Skandal K-Pop terbesar dalam sejarah yang melibatkan sejumlah artis ternama dan jajaran kepolisian Korea, sampai sekarang masih jadi topik hangat di banyak media internasional. Jung Joon Young, bintang TV dan penyanyi yang namanya juga ikut terseret, baru saja resmi ditahan atas tuduhan merekam video seksnya diam-diam dan menyebarkan ke grup obrolan sesama selebriti. Selain JJY, masih banyak artis lain yang harus berurusan sama polisi gara-gara terlibat dalam skandal gila ini.

Belum berakhir skandal menggegerkan di atas, di Korea Selatan sudah ada lagi kasus terbaru yang masih berhubungan dengan pornografi dan bahkan sedikit mirip dengan modus operandi JJY : kamera tersembunyi. Bukan perorangan, tapi lebih seperti sindikat. Sebanyak kurang lebih 1.600 tamu hotel di Korsel jadi korban kejahatan oknum yang memasang kamera tersembunyi di hotel-hotel. Parahnya, rekaman video ilegal itu nggak cuma jadi konsumsi pribadi, melainkan disiarkan di situs bokep dengan ribuan anggota! Duh, kok kejam sih?!

Kasus hidden spy cam memang sedang kronis-kronisnya di Korea Selatan. Banyak kamera tersembunyi ditemukan di toilet umum atau tempat ganti baju di mall, kini yang lebih parah ternyata ribuan tamu hotel juga jadi korban

Banyak kamera tersembunyi yang ditemukan di berbagai hotel dan motel di Korsel. via edition.cnn.com

Advertisement

Beberapa tahun belakangan ini, Korea Selatan memang sedang diteror skandal kamera tersembunyi. Banyak kamera tersembunyi ditemukan di tempat-tempat umum seperti toilet publik dan kamar-kamar ganti di pusat perbelanjaan, terutama di toilet dan ruang ganti perempuan. Sampai-sampai wisatawan asing pun mulai sering diberi peringatan untuk berhati-hati mengecek keberadaan kamera tersembuyi ketika berkunjung ke sana. Bahkan ketika isi chatroom Seungri, JJY, dan beberapa artis lain soal merekam cewek sembunyi-sembunyi bocor, beberapa orang Korsel seperti yang diwawancari Asian Boss ini, tidak kaget karena memang sudah sering terjadi.

Nah meskipun sama mirisnya, skandal kamera tersembunyi yang diungkap kemarin skalanya sangat besar. Sebanyak kurang lebih 1.600 tamu hotel di Korsel menjadi korban rekaman video ilegal lewat kamera tersembunyi. Seperti dikutip CNN, sebanyak 42 kamar di 30 penginapan yang tersebar di 10 kota, telah dipasang kamera tersembunyi. Kamera-kamera ini dipasang di TV digital, soket dinding, atau tempat pengering rambut. Kalau dari keterangan pihak kepolisian, katanya sih pihak hotel diyakini tidak terlibat dalam kasus ini.

Parahnya lagi, rekaman video itu disebarkan secara online di situs bokep Korsel lo! Situs itu juga punya fitur berbayar, dengan berlangganan, orang bisa memutar ulang streaming yang sedang berlangsung

Selain direkam, juga disiarkan online! via www.stuff.co.nz

Rekaman video-video yang diambil dari kamera tersembunyi ini ternyata nggak cuma dikonsumsi secara pribadi oleh oknum mesum di baliknya. Mereka juga menyebarkannya secara online melalui siaran langsung di sebuah situs porno! Situs yang katanya sudah punya 4.000 lebih anggota itu juga menyediakan fitur berbayar. Pengunjung bisa berlangganan dan membayar biaya bulanan sebesar 44,95 dolar AS, atau sekitar 630.000 rupiah. Per November 2018, katanya situs ini bisa meraup keuntungan 84,7 juta rupiah lo! Gila, ‘kan??

Advertisement

Saat ini, pihak kepolisian kabarnya sudah berhasil menahan 4 pria terkait skandal ini. Kira-kira masih banyak pihak lain yang terlibat nggak ya?

Ada sekitar 6.000 kasus serupa yang dilaporkan tahun 2017 dan jumlahnya terus naik. Mirisnya, pelaku ‘kamera tersembunyi’ ini seringkali tak berakhir di penjara karena hukum terlalu lemah

Protes tahun 2018. Ribuan orang memegang poster ‘hidup saya bukanlah tontonan pornomu‘ via abcnews.go.com

Saking sudah seringnya mendengar kabar keberadaan kamera tersembunyi di sudut-sudut privasi, cewek-cewek Korea sampai harus mengecek betul-betul toilet umum yang akan dipakainya, apakah ada kamera atau tidak. Ini semacam sudah jadi kebiasaan gitu. Pemerintah kota Seoul juga membentuk semacam inspektur wanita yang bertugas menyisir toilet-toilet umum untuk mencari kamera-kamera tersembunyi.

Inspeksi rutin dilakukan di toilet-toilet umum via www.bbc.com

Jumlah kasus terkait kamera pengintai di Korsel memang mengalami peningkatan. Kalau tahun 2012 “cuma” ada 2.400 kasus, tahun 2017 jumlahnya naik drastis jadi 6.000 kasus, dengan 80% korbannya adalah perempuan. Mirisnya, dari laporan sebanyak itu, cuma kurang dari 2%-nya berakhir di penjara. Ini jadi bukti kalau hukum terkait pornografi di Korsel masih cukup lemah.

Korsel saat ini menyandang status sebagai salah satu negara yang terdepan dalam teknologi, dilansir BBC. Mungkin ini juga yang sedikit banyak mendorong orang begitu fasih memanfaatkan teknologi, bahkan untuk bertindak kriminal. Kasus kamera pengintai ini bisa jadi juga dialami wanita di banyak negara lain. Tapi dengan teknologi lebih maju dan akses internet tercepat, Korsel tetap jadi juaranya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya