Setiap orang punya masalah rambutnya masing-masing. Ada yang berminyak dan mudah lepek, ada yang kering dan kusam, ada juga yang gampang banget patah atau rontok. Tapi bersyukurlah, masalah rambutmu itu bisa teratasi dengan cara-cara yang mudah dan nggak harus ngoyo untuk bisa menormalkannya. Ada lo kondisi rambut yang mengembang, jabrik dan sulit sekali disisir. Kondisi ini disebut dengan sindrom rambut jabrik, seperti yang dialami oleh fisikawan ternama, Albert Einstein.

Apa sih sebenarnya sindrom rambut jabrik itu? Berikut Hipwee News & Feature sajikan informasinya khusus buatmu. Simak, ya!

Sindrom rambut jabrik merupakan mutasi genetik yang memengaruhi pembentukan batang rambut

Termasuk sindrom langka via www.allure.com

Advertisement

Kondisi rambut yang bikin penderitanya memiliki rambut yang mengembang, kering, keriting, nggak beraturan, dan susah disisir ini disebut disebut dengan sindrom rambut jabrik atau uncombable hair syndrome (UHS). Menurut pemaparan Live Science, kelainan ini merupakan mutasi genetik yang memengaruhi pembentukan batang rambut. Rambut dengan sindrom jabrik ini akan keluar dari kulit kepala ke berbagai arah, bukan menjuntai ke bawah. Pertumbuhannya pun cenderung lebih lambat dari rambut normal lainnya.

Kondisi ini banyak dialami oleh anak-anak dan umumnya akan semakin membaik seiring bertambahnya usia

Biasanya terlihat ketika usia 3 tahun, seperti bayi Taylor McGowen via www.independent.co.uk

Dilansir dari Buzzfeed News, sindrom rambut jabrik ini banyak diderita oleh anak-anak. Seperti yang dialami oleh Taylor McGowan, seorang anak berusia 18 bulan asal Chicago yang dijuluki mini Einstein karena rambutnya yang jabrik, pirang dan berkilau, dan sulit sekali disisir. Taylor termasuk ke dalam 100 orang di dunia yang tercatat mengalami sindrom rambut jabrik.

Menurut Regina Betz, seorang dosen dari University of Bonn di Jerman sekaligus penulis makalah ternama tahun 2016, sindrom rambut jabrik mulai terlihat pada anak-anak sejak usia 3 bulan sampai 12 tahun. Namun, kondisi ini umumnya akan semakin membaik seiring dengan bertambahnya usia, seperti dikutip National Institute of Health (NIH).

Penyebab sindrom rambut jabrik ini adalah karena mutasi dari salah satu gen yang berasal dari orangtua penderita dan bersifat kongenital

Diakibatkan oleh mutasi gen via mentalfloss.com

Advertisement

Seperti yang telah dijabarkan oleh NIH, sindrom rambut jabrik ini disebabkan karena mutasi pada gen PADI3, TGM3, atau TCHH. Gen-gen ini memberi instruksi untuk membuat protein yang membantu memberikan struktur pada batang atau helai rambut. Mutasi gen ini mengakibatkan bentuk batang rambut menjadi berubah. Alih-alih memiliki bentuk helai rambut yang lurus, bergelombang, atau keriting, penderita sindrom ini punya batang rambut yang kaku, nggak lurus tapi juga nggak keriting, berpenampang segitiga atau berbentuk seperti hati.

Ketiga gen ini diyakini berasal dari salah satu orangtua, entah itu ayah atau ibunya. Jadi, kalau kamu atau pasanganmu pernah mengalami sindrom ini sewaktu kecil, maka bisa jadi anakmu akan mengalami hal yang sama.

Sindrom rambut ini nggak bisa serta merta diatasi dengan perawatan rambut pada umumnya, salah-salah malah tambah rusak

nggak perlu terlalu effort via www.real-fix.com

Kalau masalah rambut pada umumnya, umumnya bisa diatasi dengan perawatan rambut secara teratur, baik dengan rutin keramas, pakai vitamin rambut, catok rambut, dan sebagainya. Sayangnya, hal ini nggak berlaku untuk penderita sindrom rambut jabrik. Perawatan rambut yang terus menerus justru bisa bikin rambut ini makin rapuh dan rusak. Karena sebetulnya, masalah rambut jabrik ini bisa membaik secara alami saat anak mulai memasuki usia remaja.

Kalau tetap ingin melakukan perawatan rambut, kamu bisa menggunakan conditioner dan sisir yang lembut. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan suplemen biotin untuk membantu melembutkan helai rambut dan meningkatkan kekuatan rambut tanpa membuatnya rusak. Rambut pun cenderung lebih mudah disisir setelah empat bulan suplementasi.

Setelah membaca ini, mungkin kamu akan langsung terpikir dengan sosok Einstein. Memang sih, kalau diperhatikan, tokoh ternama tersebut juga punya rambut putih yang mengembang, nggak tertata rapi, dan mungkin saja susah disisir. Namun, para ahli belum yakin betul apakah Einstein juga mengalami sindrom ini atau nggak. Hmm, yang penting kita dapat wawasannya, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya