Viral Hasil Tes Swab Negatif Tanpa Ikut Tes di Bandara Soetta, Farmalab Minta Maaf Akui Kelalaian

Hasil swab keluar tanpa dites

Di era pandemi, tes Covid-19 mirisnya seakan-akan sudah jadi rutinitas. Demi mencegah penularan dan segera melacak orang-orang yang positif virus corona, tes yang cepat dan tepat jadi sangat penting. Namun baru-baru ini ada sebuah video viral yang cukup meresahkan. Dalam video yang pertama diunggah di platform TikTok tersebut, pelanggan drive thru swab antigen di Bandara International Soekarno-Hatta memperlihatkan sudah mendapatkan hasil tes swab antigen dengan hasil negatif, padahal ia dan kedua rekannya belum menjalani tes dan baru mengisi formulir serta membayar sesuai tarif yang diminta.

Advertisement

“Kita belum di swab kok udah keluar hasil???,” tulis Jessica Sugiharta dalam video yang diunggah di TikTok, Sabtu (30/1).

Sontak video tersebut langsung ramai dibagikan oleh warganet. Banyak orang juga mungkin khawatir dengan hasil-hasil tes Covid-19 yang ada selama ini. Nah, pihak yang menyelenggarakan hasil tes yang jadi kontroversi ini yaitu Farmalab Indoutama kini juga telah memberikan klarifikasi resminya.

Berawal dari akun TikTok @Jessiicasugiharta yang merasa bingung sudah terima hasil tes padahal belum mengambil sampel. Ia pun sempat menegur petugas bersangkutan

Advertisement

Awalnya saat mengantri dalam mobil di kawasan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jessica dan kedua rekannya baru menyerahkan KTP dan membayar biaya tes sebesar Rp200 ribu. Usai menunggu sekitar 20 menit, petugas ber-APD lengkap menghampiri mobil mereka mengembalikan KTP dengan 3 kertas yang menunjukkan hasil negatif padahal ia baru sampai dan belum dites sama sekali.

“Terus gua kira emang ditulis ‘negatif’, kalau misal hasilnya positif terus dicoret (hasil positifnya),” tutur Jessica.

Advertisement

Namun 10 menit berikutnya nggak ada petugas yang menghampiri sampai ia inisiatif bertanya maksud pemberian surat tersebut. Terlihat petugas juga nampak kebingungan hingga Jessica diarahkan lanjut mengantri untuk pengambilan sampel swab. Masih merasa kejanggalan, ia mengaku sempat menegur petugas untuk mendapat penjelasan.

“Buat informasi gua udah tegur mereka, kanapa Pak bisa sampai kejadian seperti ini,” ucapnya.

Petugas pun beralasan pemberian hasil tes sebelum pengambilan sampel merupakan human error. Kasus itu sempat mendapat tanggapan dari dr.Tirta yang merasa kesal sekaligus kecewa. Ia berpendapat kejadian seperti ini nggak dibenarkan baik sengaja atau tidak sengaja sekali pun.

“Klinik terkait mengatakan, ini human error, bagi saya, ini human error memalukan. Mana ada sih human error, yang bisa keluarin antigen 3 biji tanpa test? Kalo pembuat video ga komplaint, dia akan pulang gitu aja. Untungnya pembuat video malah kritis,” tulisnya melalui Instagram, Sabtu (30/1).

Melalui keterangan tertulis, pihak Farmalab meminta maaf dan menyebut peristiwa ini sebagai murni kelalaian

Screenshot video Tiktok Jessica Sugiharto via www.tiktok.com

Menanggapi video yang viral tersebut, Farmalab selaku penyedia jasa laboratorium tes swab antigen membenarkan peristiwa yang terjadi, mereka pun meminta maaf dan mengapresiasi tindakan yang bertujuan baik tersebut.

“Setelah dilakukan penelusuran secara internal dan investigasi di lapangan, kejadian dimaksud benar terjadi di lokasi layanan Farmalab drive thru Bandar Udara Soekarno Hatta. Kepada pelanggan yang telah dirugikan tersebut, perusahaan secara resmi meminta maaf dan mengapresiasi tindakan dengan tujuan baik tersebut,” ungkap dalam keterangan tertulis Media Relation Farmalab Syafina Amorita, Sabtu (30/1) sebagaimana dilansir dari laman CNN.

Dia menegaskan kejadian itu murni kelalaian dan keteledoran dari petugas tidak ada motif kesengajaan. Syafina juga memastikan kasus dimaksud baru pertama kali terjadi dan sudah menindak petugas bersangkutan.

“Atas kelalaian dan keteledoran dimaksud, Perusahaan telah menindak petugas sesuai aturan yang berlaku di perusahaan. Untuk menghindari kejadian berulang, perusahaan akan lebih memperketat Prosedur Operasi Standar di setiap layanan,” lanjutnya.

Di masa-masa genting pandemi seperti ini, kelalaian tersebut jelas menimbulkan keresahan tersendiri di kalangan masyarakat. Sekalipun kita sudah menerapkan protokol 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan baik, tapi jika hasil tes atau tracing banyak yang tidak tepat tentunya penanganan pandemi ini masih jauh dari optimal. Semoga segera ada perbaikan nyata, biar pandemi ini bisa semakin terkendali…

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE