Sadar nggak sih kalian, kalau kita sekarang tinggal di zaman serba edan. Banyak banget orang yang bertindak di luar nalar dan pikiran manusia normal. Yang gadoin micin lah, cicipin sianida lah. Atau jangan-jangan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebenarnya sudah mengubah arti kata ‘normal’ itu sendiri ya? Jadi yang dianggap normal justru orang-orang yang berani mengambil risiko meskipun taruhannya nyawa sekalipun. Kalau penasaran banget, bisa sih coba cek versi online-nya, kali aja berubah beneran.

Setelah belum lama ini seorang remaja terluka ketika mencoba selfie ketika kereta api lewat, lagi-lagi beredar video kids zaman now yang rela melakukan hal berbahaya demi eksistensi semata. Dua remaja cowok terlihat berada di atas motor sambil live di Facebook! Bukannya fokus ke jalanan, pengendaranya malah beberapa kali melihat ke arah kamera di belakangnya.

Advertisement

Duh yang lihat aja ngeri. Tapi coba yuk kita pahami bersama sebenarnya apa ya alasan kebanyakan kids zaman now ini hobi banget melakukan hal-hal aneh bin ajaib. Simak ulasan Hipwee News & Feature kali in yuks!

Sebenarnya, alasan utamanya ya pasti karena pengen eksis lah. Secara, zaman sekarang tuh kalau followersnya baru ratusan dianggap nggak keren!

Followers banyak = panutan via grabfreefollowers.com

Media sosial sekarang kayak udah jadi ‘nafas’ anak-anak muda. Siapa coba di antara kalian yang nggak punya satupun akun media sosial? Memang sih di satu sisi media sosial berguna banget buat menjalin silaturahmi sama teman, kerabat, atau keluarga nun jauh di sana. Atau buat sekedar update fenomena-fenomena baru di masyarakat. Tapi di sisi lain, media sosial justru dijadi patokan buat mengukur kadar kekerenan seseorang. Salah satunya dari jumlah followers! Gimana cara menarik perhatian sesama penggunanya? Ya dengan bikin konten nyeleneh. Inilah yang dipahami kebanyakan kids zaman now. Makin berani, makin banyak pengikut, otomatis mereka akan makin dianggap keren dan merasa terkenal. Huft~

Nggak sedikit juga yang bertindak konyol karena ditantang teman-temannya melakukan challenge. Kalau menolak, banyak yang takut bakal ketinggalan tren atau bahkn di-bully 

Kylie Jenner lips challenge, yang malah berujung bibir nggak bisa balik! Duh! via www.providr.com

Bullying atau bahasa Indonesianya perundungan, memang nggak jarang jadi ‘momok’ tersendiri bagi sebagian anak-anak atau remaja. Demi menghindari perundungan, sering mereka menuruti apa yang diperintahkan teman-temannya, misalnya dengan melakukan tantangan atau challenge tertentu. Mending kalau tantangannya seru dan nggak berbahaya, lah ini malah membahayakan nyawa. Mirisnya, meskipun udah tahu bakal bahaya, mereka tetap nggak ragu melakukannya. Sedih nggak sih??

Media sosial bisa bikin orang terkenal dalam 5 menit dan udah banyak contohnya. Mungkin ini yang bikin mereka jadi ‘sumbu pendek’

Awkarin jadi salah satu contoh selebgram yang terkenal secara instan via hariannusantara.com

Advertisement

Udah bukan rahasia umum lagi kalau media sosial memang bisa bikin orang terkenal dalam waktu singkat. Biasanya orang-orang yang tenar secara instan ini adalah mereka yang punya keunikan sehingga bisa mencuri perhatian orang lain. Nah, banyaknya contoh kasus “mendadak beken” ini ternyata bikin nggak sedikit orang pengen melakukan hal serupa. Mereka mencari cara biar bisa dikenal banyak orang dalam waktu singkat. Saking udah nggak ada cara lain, banyak yang jadi ‘sumbu pendek’, atau nggak berpikir panjang dan malah membahayakan nyawa!

Atau bisa jadi karena mereka butuh duit. Budaya endorse sedikit banyak mendorong banyak orang ngotot pengen eksis biar dapat keuntungan

“Caper” biar bisa dapet endorse via thes3agency.com

Fenomena endorse yang sekarang banyak dimanfaatkan pelaku bisnis sebagai trik pemasaran, mungkin juga jadi alasan lain kids zaman now ‘bodo amat’ sama setiap tindakan mereka. Nggak peduli apa bahayanya, gimana dampak jangka panjangnya, yang penting punya followers ribuan dan di like sama ratusan orang. Beda dengan budaya iklan yang biasanya harus sesuai image-nya, banyak endorse yang sebenarnya sama sekali nggak nyambung dengan akun bersangkutan. Ya yang penting nampang aja produknya.

Banyak yang juga pengen pamer ‘sesuatu yang baru’ yang sebelumnya belum pernah dilakukan orang-orang

Cari sesuatu yang baru tapi justru berbahaya via abcnews.go.com

Sebagian lain mungkin punya tujuan menyajikan sesuatu yang baru ke khalayak media sosial. Nggak cuma restoran aja yang butuh inovasi, tapi juga orang-orang di media sosial. Ya tapi please-lah, pengen kelihatan beda sih sah-sah aja, siapa tahu juga bisa menginspirasi orang lain. Tapi kalau sampai membahayakan nyawa sendiri apa malah nggak ceroboh namanya?! Sedihnya lagi, udah berbahaya, tapi malah jadi banyak ditiru. Nggak cuma 1 nyawa yang rawan melayang, tapi puluhan, mungkin juga ratusan. Astaga naga..

Nah, buat kamu yang merasa jadi kids zaman now yang rela membahayakan nyawa demi konten, bisakah kalian memberi kami pencerahan, sebenarnya apa yang jadi alasanmu melakukannya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya