Dorong Pemerataan Akses Internet, Penyedia Fixed Broadband Hadir di Kawasan Timur Indonesia

Pemerataan akses internet

Internet hari ini telah menjadi kebutuhan hampir semua orang. Meski demikian, akses terhadap internet di Indonesia masih belum merata, seperti terjadi di Kawasan Timur Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran Internet Service Provider (ISP) sangat diperlukan guna mendongkrak Indeks Pembangunan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) agar sejajar dengan provinsi lain di Tanah Air. 

Saat ini, pemerataan akses internet di Kawasan Timur Indonesia telah dimulai oleh Telkom melalui IndiHome. Dimulai tepatnya di Papua sebagai provinsi paling timur Indonesia, IndiHome menggaungkan digitalisasi di Bumi Cendrawasih salah satunya lewat program IndiHome Wonderful Papua. 

Papua merupakan provinsi paling timur Indonesia dengan indeks IP-TIK paling rendah

Ilustrasi tidak ada koneksi internet | Photo by Jonathan Kemper on Unsplash

Dipilihnya Papua sebagai titik awal upaya pemerataan akses internet di Kawasan Timur Indonesia oleh IndiHome bukan tanpa alasan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan indeks IP-TIK di Papua adalah yang paling rendah selama tiga tahun berturut-turut dibandingkan 33 provinsi lain di Indonesia. 

Pada tahun 2017, IP-TIK di Papua tercatat sebesar 3,50 dan kemudian mengalami penurunan di tahun 2018 menjadi 3,30. Sementara pada tahun 2019, angkanya mengalami kenaikan tipis menjadi 3,33. 

Nah, di antara sub-indeks pembentuk indeks IP-TIK di Papua tersebut, sub-indeks penggunaan mendapatkan angka paling rendah yakni sebesar 2,1, disusul sub-indeks akses dan infrastruktur sebesar 3,82 dan yang tertinggi adalah sub-indeks keahlian sebesar 4,79. 

Adapun sub-indeks penggunaan terdiri dari persentase penduduk yang menggunakan internet, penggunaan fixed broadband internet per 100 penduduk dan pelanggan mobile broadband internet aktif per 100 penduduk. 

Penetrasi internet ke rumah tangga di Papua terus mengalami peningkatan

Ilustrasi penetrasi internet ke rumah tangga | Photo by Bermix Studio on Unsplash

Meski masih kalah dibanding provinsi lainnya di Indonesia, penetrasi internet ke rumah tangga di Papua sejatinya terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Data BPS pada tahun 2016 mencatat proporsi rumah tangga yang pernah mengakses internet kurang lebih 19,26 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 27,33 persen pada tahun 2017. 

Terus meningkat, pada tahun 2018 penetrasi internet ke rumah tangga di Papua bertambah menjadi 29,50 persen. Hingga tahun 2019, proporsinya sudah mencapai angka 31,31 persen. Adapun jumlah rumah tangga di Papua pada tahun 2019 tercatat sebanyak 784.718.

Data juga mencatatkan persentase penduduk usia lima tahun ke atas yang pernah mengakses internet pada tahun 2019 di Papua kurang lebih baru sebanyak 21,70 persen, atau sebanyak kurang lebih 650 ribu jiwa dari total 3 juta jiwa.

Oleh karena itu, ISP khususnya penyedia layanan fixed broadband yang bersedia hadir di Bumi Cendrawasih akan sangat berperan membantu upaya pemerataan akses internet di seluruh penjuru negeri. 

Program IndiHome Wonderful Papua hadirkan 10 Wifi Corner

Peluncuran program IndiHome Wonderful Papua | dok. IndiHome

Dilihat dari pembangunan TIK dan ketimpangan pendapatan, dua provinsi paling timur Indonesia yaitu Papua dan Papua Barat, masuk ke dalam kelompok pembangunan TIK rendah dengan ketimpangan pendapatan (ratio gini) yang besar. Padahal, kehadiran internet dapat membuka kesempatan belajar dan menumbuhkan kreativitas khususnya pada generasi muda. Akses internet juga dapat membuka peluang untuk pertumbuhan wirausaha muda yang akan meningkatkan kesejahteraan sosial penduduk. 

Oleh sebab itu, mendorong percepatan kehadiran internet di kedua provinsi tersebut harus segera diupayakan, bukan hanya oleh pemerintah tetapi juga para ISP sebagai sebuah tanggung jawab dalam peran aktif mewujudkan pemerataan infrastruktur internet di daerah, terutama di Kawasan Timur Indonesia. 

Tanggung jawab itu lah yang dijalankan Telkom melalui IndiHome, salah satunya dengan program IndiHome Wonderful Papua. Program ini diawali dengan memperkenalkan 10 Wifi Corner (WiCo) di Merauke, Wamena, Mimika, Raja Ampat, Sorong dan Manokwari.

Meski belum menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Papua, awalan dari program ini merupakan langkah besar yang patut diapresiasi karena dapat memberikan dorongan terhadap aktivitas, kreativitas dan produktivitas untuk mewujudkan harapan percepatan pemberdayaan masyarakat Bumi Cendrawasih. 

Apa yang telah dilakukan IndiHome sebagai salah satu fixed broadband di tanah Papua diharapkan dapat memicu provider lain untuk melakukan hal yang sama, yaitu hadir di Kawasan Timur Indonesia demi pemerataan akses internet.

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor