Film Parasite Borong Oscar: Bukti Kalau Industri Hiburan Korsel Memang Nggak Kaleng-kaleng

Parasite Oscar industri hiburan Korsel

Film Parasite karya sutradara Korea Selatan, Bong Joon Ho, baru saja menggebrak dunia perfilman internasional lewat sederet prestasinya di ajang Piala Oscar 2020 kemarin. Parasite berhasil menyabet penghargaan di 4 kategori sekaligus, yakni Best Picture (Film Terbaik), Best Director, Best Original Screenplay, dan Best International Film. Parasite jadi film berbahasa asing pertama yang memenangkan kategori Film Terbaik. Di Oscar-Oscar sebelumnya, kategori itu selalu dimenangkan film-film berbahasa Inggris.

Advertisement

Kemenangan telak Parasite seolah makin meyakinkan publik dunia kalau dunia hiburan Korea Selatan memang nggak bisa dipandang sebelah mata. Setelah musiknya, kini filmnya pun juga layak diadu dengan film-film Hollywood papan atas! Jadi, rasanya pernyataan JRX SID beberapa waktu lalu yang bilang kalau kultur K-Pop itu adalah kultur pembodohan, tentu nggak tepat. Kultur K-Pop lebih dari sekadar “manusia plastik” atau “cowok-cowok yang cantiknya melebihi Megawati”.

Selama ini kita mungkin mengira kalau K-Pop itu cuma sebatas musik, lagu, nyanyian, dan tarian yang dibawakan girlband ataupun boyband asal Korsel. Padahal K-Pop lebih dari itu

Korean wave via creativeyatra.com

Saat mendengar kata K-Pop, pikiran kita pasti langsung tertuju pada girlband dan boyband-nya –grup musik Korea yang membawakan lagu sambil menampilkan gerakan koreografi yang umumnya sulit ditirukan. Di Korea Selatan, musik K-Pop ini termasuk dalam rentetan budaya Hallyu, atau Korean wavebudaya pop Korea Selatan yang telah berkembang menjadi pendorong utama budaya global. Korea Selatan jadi makin dikenal lewat Hallyu ini. Hallyu nggak cuma terlihat dari musiknya aja, tapi juga segala hal, mulai dari K-drama, K-beauty, hingga kuliner dan filmnya. Jadi, K-Pop ini luas banget sebenarnya.

Industri hiburan Korsel sering dianggap remeh, karena identik dengan cowok-cowok yang berpenampilan “cantik”, pakai make up, operasi plastik, dan suka nari-nari

Para anggota boyband via world.wng.org

Industri hiburan Korsel khususnya musik K-Pop seringkali dipandang sebelah mata karena menampilkan cowok-cowok yang terlihat “feminim”. Para anggota boyband Korea memang biasanya tampil dengan menggunakan riasan di wajah. Sebelum debut, kebanyakan mereka juga melakukan operasi plastik untuk menyempurnakan fisiknya, hal-hal yang umumnya memang dilakukan wanita. Ini yang membuat banyak orang ngatain mereka “manusia plastik”. Padahal yang suka oplas di Korsel nggak cuma artis aja, orang-orang biasa pun juga seneng banget “otak-atik” tubuhnya.

Advertisement

Di luar itu semua, ternyata musik K-Pop ini berkaitan erat dengan gerakan sosial yang lebih luas! Musik K-Pop punya penggemar yang begitu kuat pengaruhnya, hingga mereka bisa membuat gerakan-gerakan bombastis, seperti gerakan pro-demokrasi di Chile yang menolak ketidakadilan sosial, jurang kesejahteraan, dan minusnya pelayanan sosial. See? Musik K-Pop itu pengaruhnya luar biasa!

Dulu, Korea Selatan mungkin cuma dikenal karena cerita sejarahnya doang, saat mereka masih jadi satu sama Korea Utara hingga akhirnya berpisah. Tapi sekarang kalau denger “Korsel” yang diingat ya industri hiburannya

Para pemain dan kru film Parasite di Piala Oscar via www.thewrap.com

Kayaknya nggak ada deh negara yang begitu serius menggarap industri musik dan hiburannya seperti Korsel sampai bisa jadi ujung tombak ekonomi. Semenjak kemunculan Hallyu ini, Korsel jadi lebih dikenal karena industri hiburannya ketimbang yang lain. Dulu mungkin Korsel lebih sering muncul di buku-buku paket sejarah yang menceritakan saat mereka masih bergabung dengan Korut hingga akhirnya berpisah. Tapi sekarang, bagi dunia, Korsel itu ya K-Pop. K-Pop yang merupakan bagian dari industri raksasa, dunia gemerlap manufactured culture senilai 5 miliar dolar AS! Gila!

Harus diakui, pemerintah Korsel sukses banget mengembangkan industri hiburannya. Industri hiburan itulah yang kemudian mampu mengembangkan sektor-sektor ekonomi di negara Ginseng tersebut, seperti pariwisata, kesehatan (lewat layanan operasi plastik), dan banyak lagi lainnya! Jadi klaim JRX di atas terbukti cuma omong kosong belaka ya, Guys~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE