Siapa sih yang nggak kenal dengan mainan squishy?

“Squishy” atau mainan lembut yang seru banget untuk diremas-remas, jadi populer banget beberapa tahun terakhir. Nggak hanya di kalangan anak-anak aja, squishy juga digandrungi kalangan orang dewasa. Bentuknya yang lucu, baunya yang wangi, dan juga empuknya mainan ini dianggap bisa jadi alternatif pelampiasan stres yang bikin rasa tertekan itu berkurang. Karena sangat populer, mainan ini mudah ditemui dimana aja, mulai dari pasar sampai mall. Harganya juga variatif lho, dari belasan ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah, tergantung dengan kualitasnya.

Advertisement

Meskipun sekilas tampak harmless alias tidak berbahaya, squishy memang seringkali disebut sebagai mainan yang diam-diam berbahaya. Nah, kini bahkan ada satu negara yang mulai secara resmi melarang penjualan maupun peredaran squishy. Para orangtua pun disarankan untuk segera membuang atau menyingkirkan squishy yang dimiliki anak-anaknya. Negara itu adalah Denmark. Pemerintah Denmark merasa perlu mengambil langkah tegas itu setelah mempelajari hasil penelitian terakhir yang menyimpulkan bahwa squishy memang mengandung kandungan berbahaya. Kok bisa sih? Lalu, apakah kita juga perlu khawatir terhadap keamanan squishy yang dijual di Indonesia? Kulik bersama Hipwee News & Feature yuk~

Squishy terkenal bukan cuma karena bentuknya yang lucu dan serunya meremas-remas. Mainan ini awalnya populer karena banyaknya exposure media sosial seperti Instagram dan Youtube

Kebanyakan mengunggah koleksi squishy mereka via www.instagram.com

Kalau pernah tahu tentang memory foam, spons yang bisa kembali ke bentuk semula secara lambat, sebenarnya squishy terbuat dari material yang mirip dengan itu sehingga akan kembali lagi ketika diremas. Squishy dibuat dalam bentuk yang beragam dan lucu-lucu seperti makanan dan buah-buahan. Wanginya pun dibuat sama dengan bentuknya lho sehingga enak dicium.

Tapi kepopuleran squishy yang hanya karena faktor itu aja. Media sosial ikut menjadikannya populer. Di Instagram, ada lebih dari 2,5 juta post menggunakan tagar #squishy. Di Youtube pun video tentang squishy populer banget. Contohnya nih yang terkenal adalah Youtuber Ria Ricis. Salah satu videonya tentang squishy pernah ditonton lebih dari 20 juta kali lho!

Biasanya, anak yang tergila-gila dengan squishy ini usianya 5 sampai 12 tahun. Nggak hanya buat mainan, mereka biasanya mengoleksinya juga

Nggak cukup punya satu aja via thenewdaily.com.au

Advertisement

Anak-anak yang suka main squishy ini didominasi oleh anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dengan usia sekitar 5 sampai 12 tahun dan kebanyakan adalah perempuan. Mereka itu deh yang memenuhi toko mainan squishy di mall. Mereka juga jadi segmen pasar yang mengikuti channel Youtube tentang squishy sekaligus menyumbang jumlah penonton di video-video squishy.

Rata-rata mereka nggak cuma punya satu squishy aja lho. Karena bentuknya yang beragam serta lucu, mereka juga mengoleksi squishy. Kebanggaan banget deh kalau mereka punya banyak squishy yang bagus alias asli dengan bentuk yang lucu dan wangi yang nggak mudah hilang meski berkali-kali tersentuh tangan.

Penelitian terbaru yang dilakukan Pemerintah Denmark menyimpulkan adanya bahan-bahan kimia penyebab kanker dan iritasi dalam squishy

Ternyata, squishy mengandung material yang berbahaya lho~ via www.youtube.com

Menurut Copenhagen News, sifatnya yang bisa kembali ke bentuk semula mirip spons, warnanya yang menarik, serta baunya yang wangi malah bikin curiga. Pemerintah Denmark melalui Agensi Perlindungan Lingkungan Denmark melakukan penelitian terhadap 12 squishy yang ada di pasaran. Hasilnya mengejutkan sih. Seperti dilansir dari Kompas, squishy yang diteliti di Denmark tersebut mengandung bahan kimia yang bisa memicu kanker, kerusakan hati, masalah pernafasan, sampai iritasi mata.

Bahan kimia yang ditemukan antara lain adalah dimetilformida atau kerap disingkat DMF, triethylenediamine, dan cyclohexanone. DMF berbahaya buat hati dan ginjal dan ditemukan sampai setelah satu jam squishy dibuka dari kemasannya. Sementara itu, triethylenediamine dan cyclohexanone ditemukan hingga tiga hari setelah squishy dibuka.

Nggak diketahui sih perusahaan pembuat squishy yang dicek pemerintah Denmark, tapi nggak ada salahnya buat waspada dengan mainan squishy

Orang tua perlu waspada juga dengan mainan anak-anak mereka via travelsize.me

Sebanyak 12 squishy yang dicek oleh Pemerintah Denmark ini nggak dijelaskan sih siapa produsen dan distributornya. Yang jelas, karena temuan itu, peredaran squishy di Denmark dihentikan sampai bisa dibuktikan bahwa squishy tersebut nggak berbahaya lagi. Lalu, apakah temuan kandungan squishy yang bahaya itu berlaku untuk squishy di seluruh dunia termasuk di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan itu sih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut ya.

Sebenarnya, sesuai yang diinformasikan Kompas, pemerintah Indonesia sudah menerapkan Standar Nasional Indonesia alias SNI untuk mainan yang beredar di Indonesia. Tapi, nggak ada salahnya buat orang tua di Indonesia mulai mengawasi dan memperhatikan mainan anaknya sekaligus memastikan mainan itu aman buat anak-anak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya