Kemarin Hipwee pernah bahas teknologi kendaraan bermotor yang menakjubkan, dari motor anti-tabrakan sampai kendaraan polisi yang bisa terbang. Ternyata jalanan juga nggak mau kalah guys! Kayaknya emang jarang banget deh ngomongin teknologi jalan raya selain campuran semen atau bahan bakunya, kayak jalanan dari limbah plastik yang juga udah ada di Indonesia. Ya namanya juga jalan, emang bisa dibuat inovasi gimana lagi selain untuk dipakai kendaraan….

Ternyata ada terobosan teknologi jalan baru yang cukup unik nih di Inggris. Dilansir dari Business Insider, prototipe teknologi bernama ‘The Smart Crosswalk‘ baru aja sukses diuji coba di Mitcham, bagian selatan London. Bukan hanya untuk keselamatan kendaraan yang melaju di atasnya, sistem sensor dan layar LED super besar sengaja dipasang untuk membuat pejalan kaki lebih nyaman dan aman. Gimana caranya ya?! Yuk simak bareng info selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Tanpa perlu tengok kanan kiri, kamu sudah bisa langsung melenggang dengan tenang. Kalau pun ada mobil melaju, mereka akan diberi peringatan otomatis

Warna jalan akan langsung berubah sesuai sensor via www.curbed.com

Advertisement

Pedestrian walk atau jalan khusus pejalan kaki emang populer di Eropa. Sambil melihat arsitektur dan pemandangan indah, warga di sana udah terbiasa jalan kaki kemana-mana. Mungkin itu juga yang menginspirasi lahirnya inovasi The Smart Crosswalk ini. Memanfaatkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, sebuah perusahaan teknologi mengembangkan jalan khusus yang bisa berubah warnanya sewaktu-waktu tergantung kebutuhan.

Dengan teknologi ini, jalanan bisa tiba-tiba punya pola zebra cross menandakan ada orang yang ingin menyebrang. Tidak perlu lagi ada area khusus untuk zebra cross yang dicat secara manual. Bukan cuma tanda penyebrangan aja, tiap fitur keselamatan dan kebutuhan jalan bisa ditambahkan secara otomatis lewat panel LED yang dilengkapi sensor dan AI. Masih nggak kebayang? Yuk lihat langsung gimana wujudnya!

Prototipe pertama The Smart Crosswalk sudah berhasil diuji. Jalan raya seakan-akan bisa dibuat customized sesuai kebutuhan masing-masing orang

Beginikah wujud jalan masa depan? Yup, mungkin aja. Melihat bagaimana tanah semakin langka di hampir semua tempat di dunia, proyek pelebaran atau perbaikan jalan biasanya sangat sulit dilakukan. Teknologi pintar semacam ini emang kayaknya bisa jadi solusi. Tanpa perlu membangun bagan jalan atau infrastruktur baru, jalan khusus sepeda, penyebrangan untuk pejalan kaki, sampai sinyal lampu lalu lintas pun bisa diprogram langsung di jalannya.

Advertisement

Tapi ya jelas ini baru prototipe dan masih dalam tahap penyempurnaan. Belum lagi modal pembuatan jalan canggih ini yang jelas tidak sedikit, pemerintah mungkin belum mau juga berinvestasi sebesar itu. Ada juga masalah sosialisasi ke pengguna yang harus diperhatikan. Nggak ada gunanya teknologi canggih kalau yang pakai nggak tahu cara pakainya. Harus dilihat lagi sih bagaimana The Smart Crosswalk ini bisa disempurnakan tapi exciting sih udah ada teknologi beginian…

Sekadar buat tambahan info aja sih, kalau kita sih yang penting gimana jalanan nggak lubang-lubang dulu aja deh…

Masa jalanan baru juga cuma tahan sampai musim ujan tiba… via detik.com

Baru-baru ini kota Medan, Sumatera Utara, mendapat julukan baru, kota sejuta lubang. Mungkin bukan cuma Medan aja sih, banyak kota-kota lain di negeri ini yang jalan rayanya juga penuh lubang. Padahal bahaya banget loh untuk keselamatan pengendara. Belum lagi kalau musim hujan tiba dan lubangnya nggak kelihatan, banyak kecelakaan fatal karena terjungkal lubang di jalan raya. Kalaupun jalan diperbaiki atau ditambal, mirisnya jalan-jalan baru itu nggak tahan lama. Entah karena hujan atau berat beban kendaraan, ya harusnya jalanan dibuat lebih kuat biar tambah awet.

Selain faktor keselamatan, kalau sistem jalan raya kita beneran serius diperbaiki dan ditingkatkan, bisa jadi dorongan supaya masyarakat lebih sering jalan kaki lho. Meski orang Indonesia dinobatkan jadi paling malas jalan kaki di dunia, predikat itu mungkin lebih disebabkan oleh ketiadaan fasilitas pendukung biar orang nyaman berjalan kaki. Ya kayak jalanan yang aman dan nyaman…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya