uang hasil mengemis untuk jajan.

Advertisement

Akhirnya korban yang masih kelas 3 SD itu dibawa lembaga perlindungan anak untuk konseling, sedangkan Samina diamankan ke Polsek.

Saat diinterogasi, Samina mengaku kalau ia menyuruh anaknya mengemis supaya bisa membayar arisan yang diikutinya. Ia juga sudah beberapa kali menyuruh anaknya mengemis

Uang hasil mengemis dipakai untuk bayar arisan via www.tribunnews.com

Ada juga fakta mengejutkan yang diperoleh saat proses interogasi. Samina mengaku kalau ia sudah beberapa kali menyuruh anaknya mengemis di area mal Panakkukang. Biasanya dalam satu hari anaknya bisa memperoleh uang sebesar Rp50 ribu sampai Rp70 ribu. Samina juga mengatakan kalau uang hasil mengemis itu ia gunakan untuk membayar arisan!

Kasus eksploitasi anak bukan baru sekali-dua kali terjadi. Di Indonesia ada ratusan bahkan ribuan anak yang sudah jadi korban kejahatan trafficking

Advertisement

Kasus eksploitasi anak sudah meresahkan via images1.prokal.co

Eksploitasi anak bukan lah kasus yang baru di Indonesia. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terhitung sejak 2011 sampai 2017 sudah ada 422 kasus kejahatan trafficking atau perdagangan anak dengan angka tertingginya adalah eksploitasi seksual. Eksploitasi sendiri terbagi jadi 3 jenis; eksploitasi fisik, eksploitasi sosial, eksploitasi seksual. Penjelasannya seperti berikut ini.

  • Eksploitasi fisik: penyalahgunaan tenaga anak untuk bekerja demi keuntungan orangtuanya atau orang lain
  • Eksploitasi sosial: segala tindakan yang membuat perkembangan emosional anak terhambat, contohnya seperti penelantaran
  • Eksploitasi seksual: tindakan melibatkan anak dalam aktivitas seksual yang bahkan mungkin belum dipahaminya, contohnya misal anak dijual di pelacuran, disuruh jadi aktor video porno kemudian diperjualbelikan, dll

Miris sekali melihat anak-anak korban eksploitasi yang harusnya bisa sekolah dan menggapai mimpi tapi malah dimanfaatkan demi keuntungan orangtuanya sendiri. Semoga pemerintah bisa menemukan solusi pasti supaya angka eksploitasi di Indonesia bisa menurun atau bahkan hilang sama sekali.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE