Kalau kamu pernah ke Jepang, kamu mungkin akan sepakat jika penduduknya bisa dibilang selalu tergesa-gesa dalam menjalankan aktivitasnya. Mereka berjalan cepat layaknya lomba lari jalan kaki. Mereka sering mengejar jadwal bus atau kereta yang akan mereka tumpangi karena di sana haram hukumnya jika terlambat. Bahkan sudah jadi rahasia umum bahwa etos kerja yang sangat tinggi di Jepang sampai menyebabkan fenomena karoshi‘, kematian karena kebanyakan kerja.

Tingginya potensi stres di Jepang memang merupakan masalah serius dalam masyarakatnya. Tahun 2016 yang lalu, pemerintah Jepang berupaya meminimalisir tekanan hidup penduduknya dengan peraturan untuk memangkas jam kerja. Di level masyarakat sendiri, tips-tips melepaskan stres jadi bahasan populer. Bahkan mungkin saking stresnya, cara-cara orang Jepang menurunkan stres terbilang sangat unik dan esktrem. Seperti 6 cara gila yang Hipwee telah rangkum di bawah ini.

1. Tren terbaru untuk membunuh stres di Jepang ialah membungkus diri dengan pakaian ketat. Bukannya merasa tersiksa, mereka justru merasa lega lho

kostum super ketat

Kostum super ketat via www.japantimes.co.jp

Advertisement

Orang Jepang menyebutnya dengan Zentai, cara unik mereka untuk menenangkan diri. Orang-orang beragam usia dan profesi akan mengenakan kostum ketat yang menutupi seluruh tubuh mereka. Tentu saja ini bukan pakaian biasa, tapi kostum yang merupakan satu kesatuan yang dijahit khusus untuk menutupi seluruh tubuh dari ujung kaki sampai ujung kepala. Yup mirip kostum Spiderman, tapi tanpa desain khas di laba-laba merah. Kostum ini berbahan lycra dengan tekstur elastis yang bisa membentuk tubuh. Ketika stres, mereka tak akan segan mengenakan kostum ini saat rapat atau jalan-jalan ke beragam tempat.

Justru di balik kostum ketat yang dipakai, mereka percaya bisa merasa longgar dan tidak tertekan. Semacam wujud pemberontakan atau versi paradoks dari kehidupan mereka. Di kehidupan nyata, meski tampak biasa saja dari luar, sebenarnya banyak orang yang tertekan dan stres. Nah dengan memakai pakaian yang secara fisik mengekang, ternyata sejumlah orang justru merasa ‘terbebaskan’.

2. Ketika stres mulai dirasa, penduduk Jepang juga sering mempraktikkan gerakan tangan ninja ala Naruto

kalau yang begini, kamu bisa pelajari juga

Mudah dipelajari via greenshinto.com

Kalau kamu begitu mengidolakan tontonan Jejepangan, pasti sudah tak asing lagi dengan yang namanya ninja. Teknik ninjutsu khususnya gerakan tangannya, ternyata juga punya khasiat menurunkan stres. Dalam penelitian terbaru, salah satu teknik ninjutsu terkenal bernama Kuji Kiri atau Sembilan Potongan diyakini bisa mengatasi stres dan mengasah otak. Mereka yang biasa melakukan gerakan ini, terbukti memiliki level konsentrasi yang tinggi, rasa gelisah menurun, dan bisa cepat merasa rileks. Walau ninja sudah langka, tapi teknik ini masih berguna.

3. Ada lagi Otona Maki namanya. Cara relaksasi unik dengan bungkusan kain, layaknya bayi yang sedang dibedong

Biar tenang tanpa pikiran, layaknya bayi

Biar tenang tanpa pikiran, layaknya bayi via nextshark.com

Advertisement

Otona Maki ialah cara relaksasi dengan membungkus diri sendiri menggunakan selimut tipis. Walau terdengar konyol, cara ini benar-benar populer di negeri sakura. Sama halnya pada bayi yang dibedong untuk mendapatkan rasa nyaman seperti saat berada di dalam kandungan, metode ini juga dipercaya bisa memberikan rasa nyaman dan menghilangkan kegelisahan. Awalnya terapi ini dilakukan oleh para perempuan pasca melahirkan. Mereka mengaku bahwa setelah dibungkus selama 20 menit, tubuhnya akan terasa hangat. Para peneliti menjelaskan bahwa teknik ini bisa berfungsi karena otot-otot yang tertekuk dalam posisi tersebut memang bisa menghasilkan panas. Bisa dibilang, ini salah satu dari bentuk olahraga kali ya.

4. Banting piring dan gelas pun mereka lakukan untuk melampiaskan amarah dan meredakan stres. Yang satu ini rada ekstrem sih

jangan mencoba melakukannya di rumah atau ibumu akan marah marah

Jangan mencoba melakukannya di rumah atau ibumu akan marah marah via i.telegraph.co.uk

Tak bisa dipungkiri, saat sedang stres dan apalagi ditambah marah, seseorang akan merasa di luar kendali. Tak sedikit orang Jepang yang kemudian melampiaskannya dengan cara ekstrem seperti membanting barang apapun yang berada di sekitar mereka. Melihat hal ini seakan telah membudaya, seorang warga Jepang bernama Katsuya Hara kemudian menjadikannya sebagai peluang bisnis. Dia membuka bisnis terapi mengatasi stres yang bernama The Venting Place. Di tempat ini kebanyakan karyawan yang merasa tertekan dengan pekerjaannya akan datang dan membeli sejumlah perabotan pecah belah, lalu melemparkannya ke tembok sesuka hati. Ngeri ya?

5. Festival ini khusus dibuat untuk mereka yang ingin teriak-teriak. Tiap tahunnya, ratusan peserta akan berpartisipasi dalam ‘Shouting Festival‘ di Yufu, Oita, Jepang

Pemenangnya yang bisa teriak paling keras

Pemenangnya yang bisa teriak paling keras via www.fukuoka-now

Mengeluarkan emosi secara fisik, memang dari dulu sudah dipercaya sebagai cara efektif untuk mengurangi stres. Kalau di kota-kota besar di Indonesia, paling ya tempat karokean jadi tujuan utama. Biar bisa teriak sepuas hati. Nah di Jepang, metode ini dibikin festival nasional. Bukan festival karokean, tapi festival meneriakkan segala keluh kesah yang terpendam di hati. Uniknya, dalam festival ini juga akan ada pemenang yang bakal dapat hadiah. Aturannya, siapa yang bisa berteriak paling keras akan jadi pemenang festival spesial ini.

6. Terakhir, di Jepang ada buku spesial bernama ‘Sukatto notepad’. Ini merupakan buku catatan pertama di dunia yang dibuat untuk mengurangi stres

idenya sederhana, tapi luar biasa

Bukan untuk ditulisi tapi dirobek via sociorocketnewsen.files.wordpress.com

Begitu banyak cara untuk menghilangkan stres, salah satunya ialah dengan merobek-robek kertas. Melihat potensi ini, salah satu perusahaan di Jepang membuat produk baru bernama Sukatto notepad yang dibuat khusus untuk dirobek-robek untuk mengurangi stres dalam hidup. Sebelum benar-benar diluncurkan, penelitian cukup serius sudah lebih dulu dilakukan. Buku catatan ini pun punya landasan ilmiah untuk mengklaim fungsinya menurunkan stres. Kertas yang digunakan hanya kertas biasa yang digunakan untuk kantong belanja. Jenis ini dipilih karena suara dari robekannya bisa mengurangi stres. Perusahaan mengklaim, sensasinya dijamin berbeda dibandingkan merobek kertas biasa. Harganya setara Rp 50 ribu untuk 30 lembar.

Semua orang pasti pernah mengalami fase stres dalam hidupnya. Entah itu karena beban pekerjaan, banyaknya tugas kuliah, putus cinta, atau beragam situasi lainnya. Agar tak larut dan malah berpikiran untuk bunuh diri, ada baiknya kamu meniru orang Jepang dalam mengatasi stres mereka. Yuk segarkan kembali pikiranmu dan jangan biarkan stres mendekam terlalu lama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya