Sudah dengar cerita sedih seekor penyu yang kemarin ramai di sosmed? Seekor penyu di Thailand sampai meninggal karena menelan ratusan uang koin yang dilempar wisatawan. Sebenarnya bukannya sengaja memberi makan penyu dengan uang logam, para wisatawan itu melempar koin untuk memohon keberuntungan. Penyu yang tidak bisa membedakan itu makanan atau bukan, akhirnya melahap koin-koin yang selama ini dilempar pengunjung. Penyu malang tersebut akhirnya jatuh sakit dan tidak berenang. Ketika dokter mengoperasi dan membedah penyu itu, mirisnya ditemukan 915 koin logam di perutnya. Nyawa penyu hijau yang tergolong langka itu, sayangnya tidak bisa diselamatkan.

Kasus ini menyita perhatian dunia. Penyu hijau yang harusnya dilindungi, ternyata nasibnya menyedihkan. Namun ada lagi realita yang lebih memprihatinkan. Bukan hanya penyu di penangkaran atau kolam saja yang bernasib malang karena ulah manusia, bahkan penyu-penyu yang sekarang berada di habitat aslinya yakni laut lepas sana, juga terancam oleh sampah-sampah plastik yang bertebaran. Tidak di darat maupun di laut, nasib penyu sama-sama menyedihkan. Hipwee News & Feature punya liputannya.

Padahal penyu hijau ini tinggal di kolam dekat Royal Thai Navy, namun perilaku wisatawan di sana tetap saja tak bertanggung jawab

Piggy Bank sempat dioperasi, tapi…. via cnn.com

Advertisement

Habitatnya di kolam taman dekat Royal Thai Navy di Thailand, memang kerap didatangi banyak pengunjung. Hal tersebut diperparah dengan banyaknya pengunjung yang menganggap kolam tempat tinggal penyu tersebut sebagai ‘wishing well’ atau tempat untuk memohon keberuntungan dengan melempar koin sambil berdoa. Sebenarnya orang-orang juga sadar bahwa penyu yang dijuluki Piggy Bank atau celengan ini suka memakan koin. Namun setelah sekian lama, orang-orang baru menyelamatkan penyu ini dari kebiasaan mematikannya minggu kemarin.

Sempat dioperasi pada Maret 2017 kemarin, kondisi sang penyu yang awalnya memprihatinkan sebenarnya mulai berangsur membaik. Ia juga sudah sempat kembali bisa berenang. Sayangnya tidak berapa lama, justru saluran ususnya terganggu karena kondisi perutnya yang terlalu kosong setelah semua koin dikeluarkan. Harusnya bisa berusia sampai 80 tahunan, penyu hijau di Thailand ini akhirnya mati di usia 25 tahun karena alasan yang jelas-jelas bisa dihindari. Padahal dah langka banget lho hewan ini.

Sialnya, nasib penyu yang ada di alam bebas pun tak jauh beda. Alih-alih makan terumbu karang, penyu di laut malah kena sial makan plastik sampah

Tersiksa karena manusia buang sampah sembarangan via pinterest.com

Kalau nasib Piggy Bank berakhir tragis di dekat manusia, nasib penyu yang berada di alam bebas pun tak jauh beda. Jika Piggy Bank tersiksa karena koin hasil lemparan manusia, penyu-penyu di laut bebas tersiksa karena sampah plastik yang tersebar di lautan. Para wisatawan membuang sampah di pantai dan membiarkannya tersapu ombak. Terseret ke laut, limbah yang tidak bisa diuraikan tersebut lalu mengendap di lautan dan menjadi ancaman bagi ekosistem di sana.

Advertisement

Tak hanya kisah penyu yang tempurungnya terjerat sampah plastik dari kecil hingga dewasa sampai tubuhnya abnormal, ternyata banyak juga penyu yang mengkonsumsi botol maupun residu plastik karena mungkin dikira makanan. Haduh kasihan ya, mau hidup di mana lagi dong penyu-penyu ini?!

Pembuangan limbah dari manusia yang jadi masalahnya. Banyak wisatawan yang membuang sampah sembarangan dan nggak peduli lingkungan. Dasar manusia!

Lautnya penuh sampah via satulaut.com

Kalau mau jujur, semua itu karena ulah manusia. Manusialah yang melempar koin ke kolam tempat Piggy Bank si penyu tinggal. Manusia juga yang membuang sampah yang menyiksa penyu-penyu di lautan. Karena ulah manusia ini, penyu yang sebenarnya wajib dilindungi jadi terancam kepunahan.

Makanya manusia juga yang harus bertanggung jawab memperbaiki rusaknya ekosistem di lautan. Mendengar mirisnya kasus seperti ini, Hipwee jadi paham sih kenapa mbak Nadine Chandrawinata getol banget jadi ‘tentara laut’ yang membersihkan sampah dan lautan dari sampah plastik. Respect mbak! Memang sudah parah banget sih kerusakan ekosistem laut dunia ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya