Disebut Bahaya untuk Otak, ini Fakta Thermo Gun alias Alat Pengukur Suhu Tubuh Selama Pandemi

Apa thermo gun bahaya

Selama new normal, mungkin kamu sudah beberapa kali ke luar rumah karena mempunyai urusan penting. Entah ke bank, supermarket, kantor, atau tempat-tempat umum lainnya. Apa yang terjadi sebelum

kamu diperbolehkan masuk ke sana? Biasanya ada petugas yang akan mengukur suhu tubuh kita dengan thermo gun. Ini sudah menjadi protokol kesehatan selama pandemi.

Namun, baru-baru ini beredar isu bahwa thermo gun mempunyai dampak negatif untuk otak. Masyarakat pun bingung menanggapinya. Ada yang membantah isu tersebut, tetapi ada juga yang mempercayainya. Bagaimanakah kebenarannya? Yuk simak fakta-faka berikut.

ADVERTISEMENTS

Beredar video viral yang menyebut bahwa thermo gun berbahaya bagi otak. Padahal alat ini sering digunakan untuk memeriksa suhu tubuh selama pandemi

“Karena hand gun termometer itu untuk memeriksa kabel panas. Lasernya dipakai untuk memeriksa kabel panas bukan untuk temperatur manusia. Mereka jual alat, tapi kita dibodohi. Kepala kita ditembak laser, kita tidak tahu dampak pada struktur otak bagaimana,” kata ekonom bernama Ichsanuddin Noorsy.

Video ini merekam percakapan antara Ichsanuddin dan pembawa acara kondang, Helmy Yahya, yang diunggah di YouTube pada Senin (13/7). Ichsanuddin berpendapat bahwa thermo gun bisa merusak jaringan otak. Pasalnya, dia menganggap alat ini dipakai untuk memeriksa kabel panas, bukan suhu tubuh manusia. Pendapatnya pun menghebohkan banyak orang. Video tersebut semakin viral setelah diunggah ulang oleh akun @lantip di Twitter pada Senin (20/7).

ADVERTISEMENTS

Menanggapi isu seputar thermo gun, dokter berkata bahwa alat ini nggak berbahaya. Thermo gun nggak memancarkan radiasi sehingga nggak merusak sistem saraf otak

Disebut Bahaya untuk Otak, ini Fakta Thermo Gun alias Alat Pengukur Suhu Tubuh Selama Pandemi

Aman kok  via www.pexels.com

Dilansir dari Kompas , Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia berkata bahwa pendapat Ichsanuddin nggak benar. Thermo gun nggak menggunakan laser, tetapi inframerah. Nah, sinar inframerah nggak memancarkan radiasi seperti sinar-X. Jadi thermo gun nggak akan berpengaruh pada sistem saraf dan retina mata.

Ternyata hoaks seputar thermo gun nggak hanya muncul di Indonesia. Sebelumnya, isu serupa viral di negara-negara Eropa dan Amerika Latin. Tetapi tenang aja, berbagai bukti ilmiah yang ada telah menyanggah efek buruk thermo gun pada manusia.

ADVERTISEMENTS

Maka, kita nggak perlu khawatir saat ada petugas yang memeriksa suhu tubuh kita dengan thermo gun. Aman dan sudah lolos uji kesehatan kok!

Disebut Bahaya untuk Otak, ini Fakta Thermo Gun alias Alat Pengukur Suhu Tubuh Selama Pandemi

Jadi protokol kesehatan Credit: pexels@gustavo-fring via www.pexels.com

Sekarang kita sudah tahu bahwa thermo gun nggak berbahaya. Apalagi alat ini sudah lolos uji kesehatan dan aman digunakan. Tetapi mungkin kamu masih penasaran, kenapa sih thermo gun “ditembakkan” ke dahi dan bukan ke bagian tubuh lainnya?

Ternyata, hal itu dilakukan karena dahi dianggap memiliki lebih banyak pembuluh darah tepi . Posisi dahi juga terekspos sehingga memudahkan pekerjaan petugas. Sebetulnya bagian tubuh yang paling baik untuk diukur suhunya adalah rongga mulut dan lubang anus, tetapi sulit untuk memeriksanya di tempat umum. Jadi dahi dianggap sebagai alternatif yang cukup akurat, kendati hasilnya bisa dipengaruhi suhu lingkungan sekitar.

Kalau ada petugas thermo gun yang hendak mengukur suhu tubuh dari dahi, sebaiknya kita ikuti aja instruksinya. Kita juga harus lebih selektif saat membaca atau mendengar informasi seputar Covid-19. Pastikan dulu kebenarannya sebelum percaya. Jangan menyebarkan isu yang belum jelas pada orang-orang sekitar. Pasalnya, mereka bisa panik dan malah melakukan hal-hal yang berbahaya. Yuk lebih bijak saat bertindak agar pandemi ini lekas berakhir!

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE