Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng Dicabut. Masyarakat Kaget

Ternyata, harga murah yang membuat stok minyak goreng selalu habis!

Beberapa minggu lalu, sempat viral video ibu-ibu saling dorong di supermarket. Mereka jadi barbar cuma untuk rebutan minyak goreng, loh. Semenjak pemerintah menetapkan kebijakan satu harga Rp 14 ribu untuk minyak goreng, stok jadi sangat terbatas. Beberapa bahkan nggak kebagian.

Advertisement

Terbaru pemerintah sepakat untuk menghapus kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET). Alhasil harga minyak goreng kini sudah mengikuti harga pasar.

Harga kembali normal

Tuang minyak

Seorang koki menuangkan minyak ke wajan | Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels via www.pexels.com

Pemerintah memutuskan untuk merevisi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk 1 liter minyak goreng setelah melihat adanya kelangkaan stok akhir-akhir ini. Karena itu, HET minyak goreng kemasan naik karena pemerintah nggak akan lagi mengatur harganya, namun menyesuaikan dengan harga keekonomian. Mengutip website resmi Sekretariat Kabinet, pemerintah berharap stok minyak akan selalu tersedia di semua pasar.

Walaupun begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meyakinkan masyarakat kalau pemerintah terus memperhatikan situasi penyaluran dan ketersediaan minyak goreng di tanah air. Mereka juga memutuskan untuk menyubsidi harga minyak goreng curah supaya masih bisa dibeli dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Advertisement

Respons ibu-ibu terhadap harga minyak

Cewek megang minyak

Seorang wanita memegang sebotol minyak | Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels via www.pexels.com

Melansir CNN, harga minyak goreng kemasan bisa melesat sampai Rp 25 ribu per liter setelah kebijakan satu harga dicabut. Terbukti, di beberapa supermarket, seliter minyak goreng sudah berharga di atas Rp 20 ribu. Di Tasikmalaya, misalnya, ibu-ibu mengaku kaget melihat harga minyak yang mencapai Rp 23 ribu per liter. Bahkan, stok minyak nggak kosong dan malah bertambah banyak.

Seorang ibu rumah tangga yang diwawancara oleh Kompas merasa aneh setelah melihat kenaikan yang begitu tiba-tiba. Ia bingung mengapa stok minyak goreng selalu habis saat harganya masih murah, tapi berlimpah sekarang. Untuk membuktikannya, ibu-ibu itu memborong minyak goreng untuk memastikan adanya pembatasan pembelian.

Nyatanya, situasi sudah kembali normal sekarang. Orang-orang bebas membeli minyak dalam jumlah berapapun dan stok masih tersisa banyak.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE