“Masih ada ya orang yang beli obat kuat pinggir jalan gitu?”

Pertanyaan tersebut terlintas di kepala saat melihat ada penjaja obat kuat di pinggir jalan. Tanpa malu-malu warung kecil pinggir jalan itu memasang papan bertuliskan ‘JUAL OBAT KUAT‘. Dengan dilengkapi gambar yang ‘menarik’ (biasanya sih gambar cewek seksi), ternyata banyak pria yang tertarik untuk memalingkan pandangan ke arah warung kecil tersebut. Strategi marketing yang sederhana ini tampaknya masih bisa menarik pelanggan.

Warung-warung penjaja obat kuat mungkin selalu terlihat sepi, tapi jangan salah. Biasanya warung-warung tersebut sudah ada sejak lama. Lebih dari setahun lamanya. Nah kalau misalkan warung ini nggak laku, kok bisa ya bertahan segitu lama? Bagi yang penasaran, yuk cari tahu bareng Hipwee News & Feature!

Sejatinya warung yang terlihat sepi itu tetap ada saja yang beli. Meski warungnya kecil di pinggir jalan, omsetnya lumayan

Meskipun sepi, yang beli banyak loh via dijehtheory.blogspot.com

Sekilas warung-warung penjaja obat kuat tersebut terlihat sepi dari pembeli. Apalagi di siang hari, jarang ada manusia kecuali penjaga toko yang nampak di sana. Tapi jangan sampai salah sangka. Warung sekecil itu ternyata punya omset yang lumayan. Obat-obat tersebut dijual per butir dengan harga yang bervariasi. Mulai dari produk lokal yang dihargai per butirnya Rp50 ribu hingga yang obat ekspor yang dihargai ratusan ribu per butir, ada.

Advertisement

Sesepi-sepinya, para penjaja tersebut mengaku mendapat pemasukan minimal Rp50 ribu per hari dan kalau ramai bisa sampai ratusan ribu. ‘Kan lumayan juga ya…

Pembelinya pun beragam, mulai dari yang masih mahasiswa, pekerja kasar hingga bapak-bapak nakal. Biasanya sih yang beli pria-pria ‘nakal’

Bakal seperkasa apa sih? via visualjalanan.org

Pasti kamu penasaran seputar siapa sih yang beli obat kuat tersebut? Yang jelas sih penggunanya pria. Jadi hampir semua orang yang membeli obat kuat ini adalah laki-laki. Mulai dari yang masih mahasiswa hingga bapak-bapak nakal. Yah meskipun ada yang membelinya demi mendapat kepuasan seks yang lebih bersama pasangan halal, namun faktanya yang membeli dengan tujuan untuk berhubungan seks di luar nikah jumlahnya lebih banyak.

Fakta tersebut tak mengejutkan mengingat yang hubungan seks pra-nikah memang dianggap lebih seru oleh sebagian pria, jadi harus ‘total’. Ada juga alasan ‘karena bayar maka harus dipuas-puasin’ yang turut mendorong pria-pria nakal sampai rela merogoh uang dan membeli obat kuat di pinggir jalan.

Padahal membeli obat kuat di pinggir jalan seperti bahaya loh. Tak ada jaminan barangnya asli dan aman!

Kalau tegang terus, mampus! via hellosehat.com

Iya, fakta ini yang jarang dipedulikan oleh para pria yang membeli obat kuat di pinggir jalan tersebut. Mereka tak peduli soal keamanan dan keaslian obat kuat yang mereka beli. Penjualnya pun sama. Kebanyakan para penjual obat kuat pinggir jalan tak tahu soal komposisi dan fakta tentang obat kuat tersebut. Yang mereka sudah mencobanya sendiri dan manfaatnya sudah dibuktikan. Padahal ‘kan efek dan manfaat obat semacam ini berbeda-beda bagi setiap individu.

Selain itu obat-obat yang dijual di pinggir jalan juga kebanyakan belum terverifikasi oleh BPOM. Bahkan ada loh yang sebenarnya sudah dilarang peredarannya. Namun baik penjual dan konsumen banyak yang cuek. Alhasil banyak yang mengalami masalah pada kelaminnya. Yang ‘tegang’ terus selama beberapa hari lah, malah jadi nggak bisa berdiri kalau nggak pakai obat lah. Efek sampingnya ngeri loh!

“Daripada gitu, harusnya para pria lebih sadar bahwa sejatinya kepuasan itu tidak cuma didapat lewat seks semata. Melihat pasangan bahagia karena perlakuan dan usaha kita jauh lebih memuaskan daripada seks yang dibumbui obat penguat!”

Selama masih banyak orang yang malas mencari informasi dan meng-edukasi diri tentang masalah kesehatan genital, bakal tetap ada orang yang mencari ‘jalan pintas’ di pinggir jalan. Lihat saja selain pada jualan di pinggir jalan, obat kuat juga makin sering diiklankan di media sosial. Artinya ya masih ada aja yang beli…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya