Bikin Para Pengguna Pindah ke Lain Hati, WhatsApp Akhirnya Tunda Penerapan Kebijakan Baru Mereka

Kebijakan data whatsapp ditunda

Media sosial adalah salah satu kompenen penting yang sekarang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu yang digunakan untuk berkomunikasi adalah layayan aplikasi pesan seperti Telegram, Line, Kakaotalk dan WhatsApp. Aplikasi-aplikasi ini sudah lumrah digunakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia untuk saling berkomunikasi. Meski telah mendominasi, kritik terhadap kebijakan baru aplikasi juga terus dilancarkan.

Beberapa minggu, masyarakat cukup dihebohkan dengan kebijakan baru WhatsApp yang dinilai cukup kontroversial. Kebijakan baru yang membuat masyarakat ‘takut’ tersebut rencananya akan mulai diterapkan oleh WhatsApp pada tanggal 8 Februari mendatang.

Karena menuai banyak kritikan, WhatsApp akhirnya menunda penerapan kebijakan baru tersebut. Hal ini diketahui dari rilis resmi di blog terbaru WhatsApp. Dalam pernyataaan tersebut WhatsApp memberikan waktu untuk para penggunanya menyutujui kebijakan baru ini atau tidak.

Berbagai kebijakan WhatsApp baru yang menuai protes dan kritik dari para pengguna karena melanggar privasi

Kebijakan terbaru Whatsapp/Credit: Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Banyak kebijakan WhatsApp yang membuat para penggunanya memilih untuk meninggalkan aplikasi pesan gratis ini. Salah satu peraturan yang cukup memuat protes adalah para pengguna WhatsApp wajib menyerahkan data diri pada Facebook selalu perusahaan induk WhatsApp. Jika kita enggan melakukan hal ini, maka kita nggak bisa menggunakan aplikasi WhatsApp lagi. Ini tentu mengkhawatirkan mengingat privasi kita sangatlah penting.

Selain itu ada juga kebijakan baru WhatsApp yang berniat untuk mengumpulkan beragam data yang dikumpulkan. Nggak tanggung-tanggung, nanti WhatsApp akan bisa mengakses informasi detail tentang diri kita bahkan sampai ponsel yang kita gunakan. Yup, pada kebijakan baru ini, WhatsApp akan bisa mengakses data perangkat keras, level baterai, informasi browser, jaringan selular, informasi koneksi (IP dan nomor telefon), bahasa dan zona waktu. Selain dua hal tersebut juga kemungkinan akan adanya iklan di WhatsApp. Hal ini berkaitan dengan data diri yang telah diambil sebelumnya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE