Kick-off pertama di turnamen sepak bola paling bergengsi antar negara ASEAN tinggal menunggu hitungan jam. Ada delapan negara yang ikut serta akan bersaing untuk merebut gelar juara di Piala AFF 2014. Mungkin kali ini, gaung AFF gak begitu terdengar seheboh gelaran di tahun 2010 — karena pada waktu itu Indonesia menjadi tuan rumahnya. Namun tahun ini, justru karena timnas bermain jauh dari rumahlah kita harus memberi semangat ekstra bagi mereka.

Memberi dukungan bagi timnas adalah kewajiban bagi semua penggila bola di Indonesia. Tapi jika kamu masih juga butuh alasan mengapa kamu harus mendukung mereka, ini penjabarannya buat kamu!

1. AFF memberikan kesempatan langka bagi timnas kita untuk main di panggung internasional

Gak setiap hari kita lihat lambang Garuda di pentas internasional

Gak setiap hari kita lihat lambang Garuda di pentas internasional via m.goal.com

Advertisement

Piala AFF adalah turnamen paling realistis yang bisa diikuti oleh timnas Indonesia. Di turnamen dua tahunan ini, Indonesia bisa lolos tanpa harus melalui babak kualifikasi. Indonesia memang berpeluang main Piala Asia, namun harus lebih dulu lolos babak kualifikasi yang berat. Mau bicara soal Piala Dunia? Nanti dulu, dukung dulu timnas di ranah regional baru kita bahas soal World Cup.

2. Setelah “dibelah” oleh pemilu, kita butuh semangat baru untuk bersatu kembali

Saatnya kembali menyatukan semangat

Saatnya kembali menyatukan semangat via loungindo.com

Pemilihan Presiden 2014 barusan bisa dibilang pemilihan terseru dalam sejarah demokrasi Indonesia. Cuma ada dua calon disana sehingga otomatis ada dua kubu yang mendukung kandidatnya mati-matian. Akibat beda jagoan di Pilpres, pertemanan yang tadinya akrab jadi agak renggang, ayah dan anak yang tadinya mesra jadi kaku, dan gak jarang kamu saling serang dengan teman sendiri di sosial media.

Capek gak, sih bersilang pendapat terus? Kita butuh semangat baru untuk menyatu kembali. Kita butuh kekuatan baru untuk kembali punya harapan dan optimis dengan negara ini. Dan dilihat dari pengalaman di AFF 2010, timnas Indonesia terbukti menyatukan lagi semangat warga Indonesia.

3. Lawan-lawan timnas nanti bukanlah tim kelas teri

Salah satu lawan berat, Filipina

Salah satu lawan berat, Filipina via defence.pk

Advertisement

Lawan timnas di fase grup bukanlah tim kelas teri di region Asean. Serunya, calon-calon lawan timnas di fase grup punya peringkat FIFA yang lebih tinggi dari kita. Indonesia (peringkat FIFA 157) tergabung di grup A bersama tuan rumah Vietnam (136), Filipina (129) dan Laos (154). Untuk lolos fase grup aja sulit, belum lagi jika lolos ke semifinal timnas berpeluang melawan Myanmar dan negara-negara lain yang udah pernah menyicipi manisnya gelar juara AFF: Singapura, Malaysia, dan Thailand. Jadi kalau kamu masih mengira Indonesia bisa menang dengan mudah di ASEAN, perkiraan itu gak benar. Satu lagi alasan buat mendukung mereka, bukan?

4. Dengan persiapan yang mepet, timnas butuh dukungan moril dari kamu

Mereka butuh dukungan moril

Mereka butuh dukungan moril via www.bolalob.com

Bisa dibilang tim yang udah berada di Vietnam sekarang baru mulai berlatih bersama secara komplit sejak 13 November lalu. Itu cuma 13 hari yang lalu! Sebabnya, pelatih timnas Alfred Riedl harus dibuat menunggu para pemain selesai bertarung di putaran akhir ISL.

Namun, waktu yang mepet gak menyurutkan semangat Firman Utina dan kawan-kawan utntuk berjuan demi kamu. Seharusnya kamu juga memberi semangat yang sama besarnya, baik itu dari rumah maupun dari tribun stadion di Hanoi.

5. Karena Evan Dimas bergabung di timnas senior… yeah!!!

Saatnya bagi yang muda

Saatnya bagi yang muda via www.indobolanews.com

Kenapa ini penting? Karena remaja 19 tahun ini adalah talenta paling bersinar dalam sepak bola Indonesia. Bahkan analis sepak bola Asia, John Duerden menyebut Evan Dimas sebagai pemain paling menarik di Asia Tenggara.

Gak salah kalau kamu menaruh harapan tinggi pada bocah ini. Di usia yang sangat muda dia udah debut bersama timnas saat menghantam Timor-Leste 4-0. Dalam pertandingan itu terlihat Evan Dimas bermain di level setingkat lebih tinggi dari seniornya, serta melengkapi debut tersebut dengan mencetak gol. Di pertandingan melawan Suriah, Evan Dimas masih menunjukkan performa yang sama.

Keputusan berada di tangan Riedl apakah akan menjadikan dia sebagai pemain utama atau sebagai sekedar pelapis. Yang kita tahu wunderkind, ini selalu mengundang decak kagum dan membangkitkan semangat untuk menonton bola.

6. Asal kamu tahu, Indonesia BELUM pernah menjuarai Piala AFF

Belum pernah jadi Juara

Belum pernah jadi Juara via ayudiahs.blogspot.com

Kalau selama ini kamu berpikir Indonesia adalah negara adidaya dalam sepak bola Asia Tenggara, segera bangunlah dari tidurmu. Jangan delusional, deh. Sejak turnamen ini masih bernama Piala Tigers hingga AFF Cup, Indonesia belum sekalipun mencicipi gelar juara.

Timnas Indonesia sebenarnya sudah 4 kali mencapai partai final — di tahun 2000, 2002, 2004, dan 2010 — namun pada empat kesempatan itu kita harus puas dengan gelar runner-up.

Coba bandingkan dengan Singapura yang sudah 4 kali juara (mereka juara bertahan tahun ini), Thailand (3 kali), Vietnam (1 kali) serta rival utama kita Malaysia (1 kali). Makanya, dukungan kamu diperlukan untuk membantu timnas menulis sejarah.

7. Wajah persepakbolaan nasional sedang tercoreng, dan kita butuh sesuatu untuk dibanggakan

Kami butuh kebanggaan

Kami butuh kebanggaan via www.beritabolaindo.com

Bagi kamu yang mengikuti dunia persepakbolaan nasional, kamu pasti tahu kasus apa yang dibicarakan. Kalau kamu belum tahu, kata kuncinya: “Sepak bola Gajah” yang melibatkan dua klub legendaris di mata sepak bola nasional, PSS dan PSIS.

Komisi Disiplin PSSI memang sudah menjatuhkan hukuman, namun masih aja ada perasaan miris melihat sportivitas diinjak-injak, dan jargon “The Beautiful Game” yang disematkan pada sepak bola dikhianati.

Untuk itu, negeri kita butuh sesuatu untuk dibanggakan. Kita perlu kesatuan yang membuat kita percaya lagi pada sepak bola. Dari mana kita bisa mendapatkannya, kalau bukan Tim Nasional Indonesia?

.

Mendukung timnas Indonesia bukan sebuah perilaku musiman, juga bukan hype yang cepat nge-tren kalau mereka lagi main bagus dan punya peluang menang. Justru disaat timnas dianggap tim underdog seperti sekarang, kamu harus mulai mendukung mereka lebih keras. Beteriak lebih lantang dari pinggir lapangan. Ayo, tunjukkan dukunganmu!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya