Di dunia ini, kita hidup berdampingan dengan bakteri, virus, mikroba, atau apapun yang bisa jadi sumber penyakit pada tubuh makhluk hidup, termasuk manusia. Jadi rasanya nggak mungkin ada orang yang seumur hidupnya nggak pernah sakit. Kalau penyakit yang diderita normal dan jelas pengobatannya sih mungkin masih bisa diterima. Tapi kalau penyakitnya langka yang bahkan ahli medis belum pernah menemui kasus serupa, itu malah bisa bikin stres.

Seperti halnya yang dialami seorang perempuan 21 tahun asal Italia ini. Perempuan yang namanya tak dipublikasikan ini mengidap kelainan yang bisa bikin kulitnya mengeluarkan keringat darah! Kok bisa?! Memangnya nggak bisa diobati? Daripada penasaran, langsung aja yuk simak ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

Perempuan ini sudah 3 tahun mengalami kondisi langka tersebut. Wajah dan telapak tangannya “berdarah” bahkan ketika ia diam saja

Foto kiri: saat keringat darah keluar dari wajahnya. Foto kanan: gambar jaringan kulit dilihat dari mikroskop yang menunjukkan kondisi normal via sains.kompas.com

Advertisement

Dalam kondisi normal, darah akan keluar kalau tubuh kita terluka. Tapi lain halnya dengan perempuan ini. Dilansir CNN, darah keluar begitu saja dari kulit perempuan asal Italia ini tanpa disertai luka. Biasanya ‘pendarahan’ berlangsung sekitar 1-5 menit dan berhenti begitu saja. Pun ketika tidur atau saat nggak beraktivitas berat, ‘pendarahan’ bisa terjadi. Terlebih saat sedang stres, darah yang keluar bakal lebih intens. Kondisi yang sudah dialaminya selama 3 tahun ini, membuatnya menarik diri dari lingkungan sosial karena malu. Ia pun kerap dilanda stres.

Setelah dites, kulit atau darahnya tak menunjukkan tanda-tanda kelainan. Tapi belakangan diketahui ia mengidap hematohidrosis

Hematohidrosis via update.ahloo.com

Anehnya setelah diperiksa, hasilnya menunjukkan kalau jaringan kulit perempuan tersebut normal. Begitu pula hasil tes darahnya. Kasus ini dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal. Dalam jurnal tersebut, Drs. Roberto Maglie dan Marzia Caproni, ahli dermatologis dari University of Florence, mendiagnosis kelainan langka itu sebagai hematohidrosis, sebuah kondisi ketika “keringat darah” keluar secara spontan melalui kulit.

Dikutip dari Howstuffworks, Dr Frederick Zugibe, ahli forensik asal New York mengatakan hematohidrosis adalah salah satu efek samping yang cukup ekstrem saat tubuh merespon kecemasan atau ketakutan yang berlebihan. Biasanya kondisi ini ada hubungannya dengan penyakit lain seperti hemachromatosis, yakni kondisi dimana zat besi yang disimpan tubuh terlalu banyak.

Dokter berusaha memberikan treatment berupa obat-obatan. Meski bisa mengurangi ‘pendarahan’, tapi semua itu nggak bisa menghentikannya

Obat-obat anti depresan via www.cbc.ca

Advertisement

Sebagai langkah pertama, dokter yang menangani perempuan Italia itu memberikan beberapa obat anti depresan untuk menanggulangi gejala stres yang dipicu dari kelainan tersebut. Selanjutnya dokter meresepkan obat untuk mengontrol detak jantung dan tekanan darah pasien. Pengobatan ini mampu mengurangi ‘pendarahan’nya tapi tetap nggak bisa menghentikannya.

Pasien dengan penyakit ini biasanya disertai gejala sakit kepala dan hipertensi. Uniknya, kebanyakan penderitanya adalah wanita

Kebanyakan menyerang wanita via www.amarujala.com

Lalu apakah si penderita merasa kesakitan setiap kali keluar keringat darah? Mengingat darahnya nggak cuma bisa keluar dari kulit saja tapi ada beberapa kasus yang keluarnya malah dari mata, telinga, atau kulit kepala. Jawabannya, ya. Penderita bisa merasakan sakit, tapi nggak semua. Sebagian pasien merasakan sakit kepala dan hipertensi. Hemachromatosis bisa dialami siapa saja, tak hanya wanita tetapi juga pria. Meski begitu mayoritas penderitanya adalah wanita.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, tapi para peneliti telah menyebutkan beberapa kemungkinan alasannya

Beberapa teori berusaha memaparkan penyebab penyakit langka ini via edition.cnn.com

Dalam beberapa kasus, pasien dengan kondisi ini mengalami kecemasan dan depresi yang begitu tinggi sebelum keringat darah keluar melalui kulitnya. Dr. Jacalyn Duffin, mantan hematologis dan profesor dari Queen’s University di Ontario mengatakan saat adrenalin meningkat, kapiler atau pembuluh kecil dalam kulit bisa ‘pecah’. Meski belum ada bukti nyata, skenario ini masih mungkin terjadi. Duffin juga menyatakan, kemungkinan lain misalnya karena rapuhnya pembuluh darah penderitanya, atau mungkin juga karena paparan bahan kimia.

Banyak fenomena medis yang keliatannya nggak mungkin tapi ternyata justru bisa dijelaskan secara ilmiah

Sindrom “sleeping beauty” yang juga menyerang remaja bernama Siti Raisa via medan.tribunnews.com

Keringat darah ini bisa dibilang fenomena yang kelihatannya nggak mungkin terjadi. Tapi kenyataannya memang ada penjelasan ilmiahnya. Beberapa hari lalu media di Indonesia dihebohkan dengan seorang remaja bernama Siti Raisa yang tertidur selama 13 hari bak sleeping beauty! Awalnya banyak dari kita nggak percaya sleeping beauty benar-benar ada di kehidupan nyata. Tapi ternyata sindrom langka itu beneran ada dan dikenal dengan Kleine-Levine Syndrome.

Selain itu ada juga kondisi dimana orang tiba-tiba bertingkah aneh, bicara tak beraturan, dan kelakuannya berubah 180 derajat. Kalau di Indonesia biasanya orang seperti ini akan dianggap kerasukan atau gila ya. Padahal kondisi ini sangat mungkin terjadi ketika sistem imun berusaha melawan otaknya sendiri, atau disebut autoimmune encephalitis. 

Wah, ngeri sih kalau menyadari ternyata di dunia ini banyak banget kasus-kasus medis langka yang bahkan belum diketahui sebab dan obatnya. Semoga aja dengan adanya fakta-fakta di atas kita bisa lebih semangat menjalani hidup sehat deh~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya