Tak Mau Tanggung Jawab, Mahasiswa UIN Bunuh Pacarnya yang Sedang Hamil 4 Bulan. Sungguh Kejam

Mahasiswa UIN bunuh pacar hamil

Biasanya kehamilan seseorang disambut dengan kebahagiaan. Wanita yang sedang hamil pun mendapat dukungan dan bantuan dari sekitar. Namun seorang gadis berinisial AH (23 tahun) justru mengalami hal yang sebaliknya. Akibat janin di dalam perutnya, dia dibunuh oleh pacarnya yang tak mau bertanggung jawab. Kehamilan tersebut memang tak direncanakan, sebab mereka belum menikah dan masih menjadi mahasiswa di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Advertisement

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku berinisial RK (21 tahun) akhirnya berhasil diamankan. Dia pun diminta polisi untuk menjelaskan kronologi kejadian dan menunjukkan alat yang digunakan untuk membunuh. Mari simak selengkapnya.

Baru-baru ini ditemukan mayat seorang gadis yang sedang hamil empat bulan. Setelah diselidiki, ternyata dia dibunuh oleh pacarnya sendiri. Sungguh tragis 🙁

Mahasiswi UIN dibunuh dengan bantal via www.tagar.id

Pada Sabtu (14/12) siang, mayat seorang perempuan ditemukan tergeletak dalam sebuah rumah di Perumahan Citra Elok, Makassar. Ternyata mayat tersebut adalah seorang mahisiswi UIN berinisial AH. Dia ditemukan oleh sepupunya dalam kondisi wajah tertutup bantal Hello Kitty, dengan bekas luka di lehernya. Bercak-bercak darah juga tampak di lokasi kejadian tersebut.

Polisi pun segera melakukan penyelidikan. Lantas diketahui kalau pelaku pembunuhan AH adalah pacarnya sendiri, RK. Dia mengaku telah membunuh karena panik saat dimintai pertanggungjawaban atas kehamilan pacarnya. Kehamilan yang sudah berusia empat bulan itu memang tak direncanakan, sebab mereka belum menikah dan masih sama-sama mahasiswa.

Advertisement

Sebelum pembunuhan terjadi, pelaku dan korban sempat terlibat adu mulut. Lantas pelaku membekap korban dengan bantal dan menggorok lehernya

Pelaku pembunuhan via news.rakyatku.com

Pasangan muda ini sempat bertengkar tentang kehamilan AH. Dia meminta pacarnya untuk bertanggung jawab, tetapi lelaki itu tak mau. Dalam kondisi kalap, pelaku pun membekap korban dengan bantal Hello Kitty selama sekitar 15 menit. Karena diduga korban masih bernapas, pelaku mengambil pisau dapur untuk menyabet leher sang korban. Akibatnya AH meninggal dunia bersama janin di dalam perutnya. Sungguh tragis, RK telah merenggut nyawa dua orang sekaligus yang harusnya dia lindungi.

Kini pelaku telah diamankan Polrestabes Makassar dan menjalani pemeriksaan. Barang bukti berupa bantal Hello Kitty dan pisau dapur pun telah diamankan. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 tentang Pembunuhan dan terancam hukuman 20 tahun penjara.

Di saat terakhir hidupnya, korban sempat menulis puisi untuk sang ibu tercinta. Puisi itu bernada sedih, seolah korban sudah berfirasat akan kematiannya

Advertisement

Sahabat korban yang bersedih via news.detik.com

Dilansir dari Detik, seorang sahabat korban berkata kalau AH suka menulis puisi. Gadis itu juga kerap membagikan karyanya di media sosial. Setelah kematiannya, salah satu puisi AH menjadi perbincangan banyak orang. Sebab puisi tersebut bercerita tentang pertentangan batin seorang gadis yang mengingat ibunya setelah berbuat kesalahan, seolah-olah AH telah mendapat firasat akan kematiannya sendiri. Berikut ini puisi yang ditulis olehnya.

Anak Ibu sedang menahan tangis;

Katanya karma sedang berjalan menuju ke arahnya, katanya karma akan segera menjemputnya.

Anak ibu Ialu menangis;

Tangisannya pelan tak terdengar dibalik pintu toilet karena sedang menggigit bibir bawahnya agar suaranya tangisannya tak pecah hingga akan muncul desas desus tanya para penggibah.

Tangisnya tak terdengar karena disamarkan oleh suara air yang keluar dengan patuhnya dari mulut bapak keran di toilet.

Anak ibu Ialu diam;

Pikirannya penuh dengan kesalahan dan cara menempuh penebusan.

Haruskah anak ibu meninggalkan dunia dengan cara paling tragis atau hidup di dunia dengan cara paling tragis pula.

Anak ibu kemudian tertidur;

Terpejam dengan mata sembab, tubuh dingin dipeluk angin malam tak ada yang peduli.

Sebab ibu jauh di sana dan tak tahu apa-apa tentang anaknya ini.

Sedih banget ya puisi yang ditulis oleh AH. Tentu kematiannya menjadi duka mendalam bagi sang ibu. Seolah melalui puisinya, AH mengucapkan selamat tinggal pada ibu yang begitu dicintainya. Mari kita doakan agar AH bisa tenang di alam sana dan segenap keluarganya diberi ketabahan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

An amateur writer.

CLOSE