Tertangkapnya Kuyang di Desa Adang Waru. Kala Itu, Tubuh Ratih Ditemukan Membiru…

hantu kuyang

*Kamis Mistis kembali menyapa kamu. Edisi kali ini menceritakan sebuah desa di Kalimantan yang menjadi saksi penangkapan kuyang, makhluk berwujud kepala manusia dengan isi organ tubuh menggelantung. Demi kenyamanan dan privasi, nama dan desa sengaja disamarkan.

Danum sedang pulang ke tanah kelahirannya di sebuah desa wilayah Kalimantan. Bersama teman-temannya, dia melewati sebuah rumah kosong yang halamannya sudah dipenuhi rumput liar. Jika diperhatikan, rumah itu sebenarnya tampak megah dan luas. Namun, suasananya yang sepi dan mencekam membuat bulu kuduk setiap orang yang melewatinya merinding.

Setelah bertanya kepada sang nenek apa sebab rumah semegah itu tidak ditinggali, Danum kemudian menyusun potongan kisah tentang seorang gadis yang meninggal karena tertangkap melakukan ritual menjadi kuyang. Rumah yang tak ditinggali itu menjadi saksi bahwa ritual itu bisa jadi benar adanya.

Kuyang selama ini dikenal sebagai makhluk berwujud kepala manusia dengan organ tubuh menggelantung. Di Kalimantan, kisah tentang kemunculan kuyang ini seakan-akan menjadi hal yang biasa terjadi.  Menurut cerita dari mulut ke mulut, makhluk ini merupakan manusia yang menggunakan ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan yang abadi. Dia mencari darah wanita yang baru saja melahirkan dan juga bayinya. Jika tidak menemukan darah wanita melahirkan atau bayinya, kuyang akan mencari sisa-sisa darah menstruasi para wanita.

Kisah terkuak dari kematian ganjil seorang wanita muda bernama Ratih. Jasadnya ditemukan membiru…

Seorang wanita meninggal | Photo by Arina Krasnikova from Pexels

Dalam cerita yang dituturkan nenek Danum, kabar seorang wanita muda meninggal di desanya menyita perhatian seluruh warga desa Adang Waru. Kematian wanita muda itu terdengar ganjil karena jasadnya ditemukan dengan sekujur tubuh bengkak dan membiru. Pasalnya, hingga usianya 24 tahun tidak pernah terdengar kabar bahwa ia sakit. Lebih lagi, kabar kematiannya terdengar sesaat setelah warga desa seberang berhasil menangkap kuyang yang berkeliaran di desanya.

Ratih, nama wanita muda itu, tinggal bersama dengan kedua orang tua dan satu orang kakak perempuannya. Di hari-hari biasanya, Ratih menjalani keseharian layaknya orang biasa. Dia pergi ke pasar, berbelanja, dan bergaul dengan orang-orang seusianya. Memang, dia sering kali terlihat memakai baju panjang yang menutup hampir seluruh tubuhnya. Namun, semua orang tak menyadari ada yang berbeda dengan Ratih.

Makhluk berwujud kuyang menampakkan diri di desa seberang. Seorang bayi dikabarkan hilang mendadak

Sementara itu, warga Desa Wilis yang berada di seberang, sedang dihebohkan dengan pengakuan beberapa orang yang melihat sekelibat makhluk menyerupai kuyang di malam hari. Tak ada yang menanggapi ucapan itu sampai pada satu ketika seorang bayi baru lahir tiba-tiba hilang setelah ditinggal ibunya sesaat untuk pergi ke dapur. Kecurigaan itu berlanjut saat beberapa kali suara-suara hewan peliharaan semakin nyaring terdengar di malam hari.

Siang hari setelahnya, Kepala Desa Adang Wilis kemudian mengumpulkan warga yang melihat secara langsung sekelibat makhluk terbang yang diduga kuyang itu beserta seorang warga yang kehilangan bayinya. Mereka menuturkan bahwa makhluk terbang yang dilihatnya menyerupai  kuyang. Makhluk itu berwujud kepala perempuan yang berambut panjang dengan isi perutnya (jantung, hati, usus, dan ginjal) terbang dikelilingi api.

Tak lupa seorang ibu yang kehilangan bayinya menceritakan kronologi anaknya menghilang. Rupanya, di tengah malam sekitar pukul 2 dini hari, sang ibu tiba-tiba haus dan menuju ke dapur. Si anak ditinggalkan sendiri karena ayahnya sedang bekerja di luar kota. Tiba-tiba, ibu itu dikagetkan dengan hilangnya sang bayi secara tiba-tiba yang membuatnya teriak memanggil para warga.

Pak Kades bersama para saksi menyusun rencana pencarian tubuh asli kuyang

Pencarian tubuh asli kuyang | Photo by KoolShooters from Pexels

Pak Kades bersama para saksi itu kemudian berunding untuk menghilangkan keresahan mereka. Mereka kemudian mengetahui sebuah fakta bahwa makhluk menyeramkan ini seperti jelmaan makhluk pesugihan yang dilakukan manusia untuk memperoleh keabadian. Kuyang bukanlah hantu sungguhan layaknya pocong atau kuntilanak. Namun, seperti jelmaan babi ngepet atau jelmaan lainnya, kuyang juga memiliki titik lemah tersendiri.

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis