Disuruh Tunduk Lama Sampai Kereta Pergi, Bentuk Penghormatan Porter ke Penumpang Ini Bikin Heboh

Polemik tentang bentuk penghormatan porter ke penumpang kereta

Sudah jadi kewajiban bagi setiap perusahaan buat terus berinovasi dan berkembang menjadi lebih baik. Seperti halnya PT. KAI yang nggak berhenti melakukan perubahan-perubahan demi kenyamanan pelanggan. Selain bisa diukur dari fasilitas kereta yang makin bikin betah, perkembangan perusahaan ini juga bisa dilihat dari peningkatan pelayanan karyawan kepada pelanggan, salah satunya adanya bentuk penghormatan oleh porter dan petugas stasiun kepada penumpang yang berangkat.

Advertisement

Meski sebetulnya udah jadi aturan lama, tapi ternyata SOP soal penghormatan pada penumpang ini, baru-baru ini menimbulkan polemik di media sosial Twitter. Perdebatan ini dimulai dari kicauan seorang pengguna bernama @MerryMP. Ia mengunggah video saat beberapa porter di stasiun berbaris sambil menundukkan kepala pada kereta yang lewat. Secara pribadi, ia nggak menyetujui adanya prosedur semacam itu, karena menurutnya semua manusia setara dan tidak harusnya menunduk kepada orang lain. Tapi ternyata ada juga lho orang yang berpendapat berbeda. Menurut mereka SOP itu wajar-wajar aja. Hmm… Kali ini Hipwee News & Feature udah menyiapkan informasi lengkapnya buat kamu. Simak, yuk!

Pengguna Twitter @MerryMP mengkritik keras kebijakan PT. KAI yang mewajibkan seluruh porter memberi penghormatan kepada penumpang kereta yang berangkat

Sebuah video yang diunggah @MerryMP di Twitter mengundang perdebatan alot. Video itu memperlihatkan beberapa porter di stasiun yang berbaris sambil memberi penghormatan kepada penumpang kereta yang berangkat. Kepala mereka menunduk sambil tangannya diletakkan di dada, mirip penghormatan prajurit pada rajanya. Merry tak hanya mengunggahnya, tapi juga melontarkan kritikan keras, khususnya untuk PT. KAI supaya prosedur semacam itu dihapus aja. Pasalnya, menurutnya, perlakuan itu terlalu merendahkan, karena harusnya manusia itu setara, nggak perlu menunduk-nunduk berlebihan gitu.

Advertisement

Cuitan yang saat tulisan ini dibuat sudah mencapai 2,733 retweets itu mengundang berbagai macam komentar. Banyak orang yang setuju sama pendapat Merry

Beberapa setuju kalau gesture ini berlebihan via megapolitan.kompas.com

Apa yang ditekankan Merry sebenarnya adalah bentuk dari penghormatan yang dirasa berlebihan. Kalau petugas KAI mau menghormati penumpang ya sah-sah saja. Tapi menurutnya caranya yang mesti diubah, karena ia memandangnya mirip seperti perbudakan. Beberapa orang setuju dengan pendapatnya. Menurut mereka, prosedur yang ditetapkan itu terlalu menegaskan strata sosial antara pekerja kereta dengan penumpang. Jadi berasa kayak majikan dan asistennya gitu. Sedangkan bagi mereka, semua manusia itu setara.

Tapi setelah ditelusuri, ternyata nggak sedikit juga yang malah menyerang Merry. Mereka merasa prosedur semacam itu wajar-wajar aja digunakan sebagai bentuk penghormatan

Yang mengejutkan, ternyata nggak sedikit juga lho orang yang merasa prosedur macam itu cukup normal dilakukan. Malah sebagian dari mereka menganggap pendapat Merry terlalu berlebihan. Ada juga yang bilang ini bisa jadi contoh yang baik. Sampai-sampai ada yang mengaitkan sama pasal-pasal perbudakan dan ketenagakerjaan, yang mana menurutnya apa yang dilakukan para porter itu sama sekali nggak bisa disebut perbudakan. Ya padahal Mbak Merry cuma bilang “mirip”… Hmm…

Bentuk hormat dengan cara menunduk sebenarnya sudah diberlakukan sejak lama di Jepang. Malah udah jadi kebiasaan karena budaya turun temurun

Advertisement

Kalau di Jepang udah jadi budaya via www.tripsavvy.com

Kalau bicara soal bentuk penghormatan dengan cara menunduk seperti itu sebenarnya udah lama banget diterapkan negara Jepang, malah udah jadi semacam budaya. Di sana jabat tangan itu justru dianggap aneh, nah sebagai gantinya mereka lebih pilih menundukkan badan. Nggak cuma sebagai bentuk hormat aja, cara ini juga mereka lakukan saat mengucapkan terimakasih, meminta maaf, mengucapkan selamat, mengekspresikan simpati, dan lain-lain. Semakin dalam dan lama posisi menunduknya, semakin menunjukkan penghormatan yang besar.

Mungkin bedanya kalau di Jepang gestur menundukkan kepala memang murni berarti saling menghormati. Gesture itu juga selalu dilakukan secara 2 arah, bukan cuma salah satu doang. Jadi emang bukan untuk menunjukkan ketimpangan strata sosial gitu. Kalau di Indonesia gestur macam itu lebih diartikan sebagai bentuk hormat dari “level” bawah ke “level” atas.

Sebetulnya kalau tujuannya cuma buat memberi hormat pada penumpang, mengatupkan tangan di dada sambil senyum aja udah cukup sih, disesuaikan aja sama budaya di Indonesia

Begini aja udah cukup sih sebenarnya via matakepri.com

Menurut Edy Kuswoyo, Senior Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, budaya penghormatan ini nggak cuma wajib bagi porter, cleaning service, atau pegawai pelaksana aja, tapi juga para pejabat KAI. Dan katanya gestur itu menunjukkan bentuk terima kasih dan hormat dari pihak KAI kepada penumpang.

Sebenarnya nggak ada yang salah juga sama cara hormat dengan membungkukkan badan gitu, tapi kalau kembali lagi ke budaya di Indonesia rasanya cara itu juga kurang tepat nggak sih? Kita sendiri malah mungkin segan kalau ada orang tiba-tiba nunduk lama ke kita gitu. Apalagi kalau yang melakukan orang yang jauh lebih tua dari kita, huhu mana tega 🙁 ya meski kita tahu itu artinya sebagai bentuk penghormatan. Kecuali di Jepang sih, karena di sana emang udah membudaya, mungkin sama halnya dengan jabat tangan kalau di Indonesia.

Ada banyak lho cara buat menunjukkan kita hormat pada seseorang, misalnya dengan tersenyum ramah, menanyakan apa yang dibutuhkan, membantu jika kesulitan, dan lainnya. Kalau konteksnya pekerja ke pelanggan kayak porter kereta itu bisa dengan mengatupkan kedua tangan di dada sambil senyum lebar, atau mungkin dadah-dadah sampai kereta hilang dari pandangan. Menurutmu gimana nih guys, perlu nggak sih gesture macam itu?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE