Beredar Video Bocah di Australia Menangis & Ingin Bunuh Diri Karena Di-bully. Katanya Tak Tahan Lagi

Bocah Australia ingin bunuh diri

Jagat media sosial baru saja diramaikan dengan unggahan video penuh haru yang memperlihatkan anak kecil berusia 9 tahun asal Australia menangis sepulang sekolah. Berdasarkan narasi yang beredar, bocah itu menangis karena udah nggak tahan dengan perundungan yang selalu ia terima dari teman-temannya. Bahkan kabarnya, anak tersebut sampai punya keinginan bunuh diri!

Advertisement

Sang ibu yang nggak kuasa melihat penderitaan anaknya, merekam kejadian tersebut dan memberitahu dunia bahwa perundungan dapat merusak hidup dan mental seseorang. Video yang diunggah tersebut viral di seluruh belahan dunia dan meraup simpati dari seluruh kalangan termasuk selebriti Hollywood. Namun, nggak lama berselang justru muncul konspirasi yang mengungkap usia sesungguhnya bocah tersebut yang menurut kabar adalah 18 tahun! Pengin tahu fakta-faktanya? Yuk, simak dalam ulasan di bawah ini!

1. Quaden Bayles, bocah viral pengidap dwarfisme berumur 9 tahun mendapat perundungan dari teman-temannya. Perlakuan itu kabarnya sampai membuat ia berniat bunuh diri

Quaden Bayles menangis sepulang sekolah via mashviral.com

Dilansir dari Insider Quaden Bayles, seorang anak berumur 9 tahun mengalami hal berat dalam hidupnya. Sebagai anak yang terlahir dengan dwarfism atau kelainan tinggi badan di bawah rata-rata, ia selalu menjadi sasaran perundungan dari teman-temannya di sekolah.

Suatu hari ia nggak tahan lagi dengan perlakuan tersebut dan menangis di mobil sepulang sekolah. Melihat hal tersebut sang ibu merekam anaknya yang menangis tersebut. Dalam videonya, Quaden berkata ingin bunuh diri dan mengakhiri segalanya. Unggahan mengharukan tersebut seketika banjir dukungan dari orang di seluruh dunia. Bahkan artis-artis terkenal Hollywood dari Hugh Jackman sampai Brad William membuka donasi untuk membantu Quaden.

Advertisement

2. Setelah video tersebut dibanjiri dukungan, seseorang membuat konspirasi yang menyatakan Quaden ternyata berumur 18 tahun dan melakukan penipuan demi mendapat uang dari orang-orang

Konspirasi Quaden via twitter.com

Dilansir dari Kompas, setelah video yang diunggah oleh ibunya tersebut banjir dukungan, rupanya ada pengguna media sosial lain yang berusaha mengungkap sebuah konspirasi tentang Quaden. Ia menuding kalau anak kecil berumur 9 tahun tersebut memalsukan jati dirinya yang sebenarnya berusia 18 tahun. Akibat konspirasi ini, banyak orang yang berubah pikiran dan nggak mempercayai Quaden. Si pembuat konspirasi mengatakan bahwa Quaden berakting untuk mendapatkan banyak uang dari donasi yang diberikan orang-orang.

3. Banyak pihak akhirnya mencari tahu fakta sebenarnya, hingga sampailah pada pendapat pertama bahwa Quaden memang benar berusia 9 tahun. Soalnya konspirasi di atas nggak bisa dibuktikan

Quaden dan ibunya via metro.co.uk

Dilansir dari Snopes, orang dalam foto-foto yang dianggap sebagai Quaden remaja itu adalah orang yang berbeda. Hal ini diperkuat oleh fakta kalau Quaden dan sang ibu pernah tampil di televisi, salah satunya di channel Australian Network pada 2015 lalu, yaitu saat Quaden masih 4 tahun. Saat itu, mereka diundang untuk membahas soal perundungan juga, yang katanya sudah dialami Quaden waktu itu. Jadi menurut situs Snopes dan Insider, Quaden memang benar berumur 9 tahun dan memastikan bahwa anak tersebut bukan seperti yang dikatakan dalam konspirasi.

Terlepas dari berapa usia Quaden yang sebenarnya, perundungan atau bullying ini benar-benar sudah jadi sesuatu yang gawat. Sudah banyak anak, remaja, atau orang dewasa yang jadi korban perundungan hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Perundungan tidak seharusnya dibiarkan mendarah daging. Tindakan ini sudah harus diakhiri!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An amateur writer.

CLOSE