Keberlanjutan Generasi Mindful Roadshow 2023, Hipwee X Meatless Monday Indonesia Gelar Bootcamp Selama Dua Hari

Generasi Mindful Roadshow 2023 telah selesai melakukan kunjungan ke beberapa kampus di Yogyakarta meliputi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Amikom Yogyakarta (UAY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan terakhir Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan).

Advertisement

Setelah selesai melakukan roadshow, Hipwee dan Meatless Monday Indonesia (MMI) menggelar kegiatan bootcamp selama dua hari pada tanggal 12-13 Juli 2023 di Kampung Lawasan Heritage Cottage Yogyakarta untuk mewadahi dan mengembangkan ide-ide kreatif dari sepuluh peserta terpilih yang terdiri dari:

  • Parama Fiyan Maheda (Amikom),
  • Ziana  Nirmalasari (Amikom),
  • Yehezkiel Rendy P. (Amikom),
  • Sefia  (Amikom),
  • Isya Ravellyna (Amikom),
  • Galih Muammar Luthfi (Amikom),
  • Fajar Maulana Yahya (Amikom),
  • Muhammad Riziq Tabriz (Amikom),
  • Mohammad Richi L S (UNY) dan
  • Dimas Brian Adi Putra (UAD).

Para peserta yang telah dipilih sebelumnya sudah membuat proposal dan menghasilkan beberapa judul seperti:

Advertisement
  • Sosialisasi Diet Nabati dengan Metode Food Combining,
  • Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Masyarakat Desa Lereng Gunung Terhadap Hasil Panen Nabati Yang Unggul di Era Modernisasi,
  • Penerapan Pola Hidup Sehat Masyarakat Melalui Hidangan Nabati,
  • Bersatu Bersama Generasi Mindful dan Hidup Sehat dengan Mindful Living, 
  • Talkshow dan Pelatihan Pengelolaan Pangan Nabati Demi Terwujudnya Generasi Muda Gunungkidul Sehat.

Acara ini diselenggarakan di Gedung Manggala Kampung Lawasan Heritage Cottage pada 12-13 Juli  2023, berlangsung dengan seru dan para peserta sangat antusias untuk belajar bersama. Para peserta aktif dalam bertanya, berdiskusi dan mengembangkan ide proposal mereka dengan insight-insight baru dari  narasumber keren yang berbeda di setiap sesinya.

Narasumber bootcamp kali ini diantaranya adalah Tim Meatless Monday Indonesia – Andi Reski Aprianti dan Wendy, Founder Pasar Wiguna – Risa Vibia, Founder Little Garden YK – Dewi, Founder Agradaya – Asri Saraswati, Founder Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini – Mas Aik dan Praktisi Mindfulness – Putra Wiramuda.

Advertisement

Tim dari Meatless Monday Indonesia membuka kegiatan di hari pertama bootcamp dengan penjelasan CE Kits MMI

Penjelasan CE Kits Meatless Monday Indonesia | dok. Hipwee

Bootcamp hari pertama dibuka oleh Ekki dan Wendy dari Meatless Monday Indonesia (MMI) dengan penjelasan CE Kits yang di dalamnya berisi tentang semua materi yang berkaitan dengan gerakan MMI. CE Kits ini juga dilengkapi alat pengukur berat badan ideal, informasi pilihan menu yang bergizi seimbang serta informasi kegiatan untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Pada sesi ini para peserta diajak untuk membuka dan mencoba fitur-fitur yang ada di website MMI. Wendy mengingatkan para peserta untuk mengambil poin-poin penting dari CE Kits dan dihubungkan ke ide proposal mereka agar semakin matang dan berkembang. Diskusi interaktif juga dilakukan untuk brainstorming kepada peserta agar semakin fokus pada ide-ide kreatifnya.

Gerakan less waste, local dan wellness dari pendiri Pasar Wiguna yang menginspirasi anak muda

Founder Pasar Wiguna – Risa Vibia | dok. Hipwee

Sesi hari pertama berlanjut dengan pemaparan materi dari Founder Pasar Wiguna – Risa Vibia. Pasar Wiguna merupakan sebuah pengembangan dari pasar tradisional yang memperhatikan kesederhanaan, sustainability dan budaya Jawa. Nama “Wiguna” sendiri memiliki arti sebuah kebermanfaatan atau manfaat. Jika diartikan secara dalam, Pasar Wiguna adalah sebuah hal sederhana yang memiliki dampak besar bagi keberlangsungan kehidupan.

Risa menjelaskan bahwa tempat yang ia bangun ini memiliki brand values yaitu less waste, local dan wellness. Semua produk yang disajikan disini dapat dipastikan sebagai produk lokal, diproduksi sendiri, produksi terbatas dan dapat pesan secara khusus saat pembelian produknya. Risa mengaku telah menggandeng 30 kerabat karya yang termasuk para pelaku UMKM dalam menjalankan gerakannya ini. Ia sering mengeksplor tempat baru untuk sekedar mencari warga lokal yang pandai mengolah bahan-bahan dari alam dan berniat untuk diajak bekerjasama dengannya.

Pasar Wiguna digelar di pelataran Ambarrukmo Plaza Yogyakarta setiap hari Minggu dan hanya dilaksanakan selama dua kali dalam sebulan. Risa juga mengajak para peserta untuk mengunjungi Pasar Wiguna agar mendapat gambaran dan ilmu baru untuk proposal mereka. Poin penting yang dapat diambil dari sesi ini adalah peserta dapat menerapkan konsep gerakan dari Pasar Wiguna yang menggandeng warga lokal untuk dapat berinovasi dalam mengelola dan menjual produk-produknya yang berbahan dasar nabati.

Perjalanan sukses Little Garden Yogyakarta sebagai cafe dengan plant-based menu

Founder Little Garden Yogyakarta – Dewi | dok. Hipwee

Founder Little Garden Yogyakarta – Dewi berbagi cerita perjalanannya membangun cafe dengan menu plant-based kepada peserta bootcamp. Little Garden berlokasi di Jalan Mirota, Tajem, Maguwoharjo, Yogyakarta dan menawarkan resep-resep makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Menu disini di dominasi oleh makanan yang berbahan dasar tumbuhan atau disebut juga sebagai real foods.

Dewi menjelaskan bahwa dalam membuat sebuah makanan ia tidak pernah menggunakan nama lain seperti “daging” namun berbahan dasar berbeda. Makanan yang ia sajikan benar-benar asli seperti namanya karena ia mengedepankan prinsip real foods. Latar belakang Dewi membangun bisnis ini karena ia sangat menyukai makanan yang berbahan dasar tumbuhan dan sangat memperhatikan kesehatan tubuh agar mendapatkan gizi yang seimbang. Menu makanan yang ada di Little Garden YK meliputi Green Salad Ende, Pome Salad, Nasi Pecel dan masih banyak lagi.

Pada sesi ini, peserta mendapatkan insight bahwa hidup sehat dengan mengonsumsi dan mengolah makanan yang plant-based juga termasuk muda. Ada banyak bahan nabati dan resep-resep makanan yang bisa diikuti untuk mengolah plant-based menu. Dewi mengajak para peserta bootcamp juga untuk mengunjungi dan mengolah plant-based menu bersama di Lab Kitchen Little Garden Yogyakarta.

Tips menjadi seorang content creator ala Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini (NKSTHI)

Founder Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini (NKSTHI) – Mas Aik | dok. Hipwee

Setiap sesi pada acara bootcamp terlaksana dengan seru karena pembawaan materi dari para narasumber yang keren-keren. Hari semakin sore namun peserta tetap semangat mengikuti kegiatan karena sesi selanjutnya merupakan penyampaian materi tentang tips menjadi seorang content creator dari Founder Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini (NKSTHI) yaitu Mas Aik. Mas Aik memberikan materi-materi seputar sosial media dan konten yang dapat menginspirasi anak muda untuk berkarya di era digital saat ini.

Mas Aik berbagi cerita kepada peserta perjalanannya membuat sebuah platform digital yang berisi tentang konten-konten menarik. Konten yang diproduksi di akun Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini berisi tentang keluhan-keluhan yang dibicarakan oleh orang banyak. Dari keluhan itu kemudian dikelola NKSTHI ke dalam sebuah desain yang simple dan menarik agar lebih disukai oleh audiens.

Peserta diberikan materi tentang membangun konten sosial media yang impactful. Sebelum membuat konten, kita harus memperhatikan tujuh kunci utamanya seperti objektif, audiens, platform, positioning, proposition, audience journey dan content. Konten yang baik harus memperhatikan tiga hal utama seperti siapa audiens yang ingin dijangkau, apa yang menjadi ciri khas dan bagaimana menyampaikan pesan yang dibuat kepada audiens.

Sesi ini memberikan ilmu kepada peserta seputar konten-konten yang dapat mereka buat berkaitan dengan ide proposal. Mereka bisa mengembangkan dan mengelola ide mereka ke dalam sebuah konten positif. Peserta harus memahami ciri khas diri mereka dan goals apa yang ingin mereka capai.

Setelah sesi NKSTHI berakhir, para peserta diberi panduan oleh tim Meatless Monday Indonesia untuk membagi kelompok menjadi dua orang setiap kelompoknya untuk mempresentasikan insight-insight apa saja yang sudah mereka dapatkan dari awal sesi hingga akhir di bootcamp hari pertama ini.

Pertunjukan seru live cooking session oleh Fortunate Coffee Jogja

Live Cooking Session dari Fortunate Coffee Jogja | dok. Hipwee

Sesi terakhir di hari pertama bootcamp diisi dengan pertunjukan seru live cooking yang dibawakan oleh para chef dari Fortunate Coffee Jogja. Mereka memasak menu dengan bahan dasar nabati pada saat kegiatan ini yaitu kari tahu. Chef Wendy dan Chef Jefri mempraktekan serta menjelaskan proses memasak satu persatu dari awal hingga matang. Bahan utama dari menu yang dibuat adalah tahu dan sayur-sayuran yang memiliki kandungan gizi baik untuk tubuh.

Live cooking ini diikuti oleh para peserta dengan antusias dan mereka secara bergantian mengajukan pertanyaan kepada para chef terkait menu yang sedang diolah. Setelah makanan selesai dimasak, peserta bootcamp boleh mencicipi dan mencoba menyajikan makanannya sendiri sesuai kreativitas mereka. Sesi ini memberikan pengetahuan bagi peserta terkait resep yang dapat dibuat dengan bahan dasar nabati.

Sesi yoga bersama, perjalanan Agradaya, praktek meditasi mindfulness hingga mentoring pembuatan Business Model Canvas (BMC) di hari kedua bootcamp

Sesi Yoga Bersama di Kegiatan Bootcamp | dok. Hipwee

Hari kedua bootcamp dimulai dari sesi membangun kebugaran tubuh dengan melakukan yoga bersama. Yoga ini dilaksanakan di pagi hari sebelum memulai kegiatan lain dengan seorang pelatih yoga yang expert. Para peserta sangat antusias dan bugar setelah mengikuti sesi ini.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para human library seperti Founder Agradaya – Asri, Founder NKSTHI – Mas Aik dan Praktisi Mindfulness – Putra Wiramuda. Asri memulai sesi dengan memperkenalkan Agradaya sebagai bisnis yang berkelanjutan dan menjelaskan bagaimana gerakannya ini berdampak untuk masyarakat secara luas. Agradaya memiliki produk-produk seperti kunyit bubuk, jahe bubuk dan lain sebagainya.

Founder Agradaya – Asri | dok. Hipwee

Pada sesi ini, peserta bootcamp mempresentasikan dan berdiskusi terkait ide proposal yang sudah di kembangkan. Putra Wiramuda selaku praktisi mindfulness melanjutkan sesi dengan memperkenalkan unsur-unsur dalam kehidupan mindful. Ia juga mengajak peserta untuk mempraktekan meditasi yang mindful untuk ketenangan jiwa dan belajar fokus. Setelah itu, para peserta diberi arahan untuk membuat business model canvas (BMC) dengan kelompok sesuai proposal yang telah mereka buat. Hal ini dilakukan untuk persiapan implementasi kegiatan dari masing-masing kelompok setelah mengikuti bootcamp. Pada sesi ini juga mereka aktif berdiskusi dengan para mentor dari Hipwee dan Meatless Monday Indonesia (MMI).

Mas Aik dan Putra Wiramuda saat berdiskusi dengan peserta | dok. Hipwee

Pada sesi berikutnya, peserta telah mendapatkan banyak insight baru dan bisa mengembangkan proposal mereka agar lebih baik lagi. Setelah ini diharapkan mereka semua dapat mengimplementasikan program yang dirancang dengan turun secara langsung ke lapangan.

Supaya tidak ketinggalan informasi tentang keseruan mendatang, ikuti terus Instagram @meatlessmondayindonesia dan @hipwee. Kalau kalian juga ingin mencari informasi terkait Meatless Monday Indonesia bisa langsung berkunjung saja ke laman meatlessmondayindonesia.com .

Yuk ikutan jadi bagian dari generasi mindful yang peduli dengan kesehatan tubuh dan keberlangsungan planet bumi ini bersama Meatless Monday Indonesia dan Hipwee. Jangan menunda aksi kamu untuk ikut jadi bagian dari perubahan positif di Indonesia~

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

All the beautiful things are around you <3

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE