Ilmuwan Akhirnya Ungkap Manfaat Klitoris pada Wanita, Nggak Sekadar Untuk Kenikmatan Semata

Manfaat klitoris pada wanita

Bagi pasangan yang sudah berumah tangga, urusan ranjang ibarat tonggak yang harus dijaga agar hubungan bisa harmonis selamanya. Tak hanya dalam hubungan komunikasi sehari-hari, untuk urusan satu ini kedua pasangan harus saling terbuka. Kepentingannya harus berjalan dua arah. Artinya, tak hanya suami atau istri saja yang butuh dipuaskan, melainkan kedua-duanya.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk membahagiakan pasangan halalnya, salah satunya dengan melakukan eksplorasi di bagian-bagian tubuh tertentu yang dipercaya bisa membangkitkan gairah. Pada wanita, ada satu organ tubuh yang dianggap sebagai ‘liang kenikmatan’, yaitu klitoris. Selama ini orang mengira klitoris cuma untuk rangsangan seksual semata. Tapi baru-baru ini, ilmuwan menemukan fungsi lain dari klitoris yang ternyata ada hubungannya sama reproduksi lo. Simak, yuk!

Seluk beluk klitoris sudah lama jadi perdebatan para ilmuwan. Mulanya semua orang percaya kalau klitoris cuma berfungsi untuk merangsang nafsu seksual wanita aja

Sudah sejak lama jadi perdebatan via kumparan.com

Selama ini, klitoris memang hanya dianggap sebagai organ kenikmatan pada wanita saja. Bagian tubuh yang terletak di antara dua bibir vagina ini bagaikan ‘tombol’ yang ketika dirangsang, akan membuat wanita seakan langsung “on“. Namun ternyata, ada sebuah riset yang menunjukkan kalau klitoris itu semata-mata nggak cuma untuk urusan kenikmatan saja. Ada fungsi lain yang lebih penting dari sekadar kepuasan seksual.

Sebuah riset yang dilakukan ilmuwan menunjukkan kalau klitoris ternyata punya peran penting dalam pembuahan. Stimulasi yang dilakukan pada klitoris katanya bisa memperbesar kemungkinan pembuahan

Ternyata bisa memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan via hellosehat.com

Riset yang dilakukan oleh ilmuwan independen bernama Roy Levin ini telah dipublikasikan dalam jurnal Clinical Anatomy pada 5 November 2019 lalu. Dalam penelitiannya, Roy mempelajari 15 studi berbeda yang terbit antara tahun 1966-2017. Inti dari risetnya menunjukkan kalau ternyata klitoris berperan penting dalam proses pembuahan dalam tubuh wanita.

Stimulasi yang dilakukan pada klitoris akan membuat vagina memanjang dan memungkinkan sperma masuk lebih dalam. Stimulasi itu juga bisa meningkatkan aliran darah pada vagina, membuat vagina lebih basah, dan memengaruhi tinkat keasaman organ tersebut. Akibatnya, proses pembuahan jadi lebih mungkin terjadi. Wanita jadi lebih mungkin hamil.

Dalam paparannya, Roy juga menyinggung soal praktik sunat perempuan yang masih banyak dilakukan di berbagai negara dunia, terutama Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Di Indonesia juga masih sering terjadi lo!

Menyinggung praktik sunat perempuan via www.wajibbaca.com

Lewat risetnya, Roy juga berharap ia bisa membantu mengatasi problematika yang dihadapi banyak perempuan di dunia karena kultur yang mengharuskan mereka disunat. Praktik pemotongan klitoris tersebut biasanya dilakukan untuk mencegah para perempuan melakukan seks pranikah, karena katanya bisa menekan hasrat seksual mereka.

Padahal secara medis, praktik tersebut justru bisa membahayakan, dampaknya cukup mengerikan mulai dari risiko sakit, pendarahan, gangguan kencing, hingga kematian. Sedangkan efek jangka panjangnya bisa memengaruhi kemampuan seksual, melahirkan, dan menstruasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah mewanti-wanti agar praktik ini dihapuskan. Bahkan nggak sedikit pihak yang menyatakan sunat perempuan ini sebagai bentuk kekerasan seksual.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.