Penggemar serial Twilight pasti tidak asing lagi dengan kisah vampir yang bisa hidup selamanya. Meski menakutkan tapi mereka lumayan bikin iri. Sosok vampir biasa digambarkan cantik luar biasa dan bisa berpenampilan bagai pemuda 20-an meski umurnya sudah 200 tahunan.

Nah sekarang bayangkan bila ada teknologi yang memungkinkanmu hidup bagai Edward Cullen. Meski tak tampan atau cantik luar biasa, setidaknya kamu bisa awet muda. Metode itulah yang sedang ramai diperbincangkan dunia. Terutama setelah milyuner dunia, mengaku tertarik berinvestasi untuk mengembangkan penelitian anti-aging berbasis tukar darah ini.

Apakah ini artinya akan drakula dan vampir akan benar-benar menguasai dunia?

1. Peter Thiel, milyuner berbasis Silicon Valley ini berinvestasi pada project penelitian anti-aging spektakuler dengan metode Parabiosis

Peter Thiel

Peter Thiel via www.queerty.com

Co-founder Paypal dan investor kelas dunia ini memang terkenal punya pemikiran nyentrik. Kali ini, Peter Thiel menyebutkan ketertarikannya untuk membeli darah remaja untuk ditransfusikan ke dirinya sendiri, supaya awet muda. Menurut kabar yang beredar persoalan ‘menambah usia’ ini sudah menjadi semacam obsesi bagi kalangan milyuner di Silicon Valley. Peter Thiel sendiri disebut-sebut sudah menanamkan investasi pada perusahaan riset medis, Ambrosia yang sedang melakukan percobaan parabiosis pada manusia.

Advertisement

Tapi sebenarnya parabiosis itu apa sih? 

2. Meskipun baru booming sejak tahun 2011, teknik ini ternyata sudah dilakukan sejak zaman abad pertengahan Renaissance

Pada manusia diharapkan bisa lewat transfusi darah

Pada manusia diharapkan bisa lewat transfusi darah via qz.com

Sederhananya, parabiosis adalah menggabungkan dua individu secara anatomi. Dalam perkembangannya, parabiosis diharapkan bisa dilakukan antara manusia melalui transfusi darah. Terus kenapa parabiosis dikaitkan dengan anti-aging? Karena ‘darah muda’ ini dipercaya bisa membuat orang-orang tua akan menjadi muda lebih lama. Faktanya, pseudoscience berbasis darah semacam ini sudah dikenal sejak tahun 1600-an.

Di era renaissance, sudah banyak pendapat bahwa minum darah anak muda akan membuat seseorang awet muda. Selain itu, tak jarang juga tenaga medis menyuruh pasien minum darah tertentu untuk menyembuhkan penyakit. Namun karena banyaknya korban yang jatuh, praktik ini kemudian dilarang oleh pemerintah Eropa. Baru di tahun 1950-an muncul lagi penelitian tentang teknik serupa dengan istilah parabiosis.

3. Sejauh ini, keberhasilan parabiosis terlihat jelas pada hewan. Sementara pada manusia sepertinya masih kurang menjanjikan

Selama ini paeabiosis berhasil pada tikus

Selama ini parabiosis berhasil pada tikus via palgrave.nature.com

Penelitian yang paling mutakhir dilakukan oleh ilmuwan dari Stanford University, Tony Wyss-Coray yang kemudian membentuk Alkahest. Dengan operasi sederhana, Tony menggabungkan dua tikus yang usianya berbeda, sehingga sistem peredaran darah mereka bergabung. Hasilnya mencengakan. Darah tikus muda ternyata membawa kehidupan baru bagi organ-organ vital tikus tua, membuatnya lebih enerjik, segar, kuat, sehat, dan pintar dari sebelumnya.

Selanjutnya diketahui bahwa yang bertanggung jawab atas proses ini adalah plasma darah. Tim Tony meyakini bahwa ada protein dalam plasma darah tikus muda yang bisa memperbaiki kerusakan-kerusakan dalam tubuh tikus muda. Nah protein apa itu, apakah ada efek buruknya atau tidak, dan apakah bisa diterapkan pada manusia, percobaan lebih lanjut masih diperlukan.

4. Di Ambrosia, percobaan ini sedang berjalan. Masing-masing relawan harus membayar $8000 untuk menjadi partisipan

Ambrosia dan ALkahest sedang melalukan percobaan pada manusia

Ambrosia dan Alkahest sedang melalukan percobaan pada manusia via antiagingwellness.org

Di perusahaan ini, donor darah merupakan pemuda berusia 16-25 tahun. Meskipun saat ini layanan yang disediakan masih tergolong eksperimental, tapi sejauh ini sudah ada 600 partisipan yang sudah mendaftarkan diri untuk menjadi penerima transfusi darah. Padahal peserta dikenakan biaya $8000 yang akan dipakai untuk biaya darah, tes kesehatan, review jurnal, asuransi, dan semua biaya administrasi untuk proses parabiosis ini.

5. Kemunculan teknologi aplikasi parabiosis pada manusia disambut dengan gegap gempita. Tampaknya banyak orang yang menolak tua dan enggan mati

Parabiosis dianggap terobosan anti-aging

Parabiosis dianggap terobosan anti-aging via www.rodalewellness.com

Meskipun belum memberikan hasil positif untuk diterapkan pada manusia, tapi banyak yang berharap besar pada proses ini. Peter Thiel hanya salah satunya. Alkahest juga disebut sudah mendapat investor besar dari Cina untuk mengembangkan penelitian dan uji coba. Selain di US, penelitian tentang teknologi anti-aging ini juga sedang giat dilakukan Korea Selatan dan China. Di sisi lain, banyak yang menyebut proyek ini mirip dengan vampirism. Tony Weyss-Coray mengaku sering terima email yang mengatakan perusahaannya adalah perusahaan vampir. Ngomong-ngomong, apakah parabiosis juga penjelasan kenapa vampir bisa berumur panjang?

6. Sebenarnya yang dituju bukan semata mengatasi penuaan, tapi juga pengobatan untuk berbagai penyakit mematikan

Kepikunan salah satu yang disasar oleh metode ini

Kepikunan salah satu yang disasar oleh metode ini via www.pinterest.com

Banyak harapan yang ditumpukan pada penelitian ini. Bukan hanya sebagai metode awet muda, tapi juga untuk mengatasi berbagai penyakit ‘usia’ lainnya seperti alzheimer’s dan demensia yang hingga saat ini belum ada obatnya. Bila proses penerimaan manusia sama seperti dua tikus dalam percobaan, tentu darah remaja yang dialirkan ke tubuh manula bisa memperbaiki fungsi otak dan organ-organ vital lainnya. Lebih lanjut, bukan tidak mungkin teknik ini bisa menjadi solusi untuk kanker dan penyakit-penyakit mematikan lainnya. Tapi lagi-lagi, kita tunggu saja. Karena metode ini belum ada pembuktian ilmiahnya.

7. Tapi kekhawatiran bukan cuma soal aman atau nggaknya metode ini, apakah nanti metode ini akan memunculkan istilah baru semacam ‘pencurian darah’?

Human trafficking

Nanti dikhawatirkan sesama manusia akan berburu darah  via nebraskafamilyalliance.org

Bukan hanya soal keamanan transfusi darah tanpa kemungkinan penularan penyakit saja, namun konsekuensi etis dan sosialnya harus dipikirkan. Bila kelak teknik ini terbukti berhasil mengatasi penuaan, mungkin operasi plastik dan suntik botox tidak akan laku lagi. Namun bila parabiosis sudah umum dilakukan, pasti akan ada rebutan darah besar-besaran.

Berlomba-lomba menjadi Edward Cullen di dunia nyata, hal ini bisa membahayakan para remaja. Sekarang saja sudah banyak pasar gelap yang memperjualbelikan organ yang berujung penculikan dan pembunuhan, bukan tidak mungkin nanti akan semakin banyak anak yang menjadi korban untuk diambil darahnya. Apalagi secara etis, tak ada satupun manusia yang bisa melawan siklus hidup yang memang sudah ditetapkan dari Yang Maha Kuasa. Semua orang nantinya akan menua dan meninggalkan bumi ini, tak ada satupun obat buatan manusia yang bisa mencegahnya.

Teknologi ini memang masih tahap awal. Belum bisa dipastikan juga apakah bisa diaplikasikan pada manusia atau tidak, karena tentu saja tikus dan manusia punya mekanisme tubuh yang berbeda. Jadi, kalau suatu saat ada orang menawarkan parabiosis bisa membuatmu awet muda, ingat ya kalau ini belum ada pembuktian ilmiahnya. Dan yang tak kalah penting,  selain manfaat positifnya tentu harus dipikirkan juga konsekuensi etis dan sosial yang tak kalah seriusnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya