5 Mitos Seputar HIV/AIDS yang Kerap Rugikan Penderita, Sampai Sering Dijauhi dan Dihina

Mitos seputar HIV/AIDS

Hari AIDS Sedunia jatuh setiap tanggal 1 Desember. Peringatan yang ditetapkan tahun 1988 ini dibuat dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan mengedukasi masyarakat akan penyakit AIDS yang disebabkan oleh virus HIV. Hingga saat ini sudah banyak sekali orang yang harus kehilangan nyawa akibat terinfeksi penyakit AIDS. Freddie Mercury, vokalis band Queen, adalah satu di antara sekian banyak orang yang meninggal dunia karena mengidap AIDS.

Advertisement

Meski Hari AIDS sudah ditetapkan sejak 31 tahun lalu dan meski sudah banyak kampanye HIV/AIDS dilakukan, ternyata masih ada mitos-mitos soal penyakit ini yang dipercaya masyarakat. Masalahnya mitos-mitos ini seringkali merugikan penderita AIDS, membuatnya dijauhi, bahkan nggak jarang di-bully. Padahal seharusnya para penderita dirangkul dan didukung selama proses penyembuhan. Apa saja sih mitos-mitos keliru soal penyakit ini?

1. Banyak orang takut berinteraksi dengan penderita HIV/AIDS karena menganggap penyakit ini menular lewat kontak sosial. Sayangnya, anggapan ini salah besar!

HIV/AIDS tidak ditularkan lewat kontak fisik via diskriminasihamhivaids.blogspot.com

Tak sedikit orang percaya kalau AIDS bisa menular lewat kontak fisik seperti bersentuhan kulit sehingga mereka memilih menjauhi penderita. Sampai pernah ada siswa dikeluarkan dari sekolah cuma gara-gara didiagnosis HIV/AIDS. Padahal virus HIV tidak bisa menyebar hanya lewat sentuhan fisik, keringat, air liur, atau udara. Bahkan jika kita bertukar peralatan makan dengan penderita AIDS juga tidak bisa membuat kita ikut tertular lo.

HIV/AIDS baru bisa menular lewat darah, penggunaan jarum suntik, hubungan seksual yang tidak aman, serta dari ibu ke bayinya.

2. Kalau kontak fisik saja nggak bisa membuat kita tertular, apalagi hanya bertukar pakaian, berbagi toilet, dan berenang. Semua itu cuma mitos, Guys…

Penderita HIV/AIDS sering didiskriminasi via www.liputan6.com

Sama halnya dengan kontak fisik, bertukar pakaian, berbagi toilet, bahkan berenang bersama penderita HIV/AIDS juga nggak bisa bikin kita tertular. Cairan yang keluar lewat batuk atau bersin pun juga nggak bisa jadi media penularan penyakit AIDS. Beda sama virus influenza yang bisa menular lewat mulut. Jadi, penderita AIDS nggak perlu yang namanya masker. Kita pun masih bisa berinteraksi sosial dengan mereka. Nggak perlu dijauhi apalagi sampai di-bully.

3. Ada juga anggapan kalau nyamuk yang habis menggigit penderita HIV/AIDS, bisa menularkan virus tersebut ke orang lain

Tidak juga ditularkan lewat nyamuk via www.klikdokter.com

Penularan HIV/AIDS memang bisa terjadi lewat darah. Tapi gigitan serangga seperti nyamuk, nggak bisa menyebabkan orang lain tertular. Walau pun nyamuk menghisap darah, tapi hingga saat ini belum ada penelitian yang mengklaim kalau hewan itu bisa menularkan virus HIV. Virus hanya akan hidup sebentar di tubuh nyamuk.

4. Tak sedikit orang percaya penyakit AIDS bisa dengan mudah dideteksi. Makanya kesadaran akan penyakit ini bisa dibilang masih rendah

Hanya bisa diketahui lewat cek darah via akurat.co

Nggak seperti demam berdarah atau tipes, di mana penderitanya akan mengalami gejala tertentu sehingga penyakit ini mudah dideteksi. Orang-orang yang tertular virus HIV di tahap awal justru nggak menunjukkan tanda-tanda khusus. Mereka akan tampak baik-baik saja, bahkan setelah bertahun-tahun mengidapnya. Baru kalau sudah parah biasanya akan langsung berubah drastis. HIV/AIDS hanya bisa terdeteksi dengan pemeriksaan darah. Makanya penting buat kita cek kesehatan secara berkala, apalagi yang suka “jajan” di luar.

Advertisement

5. Walau pun air liur tidak bisa menularkan virus HIV, tapi seks oral tetap menyimpan potensi adanya penularan lo!

Seks oral berisiko menularkan virus HIV via www.boombastis.com

Ada juga anggapan beredar mengenai seks oral yang katanya tidak bisa menularkan virus HIV. Meski air liur nggak bisa jadi media penularan virus tersebut, tapi menurut ahli medis, seks oral tetap berpotensi menularkannya dari penderita ke orang lain. Ini karena dalam cairan sperma dan vagina terdapat virus HIV yang bisa menjangkit orang yang terlibat kontak dengannya.

Sekarang sudah jelas ya apa saja mitos soal HIV/AIDS yang perlu kita hapus dalam memori otak kita. Kita tetap bisa berinteraksi dengan penderita kok, seperti bersalaman, bermain bersama, bahkan berpelukan sekalipun. Jadi, AIDS tidak bisa jadi alasan kita untuk menjauhi penderitanya, apalagi sampai mem-bully atau mengucilkannya dari lingkungan masyarakat. Perlakukan lah penderita HIV/AIDS seperti kita memperlakukan orang lain. Dan yang terpenting, terus dukung mereka untuk sembuh dari penyakitnya ya!

Sekali lagi, Selamat Hari AIDS Sedunia!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE