10 Potret Goshiwon, Kos-kosan Murah & Kumuh di Korea Selatan. Sisi Lain Gemerlap Kota Metropolitan

Goshiwon Korea Selatan

Negara Korea Selatan banyak dikenal karena industri hiburan, kecantikan, dan teknologinya. Kecepatan dan kesigapannya dalam menelurkan inovasi-inovasi baru membuat banyak orang menganggap Korsel itu negara maju yang penduduknya kaya-kaya. Tapi argumen itu seolah terbantahkan dengan kemenangan film Parasite di Piala Oscar 2020. Film yang kini ditonton orang sedunia itu dibuat sutradara asal Korsel, Bong Joon Ho. Lewat Parasite, Bong justru menyorot habis-habisan ketimpangan sosial di negeri Ginseng tersebut.

Advertisement

Seperti halnya di Jakarta, Kota Seoul yang mungkin “luarnya” kelihatan glamor dan serba gemerlap, ternyata juga menyimpan sisi lain yang mungkin nggak banyak diketahui orang. Seoul dan sejumlah kota metropolitan di Korsel punya yang namanya Goshiwon –atau Goshitel, tempat tinggal paling murah menyerupai kos-kosan, dengan luas nggak lebih dari 3,5 meter persegi. Goshiwon banyak diminati para pelajar atau mereka yang memang berpenghasilan rendah. Seorang fotografer bernama Sim Kyu-dong rela tinggal di Goshiwon selama 5 tahun untuk mendokumentasikan kehidupan penghuninya. Saking sempit dan mirisnya kehidupan di sana, Sim sampai depresi! Seperti apa sih kondisi di dalamnya? Yuk, kita cari tahu lewat foto-foto karya Sim!

1. Bisa dibilang, Goshiwon adalah tempat tinggal termurah di Korea Selatan. Di saat apartemen atau asrama lain mewajibkan penghuninya bayar deposito, tidak dengan goshiwon. Mereka juga nggak dibebani dengan biaya pemeliharaan

Kosan ramah di kantong via www.boredpanda.com

2. Sebenarnya isi Goshiwon ini mirip sama kebanyakan kos-kosan di sini, ada tempat tidur, meja, dan lemarinya. Tapi luasnya rata-rata cuma 3,5 meter persegi

Sempit banget via www.boredpanda.com

Ada juga yang punya kulkas, rak buku, bahkan kamar mandi. Tapi tentu harganya bakal beda. Kalau yang nggak ada kamar mandi dalamnya ya harus rela berbagi kamar mandi dengan puluhan penghuni lainnya. Kadang ada dapur umumnya juga buat masak.

Advertisement

3. Biaya per bulannya berkisar antara 150.000-600.000 won. Kalau diubah ke rupiah 150.000 won itu sama dengan 1,7 jutaan! Pengin nangis nggak sih, kalau di sini harga segitu udah dapet kos eksklusif 🙁

Masih mahal bagi kita ya 🙁 via www.boredpanda.com

4. Dengan biaya segitu, Goshiwon tetap jadi yang termurah di Korsel. Soalnya harga properti di sana makin gila-gilaan! Harga rumah di perumahan bisa mencapai 60-an juta rupiah per meter perseginya, Guys huhu

Harga sewa rumah juga sama mahalnya. Wis pokoknya Goshiwon udah yang termurah lah via www.boredpanda.com

5. Awalnya Goshiwon malah diperuntukkan bagi pelajar yang lagi persiapan ujian sekolah, ujian masuk perguruan tinggi, atau ujian CPNS. Biar bebas dari gangguan dan lebih fokus belajarnya

Awalnya buat pelajar via www.koreatimes.co.kr

Advertisement

6. Tapi karena harganya super murah, lama-lama nggak cuma pelajar atau mahasiswa aja yang tinggal di sana, tapi juga orang-orang dengan penghasilan rendah

Dapur bersama via www.boredpanda.com

7. Bahkan Goshiwon juga dilirik oleh para pekerja migran, sampai manula yang sudah dilupakan sama keluarganya. Mirisnya nggak sedikit dari mereka yang ditemukan mati di kamarnya sendiri, mungkin karena stres dan nggak punya siapa-siapa lagi

Bagian atas buat jemuran via www.boredpanda.com

8. Dari data pemerintah, ada sekitar 12.000 goshiwon yang terdaftar di seluruh negeri, sebanyak 7.000-nya ada di Kota Seoul

Goshiwon via www.kaskus.co.id

9. Walaupun dikenal sebagai tempat tinggalnya orang-orang miskin, tapi nggak semua Goshiwon punya “rupa” yang menyedihkan kok. Banyak juga yang bagi kita udah layak banget buat dihuni

Ada juga yang layak huni via www.koreaherald.com

10. Apalagi Goshiwon juga bisa disewa harian, tentu ini jadi pilihan yang menarik bagi para backpacker yang melancong ke Korea Selatan

Bisa jadi pilihan buat backpacker via www.straitstimes.com

Kim Jin-ah, penghuni Goshiwon berusia 22 tahun, menganggap tinggal di kos-kosan tersebut nggak selamanya buruk. Ada sejumlah sisi positif. Menurutnya dengan tinggal di kamar kecil gitu, sama saja ia menerapkan tren global untuk hidup minimalis. Awalnya mungkin orang cuma bisa bahagia jika tinggal di rumah besar. Namun Kim mengaku happy-happy aja tinggal di Goshiwon.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE