Tak sedikit orang merasa takut setiap akan ke dokter gigi. Entah karena sudah ngilu duluan tiap dengar bunyi alat untuk membersihkan karang gigi, atau terbayang-bayang nyerinya disuntik anestesi. Padahal masalah gigi ini kalau dibiarkan malah bisa menjalar ke masalah kesehatan lain yang lebih berbahaya lho. Sesederhana gigi berlubang, yang kayaknya dialami banyak orang di Indonesia. Jika kondisi gigimu berlubang, sisa-sisa makanan yang tersangkut di sana akan susah dibersihkan. Sisa makanan tersebut bisa menimbulkan karang gigi yang mengundang bakteri datang. Sakit pada gigi pun tak bisa dihindari. Infeksi pun tak pelak dialami.

Tapi baru-baru ini seperti dilansir dari Futurism, ilmuwan menemukan cara baru untuk mengatasi masalah gigi berlubang lho. Kalau biasanya para dokter gigi menambal dengan cara ‘mengisi’ lubang gigi dengan bahan-bahan tertentu, kali ini sudah tak perlu lagi. Gigimu yang rusak akan mampu memperbaikinya sendiri lho! Seperti apa penemuannya? Simak yuk ulasan Hipwee News & Feature kali ini~

Penelitian yang dilakukan di King’s College London ini menemukan kalau obat Alzheimer bisa digunakan memperbaiki gigi berlubang lho

Solusi baru gigi berlubang via www.sott.net

Advertisement

Tideglusib, adalah obat yang biasa diresepkan untuk pasien Alzheimer. Obat tersebut dapat menghalangi glycogen synthase kinase-3, sebuah enzim yang jadi penyebab berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, atau masalah kardiovaskular. Tapi baru-baru ini ditemukan fakta bahwa Tideglusib juga bisa menstimulasi pertumbuhan sel punca -sebuah sel yang bisa memperbaiki kerusakan jaringan- di pulpa gigi. Ilmuwan bekerja dengan meletakkan spons kolagen kecil untuk mengoleskan Tidesglusib pada bagian dalam gigi. Empat minggu setelah dioleskan, dentin (lapisan di bawah enamel gigi) berhasil tumbuh!

Tapi percobaan ini baru dilakukan pada gigi tikus aja, jadi untuk bisa digunakan manusia masih butuh riset lebih dalam

Masih belum diaplikasikan ke gigi manusia via sharetu.com

Meski gigi tikus punya banyak kesamaan karakteristik dengan gigi manusia, tapi tentu saja masih perlu riset lebih lanjut, apakah tes yang sama bisa berhasil jika diaplikasikan pada gigi manusia. Perlu diperhatikan juga kalau Tidesglusib ini awalnya diperuntukkan bagi pasien Alzheimer saja. Belum tentu berhasil kalau dicoba pada pasien dengan kondisi normal. Ya, seperti setiap penemuan pada umumnya, tentu ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan ‘kan?

Tapi kalau segalanya serba mudah gini, jangan-jangan di masa mendatang manusia jadi makin malas merawat gigi. Jangan deh∼

Tetap harus rajin gosok gigi via askthedentist.com

Berbagai kemajuan teknologi yang banyak dihadirkan beberapa dekade terakhir ini memang sangat memudahkan manusia dalam beraktivitas. Kalau dulu kelihatannya tak mungkin ada hal yang bisa membuat sesuatu jadi efektif dan efisien, tapi sekarang pernyataan itu tak lagi berlaku. Ya sama halnya dengan cara baru menyembuhkan gigi berlubang ini.

Advertisement

Tapi pernahkah kamu menyadari kalau banyak kemudahan yang justru membuat manusia lebih malas? Layanan pesan antar membuat orang lebih malas keluar rumah atau berjalan kaki. Aplikasi percakapan daring membuat orang ogah-ogahan berkomunikasi langsung dengan orang lain. Pun penemuan ini. Tak menutup kemungkinan nantinya manusia akan lebih malas merawat gigi. “Alah, ntar kan bisa tumbuh lagi“, pikir mereka.

Gimana dengan kamu? Setujukah kalau nantinya akan benar-benar ada pilihan menumbuhkan gigi berlubang saat berkunjung ke dokter gigi?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya