Apakah kamu termasuk salah satu anak muda yang kerap mengeluhkan kebobrokan bangsa lewat berbagai corong? Apakah kamu merasa tak beruntung dilahirkan di negeri yang katanya kaya, tapi ternyata tetap banyak celanya macam Indonesia? Merasa kondisi negara lain di luar sana lebih baik dari negara kita, sehingga membuatmu ingin hengkang saja?

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini, Hipwee akan memaparkan beberapa hal yang seharusnya membuatmu bersyukur dan bangga telah dilahirkan jadi pemuda Indonesia. Apa saja dan mengapa? Kamu bisa temukan jawabannya di artikel ini!

1. Pemuda Adalah Warga Negara yang Jumlahnya Paling Banyak Di Indonesia, Secara Angka Kita Menang!

Pemuda jumlahnya terbanyak di piramida penduduk Indonesia via tantriyaniarestia.wordpress.com

Dalam piramida penduduk Indonesia, pemuda menempati angka terbanyak. Tak main-main, saat ini saja jumlah penduduk berusia muda di Indonesia sudah mencapai 40 juta. Pada tahun 2025, diperkirakan angka ini bisa meroket hingga angka 60 juta. Secara angka di atas kertas, kita menang!

Banyaknya penduduk muda di Indonesia memiliki 2 dampak, positif dan negatif. Kekurangan dari kondisi ini adalah, jika tidak dipersiapkan dengan baik — kita bisa kesulitan mendapatkan pekerjaan karena jumlah angkatan kerja yang tak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan.

Advertisement

Namun di lain sisi, banyaknya penduduk muda di Indonesia juga berarti ada harapan baru yang ditawarkan. Kita bisa jadi motor utama penggerak perubahan. Beberapa tahun lagi, angkatan Bapak-Ibu kita sudah turun dari tampuk kepemimpinan. Saat estafet kepemimpinan terjadi, kita lah yang akan dapat kesempatan untuk melanjutkan perjuangan.

2. Saat Ini, Pemuda Sudah Lebih Dipercaya Untuk Jadi Pemimpin Di Berbagai Bidang

Anak muda adalah sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat via www.mardani-center.com

Jalan panjang menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan membuat anak muda lebih dipertimbangkan untuk menduduki berbagai posisi strategis saat ini. Di negara ini, usia muda seakan menawarkan harapan perubahan. Terlepas dari usia muda yang sering dikaitkan dengan minim pengalaman, toh nyatanya banyak tokoh muda yang justru dipercaya untuk memegang pucuk kepemimpinan.

Mari kita tengok Mardani H Maming, Bupati Kalimantan Selatan yang memulai karir politiknya sebagai anggota DPRD di usia 25 tahun. Terobosan kebijakan yang dieksekusi dengan cepat, minim birokrasi, dan interaksinya yang dekat dengan masyarakat membuatnya terpilih oleh rakyat.

Di banyak negara lain, mendapatkan kepercayaan dan memenangkan hati masyarakat kadang tak bisa dilepaskan dari pengalaman dan rekam jejak. Sedang, masyarakat Indonesia yang haus akan perubahan justru bisa lebih percaya pada pemuda yang punya pendekatan berbeda dalam memecahkan masalah.

3. Orang Tua Indonesia Tak Keberatan Menyokong SEMUA Kebutuhan Anaknya Sampai Pendidikan Kita Selesai

Di Indonesia, dukungan orang tua akan selalu kamu temukan via www.demokrat.or.id

Satu hal yang harus disyukuri dari kultur Indonesia, adalah keberadaan orang tua yang hubungannya sangat dekat dan suportif dalam berbagai bidang. Dalam kultur kita, anak akan tetap jadi tanggungan orang tua sampai mereka selesai urusan pendidikannya. Kita tak diharuskan kerja paruh waktu untuk membantu membayar cicilan pinjaman uang kuliah, bahkan tak jarang sokongan dari orang tua masih tetap ditemui hingga selepas bekerja dan menikah.

Orang tua Indonesia memang tak ada duanya. Mereka punya aturan dan kebiasaan unik  yang memang sering membuat kita terkekang. Tapi di sisi lain, keberadaan dan sokongan dari mereka juga bisa mendukung kesempatan kita untuk memaksimalkan potensi. Waktu kita tak harus pusing soal pemenuhan materi, kita bisa lebih fokus pada pendidikan dan dunia akademis.

4. Merintis Start Up Company, Jadi Pengusaha Kecil-Kecilan: Sesulit Apapun Kondisi Ekonomi Negara, Kita Tetap Punya Kesempatan Untuk Bekerja

Kita punya kesempatan luas untuk bekerja via www.gresnews.com

Masih ingat kiamat ekonomi kecil yang menghantam Amerika Serikat pada 2008 lalu? Saat itu, perekonomian Amerika seakan mati suri. Banyak perusahaan besar terpaksa merumahkan pegawainya. Tak ada lagi kesempatan kerja terbuka. Akibatnya, anak muda dengan gelar Master pun kesulitan mendapat pekerjaan. Pengangguran bergelar tinggi jadi hal yang wajar di negara Paman Sam tersebut, bahkan hingga hari ini.

Secara perhitungan matematis, neraca perekonomian kita memang belum layak dibandingkan dengan negara-negara adidaya. Namun, negara kita menawarkan kemudahan kesempatan kerja di sektor informal yang negara lain tak punya. Di Indonesia, sedari masih jadi mahasiswa kamu sudah bisa buka UKM atau merintis startup company. Tak perlu repot mengurus izin usaha yang berbelit: selama ada ide, keberanian, dan kucuran modal– usaha langsung bisa dieksekusi.

Kasarnya nih, kalau belum bisa dapat pekerjaan kantoran, anak muda Indonesia bisa banting setir jadi penjual roti bakar atau pengembang web tanpa harus mengurus izin usaha yang sulit. Selama mau usaha, yakin deh di negara ini selalu ada lapangan kerja.

5. Anak Muda Indonesia Tak Perlu Melompat Dari Satu Kerja Magang Ke Kerja Magang Lain Demi Mendapatkan Pekerjaan Tetap

Di negara lain, anak muda harus magang panjang dulu sebelum bisa diterima jadi pegawai tetap via www.asianfortunenews.com

Saat kita mengeluh lapangan pekerjaan di Indonesia sempit dan persaingannya ketat, sesungguhnya hal yang serupa juga sedang terjadi di belahan dunia lain. Lebih parah malah. Di Amerika Serikat dan Eropa, misalnya. Di dua negara maju ini pemandangan pegawai magang dengan gelar Master yang bekerja tanpa dibayar sudah amat wajar ditemukan.

Mereka rela bekerja dengan status pegawai magang, yang bahkan bekerja tanpa dibayar, dengan harapan kelak bisa diangkat sebagai pegawai tetap. Tapi tidak jarang mereka harus bertahan dengan status magang hingga hitungan bulan yang panjang, atau bahkan dalam jangka waktu tahunan! Itu juga belum tentu bisa dapat kontrak permanen karena pesaingnya tak sedikit.

Sedang di negara kita, anak muda bisa langsung meniti jenjang karir sebagai pegawai tetap setelah dinyatakan lulus Sarjana. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang mau menerima mahasiswa tingkat akhir sebagai pekerja.

6. Sistem Pendidikan Indonesia Memang Tidak Sempurna, Tapi Tanpa Sadar Sistem Pendidikan Tersebut Mendidik Kita Jadi Pembelajar yang Tangguh

Saat sudah di luar negeri, kadang kita barus adar bahwa pendidikan kita membuat tangguh via ppitoulouse.wordpress.com

Sistem pendidikan Indonesia yang menjejali anak didiknya dengan berbagai materi sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar memang tak layak dipuji. Harus diakui, pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan bakat anak memang masih belum dikembangkan dengan matang di negeri ini. Dampaknya, sedari kecil kita sudah dicekoki oleh berbagai pelajaran yang kadang tak terpakai lagi dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi di balik kekurangan sistem pendidikan yang kita miliki, ada satu benang merah yang terlihat dari lulusan sekolah Indonesia:

TANGGUH.

Barangkali karena kita terbiasa terpaksa belajar banyak hal dalam waktu singkat. Saat kita pindah ke sekolah di luar negeri yang pelajarannya lebih spesifik, kita tak lagi merasa kesulitan. Belajar hal yang di luar bakat dan minat saja sudah pernah dilakoni, saat harus belajar hal yang lebih spesifik semestinya akan lebih mudah ‘kan?

7. Tinggal Di Negara Dunia Ketiga Sesungguhnya Membuat Kita Dibanjiri Tawaran Beasiswa

Banyak kesempatan beasiswa yang bisa didapatkan via indonesiamengglobal.com

Kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri sebenarnya bukan jadi hal yang mewah bagi anak muda Indonesia. Sebagai negara yang masih dikategorikan sebagai “Negara Dunia Ketiga” oleh World Bank — Indonesia memang masih memenuhi syarat untuk menerima dana bantuan pendidikan yang ditawarkan oleh berbagai program beasiswa dari negara lain.

Program Erasmus Mundus, StuNed, ADS, Fullbright, hingga Beasiswa JASSO tersedia untuk dijajal setiap tahunnya. Bahkan kini, pemerintah Indonesia lewat program Beasiswa LPDP juag menawarkan skema pembiayaan bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan di universitas ternama di luar negeri.

Kesempatan belajar hingga ke negeri orang buat anak muda Indonesia itu luas, Bung! Tinggal bagaimana kita saja memanfaatkannya. Kalau kamu tertarik ingin sekolah di luar negeri tapi masih bingung bagaimana mengawali langkah, artikel “Tips Biar Kamu Bisa Lolos Seleksi Beasiswa Ke Luar Negeri” yang pernah Hipwee tulis bisa jadi acuan.

8. Dibesarkan Di Lingkungan yang Sangat Beragam, Membuat Kita Sadar: Tak Ada yang Salah Dengan Perbedaan

Seharusnya tak ada yang salah dengan perbedaan via www.interaksyon.com

Keberagaman suku dan budaya Indonesia adalah kekayaan yang negara-negara lain di dunia tak punya. Cuma di Indonesia, kamu bisa bertemu orang yang tinggal di satu negara tapi menggunakan bahasa dan dialek yang sama sekali berbeda. Keberagaman ini sesungguhnya mendidik kita jadi manusia yang lebih bisa menerima perbedaan.

Walau di dalam negeri perbedaan masih kerap jadi sumber konflik, tapi sebenarnya kita adalah manusia-manusia yang dilahirkan, dididik, dan dibesarkan di tengah lingkungan yang sama sekali tidak homogen. Kita punya bekal untuk jadi manusia yang tidak hanya bisa menerima perbedaan, tapi juga mampu merayakannya sebagai sebuah kekayaan.

9. Kita Tinggal Di Negara Penuh Kesempatan. Kamu Bisa Bermimpi Ingin Jadi Apa Saja, Selama Mau Berusaha

We have the power to change our fate via www.interaksyon.com

Lompatan pencapaian sangat mungkin dilakukan di Indonesia. Di negeri ini, kamu bebas bermimpi. Pintu kesempatan menuju kehidupan yang lebih baik selalu terbuka, bagi mereka yang tak keberatan memberikan kerja keras dan usaha tanpa henti. Tak peduli kamu datang dari keluarga macam apa, latar belakang ekonomi seperti apa — semua pencapaian mungkin dan bisa kamu dapatkan.

Sekali lagi, ASAL MAU USAHA.

Lihat saja kisah Raeni, anak tukang becak yang berhasil dapat beasiswa kuliah ke Inggris. Atau tak usah jauh-jauh, tengok lah teman-teman sejawatmu saat kuliah yang kini perlahan bertansformasi jadi eksekutif muda. Bahkan, tengok dirimu sendiri. Yakinkah kamu bisa mendapatkan posisi dan tanggung jawab yang kamu lakoni saat ini jika tak tinggal di Indonesia?

Kultur dan kesempatan yang diberikan oleh negara ini memang membuat kita bisa jadi apa saja. Asal diimbangi dengan kerja keras yang tak ada hentinya.

Setelah membaca 9 pemaparan di atas, adakah yang harus dikeluhkan dari menjadi anak muda Indonesia? Negeri ini adalah negeri kaya yang luas kesempatannya. Kita perlu bersyukur dan bangga dilahirkan jadi salah satu bagiannya.

Selamat Hari Sumpah Pemuda!