Terjadinya bencana alam besar seperti gempa bumi dan tsunami, seakan-akan mengingatkan kita betapa kecil dan tidak berdayanya manusia di hadapan semesta. Hanya dalam hitungan detik atau menit, sebuah kota yang tadinya dipenuhi hiruk pikuk kehidupan warga bisa hancur ‘tersapu bersih’ oleh ombak dan getaran gempa. Bencana alam bisa terjadi kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja, dan seringkali datang tanpa peringatan

Bahkan ilmuwan terhebat maupun teknologi tercanggih yang ada sekarang nyatanya belum bisa dengan akurat memprediksi gempa bumi dan tsunami.

Advertisement

Di samping upaya para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi paling canggih, satu hal yang sampai kini terus dipelajari adalah kemampuan istimewa hewan untuk memprediksi datangnya bencana alam. Meski mungkin banyak orang yang menganggapnya sebagai kepercayaan ‘orang dulu’, ternyata ada juga ilmuwan yang hingga kini serius meneliti perilaku atau tingkah aneh hewan menjelang bencana alam besar seperti gempa bumi atau tsunami. Bagaimana sih fakta yang sebenarnya? Yuk simak rangkuman Hipwee News & Feature kali ini!

1. Dilansir dari National Geographic, para ahli sejarah di tahun 373 Sebelum Masehi telah mencatat bahwa hewan-hewan seperti tikus, ular dan cerpelai meninggal kota Yunani, Helike tepat beberapa sebelum gempa menghancurkan kota tersebut

Kota yang hilang, Helike via www.elixirofknowledge.com

Ini membuktikan bahwa sejak ratusan tahun lalu, insting hewan untuk memprediksi bencana telah menjadi perhatian kaum cendekiawan.

2. Dilansir dari ThoughtCo., hewan punya insting istimewa untuk mendeteksi saat suatu predator sedang mengintai mereka atau saat mereka butuh menyasar mangsa buruan. Diperkirakan bahwa ini juga berlaku saat mereka merasakan adanya gejala bencana alam

Insting yang mereka miliki untuk berburu dan menghindar dari predator juga diyakini digunakan oleh para hewan untuk  menyelamatkan diri dari ancaman bencana alam.

3. Sejumlah negara telah melakukan penelitian tentang bagaimana para hewan memprediksi gempa. Ada dua teori yang diyakini tentang bagaimana hewan dapat memprediksinya

Salah satu contoh gempa bumi di Nepal tahun 2015 via www.nationalgeographic.com

Advertisement

Teori pertama menyatakan bahwa para hewan tertentu punya kepekaan tinggi terhadap vibrasi bumi. Teori lainnya adalah para hewan diyakini dapat mendeteksi perubahan pada udara atau gas bumi. Belum ada bukti konklusif tentang bagaimana hewan dapat memprediksi bencana gempa bumi, namun sejumlah peneliti percaya bahwa hewan-hewan di Yala National Park, Sri Lanka mampu mendeteksi gempa bumi dan berusaha pergi ke dataran yang lebih tinggi sebelum serangan tsunami menerjang  beberapa tahun silam terjadi.

4. Para ilmuwan tak percaya kalau hewan punya semacam ‘indra keenam’ untuk mendeteksi bencana. Namun para ilmuwan meyakini, panca indra para hewan memang didesain mampu menangkap frekuensi yang tak mampu diterima manusia biasa

Hewan-hewan menangkap frekuensi yang berbeda via steemit.com

Manusia ‘hanya’ mampu menangkap frekuensi dengan rentang 20 hertz hingga 20.000 kilo hertz, sedangkan suara dengan frekuensi di luar rentang itu umumnya tak mampu ditangkap oleh manusia. Sedangkan para hewan, misalnya saja anjing, mampu menangkap gelombang frekuensi yang lebih rendah. Oleh karena itu, saat terjadi gempa bumi yang melibatkan gelombang seismik di bawah tanah yang memproduksi suara infrasonik dengan suara di bawah 20 hertz dapat tertangkap oleh hewan seperti anjing yang bisa jadi membuatnya merasa gelisah dan tak nyaman sehingga bertingkah ganjil.

5. Tak hanya hewan di daratan, ternyata hewan di dalam air pun dapat mendeteksi adanya keganjilan yang terjadi pada bumi lho

Hewan-hewan akuatik seperti ikan hiu dapat mendeteksi adanya bencana alam karena kepekaan mereka terhadap tekanan hidrostastik di bawah air. Kepekaan seperti ini membuat hewan air tertentu biasanya akan menyelam lebih dalam saat badai siklon atau angin topan menyerang. Pasalnya, saat bencana seperti ini akan terjadi, tekanan air dan tekanan hidrostatik menurun sehingga hewan air biasanya akan merespon dengan menunjukkan tingkah laku yang aneh dan ganjil.

6. Bahkan, para ahli geologi kini dapat mulai mengaitkan banyaknya laporan hewan hilang di surat kabar menjelang terjadinya bencana alam dahsyat

Laporan anjing hilang via www.ccspca.org

Dilansir dari Smithsonian.com, para ahli geologi kini mulai menduga adanya kemungkinan terjadi bencana gempa bumi hanya dari melihat kolom iklan pencarian hewan hilang. Wah, sampai segitunya ya.

7. Meski segelintir ilmuwan masih meragukan keakuratan perubahan perilaku hewan dengan kemungkinan terjadinya bencana, sejumlah peneliti lain meyakini masih adanya keterkaitan antara bencana alam dengan keganjilan sikap hewan yang tiba-tiba

Bencana gunung berapi meletus via m.outdoorrevival.com

Sejumlah peneliti menganggap bahwa adanya kemungkinan gempa bumi yang akan menyerang memunculkan medan listrik dan fluktuasi magnetik yang ditangkap oleh hewan-hewan, yang mampu mendengar suara infrasonik yang tak mampu didengar manusia. Suara infrasonik ini sangat dalam, lambat dan menakutkan sehingga membuat banyak hewan merasa gelisah dan tak nyaman.

8. Di era mendatang, bisa jadi langkah yang dilakukan oleh ilmuwan Rusia dan Jerman yang akan memantau perilaku ganjil hewan saat menanggapi bencana yang akan datang melalui  antariksa ini menjadi terobosan mendeteksi bencana lebih dini

Ceknya via satelit via steemit.com

Para ilmuwan di Rusia dan Jerman telah meluncurkan sebuah studi yang akan melacak migrasi massal burung dan kelelawar melalui satelit. FYI, migrasi burung dan kelelewar dipastikan terbang melintasi episenter suatu gempa bumi besar dan para ilmuwan dapat memantau saat mereka mengambil jalan memutar di sekelilingnya.

Ilmu pengetahuan memang telah berkembang pesat, namun banyak rahasia alam yang masih belum diteliti dan masih butuh perhatian khusus demi kemajuan teknologi dan penanganan pencegahan gempa yang lebih cepat, akurat dan dini agar di masa depan, tak ada lagi korban harus berjatuhan akibat bencana alam besar. Alih-alih mengaitkan perilaku hewan yang mendadak aneh saat jelang bencana alam dengan hal-hal berbau mistis, sebaiknya lebih banyak lagi riset yang dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya