Kolaborasi Jangkau Bersama Blibli Hadirkan Cara Baru Donasi Bantuan Sosial yang Transparan dan Tepat Sasaran 

Kolaborasi Jangkau dan Blibli

Penduduk Indonesia selain ramah juga terkenal dermawan. Media sosial dan platform crowdfunding bisa jadi tempat untuk membuktikan hal tersebut. Masyarakat kita nggak butuh banyak alasan untuk membantu orang lain. Yang dibutuhkan hanya fakta kalau seseorang memang butuh bantuan.

Advertisement

Kendati demikian, di sisi lain ada juga masyarakat yang meski ingin membantu tetapi punya trust issue. Paling sering sih, ragu apakah bantuan yang ia berikan akan tepat sasaran. Karena nggak dimungkiri, transparansi masih jadi barang langka di negeri ini, dan oknum-oknum nakal akan selalu ada memanfaatkan kesempatan. Korupsi bantuan sosial oleh menteri yang belakangan ramai salah satu buktinya.

Nah, berangkat dari hal tersebut, Jangkau sebagai platform bantuan sosial hadir untuk mempertemukan orang yang membutuhkan bantuan, dengan orang yang ingin memberi bantuan secara transparan. Di sini kamu bisa memilih ingin berdonasi kepada siapa, dan bentuk donasinya pun bisa beragam. Bisa uang atau barang-barang layak pakai, yang kini akan semakin mudah disalurkan kepada penerima bantuan berkat kolaborasi Jangkau dengan Blibli.

Jangkau bukan hanya soal sumbang menyumbang, tapi juga soal ketersediaan data demi bantuan sosial yang tepat sasaran

Founder Jangkau, Basuki Tjahaja Purnama dalam peluncuran kolaborasi Jangkau X Blibli via Zoom, Senin (21/12/2020) (dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Selayang pandang, konsep yang diusung oleh Jangkau memang bukan terbilang baru. Tapi jika dilihat lebih dalam, Jangkau punya misi yang cukup penting yakni mengumpulkan data-data orang yang butuh bantuan, untuk bisa digunakan oleh berbagai sektor khususnya pemerintah dalam membuat kebijakan. Hal ini diutarakan oleh Founder Jangkau, Basuki Tjahaja Purnama, yang mengatakan bahwa Jangkau bukan hanya soal sumbang-menyumbang tapi juga ketersediaan data.

Advertisement

Ia menjelaskan, berdasar permohonan donasi yang masuk, Jangkau akan memiliki data orang atau daerah mana yang membutuhkan bantuan, berikut barang seperti apa yang dibutuhkan. Nah, data tersebut bisa digunakan juga oleh pemerintah agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

“Jangkau ini bukan soal sumbang menyumbang saja, tapi juga data. Saya mengharapkan Jangkau ini (dengan aktivasinya) bisa jadi basis data yang dapat digunakan oleh seluruh pemerintah daerah dan juga kementerian. Jadi nggak akan ada lagi, tuh, gara-gara sembako menteri ditangkap,” kata Basuki dalam peluncuran kolaborasi Jangkau X Blibli secara virtual via Zoom, Senin (21/12/2020).

Kendati demikian, Basuki mengatakan di era sekarang ini kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk bisa membantu lebih banyak orang, selain juga untuk menjadi basis data yang ideal. Misalnya dengan menggandeng tenaga riset dan survei yang dimiliki pemerintah, atau juga pihak swasta seperti Blibli dan BenihBaik.com yang punya inisiatif-inisiatif kebaikan.

Advertisement

Ekosistem milik Blibli akan mendukung proses pengadaan dan distribusi donasi dari Jangkau

(dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Co-Founder Jangkau, Demos Oktovianus menjelaskan bentuk kolaborasi Jangkau dengan Blibli. Ia mengatakan kalau di masa pandemi ini permohonan donasi yang masuk ke Jangkau meningkat. Kendati belum diluncurkan secara resmi, Jangkau hingga saat ini sudah memiliki sekitar 25 user dengan 3.000 permohonan donasi telah diselesaikan. Nah, persoalan yang dihadapi oleh Jangkau dengan meningkatnya jumlah permohonan donasi adalah distribusi bantuan dan juga pengadaan barang bantuan.

Untuk itu, Blibli sebagai raksasa e-commerce yang punya solusi B2B, dalam kolaborasi ini akan memberikan dukungan untuk menyalurkan donasi peer-to-peer dari Jangkau dalam bentuk barang. Sederhananya, Jangkau akan memfasilitasi orang yang butuh bantuan dan orang yang ingin membantu, sedang Blibli akan menyediakan barang donasi yang dibutuhkan dan mengantarkan barang tersebut secara transparan dan efisien kepada penerima donasi. Barang donasi yang disediakan Blibli pun beragam, mulai dari sembako, alat bantu disabilitas, dan gawai penunjang pembelajaran jarak jauh.

CEO Blibli, Kusumo Martanto (dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

CEO Blibli, Kusumo Martanto menjelaskan kolaborasi antara Jangkau dan Blibli merupakan bukti kalau integrasi teknologi dapat membawa kebaikan bagi banyak orang. Dengan fasilitas dan teknologi yang dimiliki Blibli, ia mengatakan penerima donasi dari Jangkau bisa mendapatkan bantuan dengan lebih cepat, dan pemberi donasi yang memilih Jangkau bisa menyalurkan bantuan secara transparan dan terarah.

“Ekosistem Blibli dapat mendukung kebutuhan tersebut, mulai dari mengkurasi barang dan jasa yang dibutuhkan, hingga menangani proses logistik. Konsep one-stop solution ini akan menghadirkan proses pengadaan barang yang lebih ringkas, efisien, dan juga transparan,” kata Kusumo.

Lebih lanjut Kusumo mengatakan kolaborasi dengan Jangkau sejalan dengan semangat #AyoBersama milik Blibli, di mana e-commerce ini membuka pintu kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki misi kebaikan untuk memperluas dampak positif dari tujuan kemanusian dan sosial.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE