Selama ini Yogyakarta terkenal sebagai surga mahasiswa. Nggak hanya karena banyaknya universitas, tetapi juga karena biaya hidup di kota ini yang konon amat manusiawi. Dibandingkan kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, hidup di Yogyakarta itu hemat banget. Pantas setiap tahun ada ratusan ribu mahasiswa yang merantau ke sini. Tetap saja, masing-masing mempunyai pemasukan dan gaya hidup yang berbeda, sehingga pengeluaran per bulannya pun nggak sama.

Dalam upaya untuk menemukan gambaran biaya hidup Yogyakarta yang lebih rinci, kali ini Hipwee mewawancarai sejumlah mahasiswa aktif dari 10 kampus yang berbeda di Yogyakarta, yakni UGM, UNY, Sanata Dharma, MMTC, ISI, UIN, UMY, Janabadra, YKPN, dan UPN (maaf kalau kampusmu tidak masuk, mungkin kurang populer, haha). Secara jenis kelamin dan angkatan bervariasi, mulai dari angkatan 2010 hingga 2018. Sampel ini dipilih secara acak, tapi kemudian hasilnya kami bandingkan dengan rata-rata keuangan mereka (uang bulanan anak sultan beda dong dengan anak rakyat jelata).

Advertisement

Persamaannya, mereka semua adalah anak kos, jadi informasi berikut ini diharapkan bakal bisa jadi bayangan untuk kamu yang ingin merantau dan kuliah di Yogyakarta. Bisa juga jadi perbandingan buat kamu yang udah lama ngekos di sini. Apalagi Hipwee mencoba menguraikannya secara rinci, dipetakan berdasarkan kategori kebutuhan sehari-hari. Simak!

1. Sewa kos tentu salah satu biaya paling utama (dan besar). Paling perlu diperhitungkan sejak awal

Hmm lumayan juga ya~ via www.hipwee.com

Karena Yogyakarta punya banyak kampus, tempat kos yang disewakan pun banyak. Ada yang khusus cewek atau cowok aja, ada juga yang campuran. Biasanya harga ditentukan dari luasnya kamar, tersedianya perabotan, letak kamar mandi, dan sebagainya. Dari data yang diperoleh Hipwee, narsum dengan sewa kos terendah adalah Rp250.000 per bulan (narsum mahasiswa ISI). Harganya relatif murah karena terletak di daerah selatan kota yang lebih sepi.

Di luar narsum Hipwee, sebenarnya ada juga lo sewa kos yang hanya Rp100.000 per bulan di Yogyakarta! Tapi fasilitasnya lebih terbatas dan juga lebih sempit. Sementara itu, sewa kos tertinggi dari narsum kami adalah Rp600.000 per bulan (mahasiswi MMTC). Kos dengan harga segini udah dilengkapi dengan perabotan dan kadang-kadang udah mencakup iuran wifi. Ada juga yang udah dilengkapi kamar mandi dalam dan dapur bersama buat memasak.

2. Berikutnya biaya makan, galon, dan sembako (beras, minyak goreng, telur, dan lain-lain). Ini semua penting untuk mengisi perutmu

Ternyata bisa sehemat ini! via www.hipwee.com

Advertisement

Biaya makan dan minum mahasiswa beragam tergantung frekuensi makan, pilihan makanan, dan pilihan tempat makannya. Biasanya sih kebanyakan mahasiswa hanya makan dua kali sehari (wuaduh). Dari data yang diperoleh, biaya terendah adalah Rp252.000 (mahasiswa YKPN). Murah? Ya dia sering makan di luar tapi memilih tempat yang murah seperti warung soto, warung bubur, dan warung bakso yang harga satu porsinya masih di bawah Rp10.000.

Sementara itu, biaya tertinggi adalah Rp1.100.000 (mahasiswi MMTC). Terdiri dari biaya makan di luar Rp800.000, biaya galon Rp10.000 (diisi ulang dua kali per bulan), dan biaya sembako Rp300.000 buat masak sendiri di kos. Tapi nggak setiap bulan perlu beli banyak sembako karena masih ada sisa, jadi cukup hemat juga.

3. Jangan lupa biaya transportasi dan parkir. Penting lo buat bepergian ke mana-mana~

Tergantung naik apa nih via www.hipwee.com

Ada berbagai transportasi yang bisa digunakan di Yogyakarta. Kebanyakan mahasiswa naik motor pribadi, tapi ada juga lo yang naik transportasi umum supaya lebih hemat. Contohnya mahasiswi UIN dengan biaya transportasi hanya Rp50.000 per bulan. Soalnya dia sering naik sepeda kampus yang gratis. Kadang-kadang juga naik ojek online atau Trans Jogja yang harga tiketnya hanya sekitar Rp3.000 ke manapun. Murah ya~

Biaya transportasi juga tergantung gaya hidup kita. Jumlah tertinggi adalah Rp380.000 per bulan (mahasiswi Janabadra). Terdiri dari bensin motor Rp300.000 dan parkir Rp80.000. Soalnya dia memang sering bepergian dan nongkrong sama teman. Setiap bulan, bisa 6 kali nonton di bioskop dan 5-9 kali jalan-jalan di mall. Belum lagi kalau makan di luar dan belanja di supermarket. Jadi biaya transportasi dan parkirnya memang sebanding. Sekadar info, tarif parkir di Yogyakarta sejauh ini masih Rp1.000 untuk sepeda motor dan Rp2.000 untuk mobil. Tapi bisa lebih mahal untuk lokasi-lokasi tertentu.

4. Karena sibuk, banyak anak kos yang memanfaatkan jasa laundry buat mencuci baju. Berapa ya kira-kira biayanya?

Nyuci sendiri memang lebih hemat~ via www.hipwee.com

Karena sibuknya kegiatan, banyak anak kos yang nggak bisa rutin mencuci baju sendiri. Karena itulah mereka manfaatin jasa laundry. Biayanya relatif murah lo! Di laundry rumahan, harga per kilo biasanya Rp3.500 – 4.500 udah termasuk jasa setrika. Biasanya selesai dalam 2-3 hari. Kalau mau sehari jadi, per kilo bisa Rp10.000. Harganya lebih mahal kalau di laundry premium, bahkan ada yang dihitung per potong pakaian.

Dari data yang diperoleh, ternyata ada yang mengeluarkan uang sama sekali buat laundry, yaitu mahasiswi UIN yang rajin mencuci baju sendiri. Cukup beli sabun cuci dan ember, bisa kok mencuci di kamar mandi. Sedangkan biaya tertinggi adalah Rp70.000 (mahasiswa ISI dan Janabadra). Tapi nggak semua digarap laundry, biasanya hanya yang berat, terutama sprei dan jaket.

5. Pulsa, paket data, dan warnet adalah kebutuhan yang penting banget buat mahasiswa. Biar bisa internetan dengan nyaman~

Jangan boros-boros yak via www.hipwee.com

Mahasiswa zaman sekarang butuh banget koneksi internet. Tapi dari seluruh narasumber kami, nggak ada lo yang rutin ke warnet setiap bulan. Mungkin memang sudah lewat masanya mengandalkan warnet. Rata-rata mengandalkan HP dan laptop masing-masing buat internetan. Untungnya kebanyakan kampus menyediakan koneksi wifi gratis, jadi bisa hemat. Biaya pulsa dan paket data terendah adalah Rp50.000 (UMY). Bisa dapat kuota beberapa giga nih tergantung provider-nya.

Sayang nggak semua kampus menyediakan wifi yang kencang. Misalnya aja di Sanata Dharma, koneksi cenderung lelet kalau membuka beberapa laman sekaligus. Nggak heran kalau biaya tertinggi diraih mahasiswi Sanata Dharma, yaitu Rp150.000 per bulan. Terdiri dari pulsa Rp50.000 dan paket data Rp100.000. Maaf ya Sanata Dharma, tapi ini dari mahasiswa-mahasiswamu sendiri lhoo ~

6. Kebutuhan sehari-hari kayak odol, sampo, dan sabun cuci juga penting lo. Anak kos wajib punya~

Ternyata nggak usah beli sendiri juga bisa~ via www.hipwee.com

Memang sih anak kos nggak selalu mandi dua kali sehari, tapi tetap saja butuh odol dan sampo. Sabun cuci piring, sabun cuci baju, dan kebutuhan sehari-hari lainnya juga perlu dibeli. Semua itu bisa didapat dengan gratis kayak yang dilakukan mahasiswa dari tiga kampus yang diwawancara. Karena kampung halamannya cukup dekat, mahasiswa Sanata Dharma dan YKPN bisa pulang setiap bulan. Mereka pun membawa berbagai kebutuhan dari rumah.

Sedangkan biaya tertinggi adalah Rp100.000 (mahasiswi MMTC dan Janabadra). Jumlahnya cukup wajar, apalagi kalau memilih produk yang mereknya lumayan terkenal. Biar lebih murah, bisa lo manfaatin berbagai diskon di pusat perbelanjaan. Bisa juga berbelanja di koperasi mahasiswa milik kampus masing-masing.

Belum selesai lho, informasi penting lainnya ada di halaman selanjutnya, klik yak!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya