Nggak perlu jadi penyuka horor buat tahu kalau hantu itu identik dengan suasana yang gelap dan mistis. Jarang banget ‘kan kita temui film, sinetron, video, atau tontonan apapun yang memunculkan hantu di siang bolong. Rasanya esensi seramnya jadi kurang greget! Niatnya aja buat bikin orang takut, lha kalau suasana ramai, gagal dong si setannya… 🙁

Nah ternyata penampakan hantu di malam hari itu bukan mitos atau scene film horor yang dilebih-lebihkan saja lho. Di balik fenomena tersebut, ternyata ada teorinya yang nggak asal. Buat kamu yang penasaran, tenang, Hipwee sudah merangkum 5 alasan ilmiahnya kenapa hantu lebih banyak muncul saat hari sudah gelap. Yang jelas bukan karena dia takut matahari ya. Kuy, simak~

1. Saat kecil, orang tua sering melarang kita buat keluar rumah kalau hari mulai petang. Ini bukannya tanpa alasan…

Setan muncul waktu magrib. Benarkah? via hype.idntimes.com

Advertisement

Orang tua zaman dulu memang kebanyakan percaya kalau setan akan berkeliaran di waktu magrib. Makanya mereka akan menyuruh anak-anaknya pulang sebelum petang dan melarangnya keluar rumah saat magrib tiba. Ternyata ini bukan bukannya tanpa alasan. Jadi sebetulnya waktu menjelang petang itu waktu di mana alam berubah warna menjadi merah dan spektrum cahayanya punya resonansi yang sama dengan setan dan jin. Jadi ya sedikit masuk akal sih kalau saat-saat ini setan dan jin memang sedang kuat-kuatnya sehingga bisa sampai mengganggu kita.

2. Banyak yang percaya kalau jam 12 malam adalah waktu terbaik untuk hantu muncul dan menakut-nakuti manusia. Padahal…

Jam 12 waktu favorit setan via theghosthuntuk.com

Saat masih terjaga dan waktu sudah menunjukkan pukul 00.00, kita sering merinding sendiri dan otomatis berpikiran yang nggak-nggak. Ternyata itu hal yang wajar lho. Karena waktu tengah malam ini merupakan waktu sugesti semata. Saat itu, emosi manusia memang sedang berada di titik ‘nol’. Emosi yang rendah akan membangun sugesti-sugesti menyeramkan yang kemudian membuat manusia sering berhalusinasi. Kadang melihat bayangan benda aja sudah dikira hantu.

3. Secara logika, kondisi malam yang sunyi dan sepi bisa membuat orang lebih peka sama suara-suara sekitar

Lebih peka via www.shutterstock.com

Coba bandingkan manakah yang lebih jelas, suara serangga di siang hari atau malam hari? Tentu saja malam hari. Karena saat terang benderang, orang masih banyak yang beraktivitas, jadi kita juga masih banyak distraksi. Lain halnya ketika hari mulai sepi, gelap, dan sunyi. Suara sedikit aja bisa terdengar. Belum lagi orang kadang sudah parno duluan kalau jalan sendiri malam-malam. Ya, wajar kalau ada “Srek..srek..” sedikit mereka langsung ngibrit.

4. Waktu dini hari sering dihindari orang-orang penakut karena ada anggapan kalau itu jadi waktu favorit setan berkeliaran

Sleep paralysis via suryamalang.tribunnews.com

Advertisement

Mungkin kamu sering dengar istilah sepertiga malam terakhir. Nah di waktu ini manusia sedang berada di puncak tidurnya. Secara psikologis disebut dengan istilah Rapid Eye Movement (REM). Kalau orang terbiasa begadang, mereka nggak akan sampai di titik ini. Otaknya jadi memproses sesuatu yang berbeda. Makanya, saat mereka tertidur sering banget mengalami sleep paralysis atau istilah awamnya tindihan. Di kondisi ini biasanya tubuh nggak bisa digerakkan, bahkan bicara pun susah, membuat orang panik dan mengalami halusinasi pendengaran, visual, atau perasaan. Nggak heran kalau banyak orang mengaku melihat hantu saat tindihan. Padahal itu cuma dibentuk dari pikiran-pikirannya sendiri.

5. Seringkali saat orang merasakan titik dingin di spot tertentu di malam hari, mereka lantas berasumsi kalau setan sedang lewat

Titik dingin via www.shutterstock.com

Saat berjalan di malam hari, kamu tentu pernah sesaat merasakan udara tiba-tiba jadi dingin. Tapi waktu berjalan ke arah lain, temperatur kembali normal. Ahli paranormal menyebut ini sebagai titik dingin, yaitu saat makhlus halus sedang mengambil energi di sekitarnya termasuk panas udara. Sayangnya argumen ini dipatahkan dengan anggapan bahwa udara dingin malam bisa membuat benda-benda melepaskan panasnya untuk menstabilkan temperatur ruangan. Perubahan yang disebut proses konveksi inilah yang menyebabkan rasa dingin di kulit manusia.

Tapi biar gimanapun dunia makhluk halus itu dunia yang gaib, yang manusia sendiri sebetulnya belum bisa membuktikan secara konkrit. Jadi sangat wajar kalau kamu sedikit penasaran dan parno ketika waktu malam tiba. Salah satu dari poin yang Hipwee ulas itu mungkin bisa menjelaskan kenapa Bacun di webseries LEMBUR BACUN selalu diganggu saat lembur di malam hari padahal siang harinya aman-aman saja. Setelah ketemu pocong dan hantu mbak-mbak yang lehernya patah, kali ini Bacun merasa ada yang menggerayangi kaki dan tangannya. Wuih! Tonton episode ketiga Webseries horor-komedi persembahan Kanna di bawah ini:


Pasalnya di malam hari, kantor sudah sepi jadi indera pendengaran Bacun pun lebih peka kalau ada sesuatu yang ‘berbeda’. Bisa jadi juga Bacun sudah terlalu lelah karena disuruh lembur melulu. Yah apa pun alasannya, kamu nggak mau kan ketemu yang enggak-enggak di malam hari pas asyik-asyiknya lembur sendiri? Makanya, jangan tiru Bacun ya! Hehe

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya