Sebagai pengendara kendaraan bermotor, istilah ‘operasi zebra’ mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pemeriksaan atau lebih akrab dikenal razia ini seringnya paling ditakuti mereka yang tak punya surat-surat berkendara lengkap atau mungkin bagi pengendara yang belum cukup umur. Bahkan, mereka yang sudah merasa menaati aturan aja kadang juga ikut kena tilang. Misalnya karena atribut kendaraan yang nggak lengkap atau lainnya.

Citra ‘operasi zebra’ yang menyeramkan ini membuat tak sedikit pengendara memilih tidak melintas jalan-jalan yang sedang dijadwalkan razia. Atau parahnya, banyak mereka yang putar arah saat tahu di depannya bergerombol polisi berompi hijau terang. Di Sulawesi Selatan, seorang pengendara harus bernasib tragis setelah memutuskan berputar balik saat ada operasi zebra. Polisi yang menyadari hal itu langsung refleks memukul bagian belakang kepalanya. Ironisnya, peristiwa tersebut malah berujung duka. Simak berita selengkapnya bareng Hipwee News & Feature berikut ini.

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Sabtu (4/11). Selang sehari, korban menghembuskan nafas terakhir

Suasana di rumah duka via www.jawapos.com

Advertisement

Tanggal 1-14 November kemarin Kepolisian RI serentak melakukan operasi zebra di beberapa wilayah di Indonesia. Tapi ada kejadian nahas terjadi di Sulsel. Seorang warga Kabupaten Bulukumba, Zainal Abidin, diketahui meninggal setelah menerima perlakuan kasar dari oknum polisi lalu lintas saat operasi zebra dilangsungkan di Jalan Dato Tiro, Bulukumba, Sabtu (4/11) lalu. Seperti dilansir Jawa Pos, Zainal panik dan memutuskan menghindar saat tahu ada razia di depannya. Salah seorang polantas tak tinggal diam. Ia mengejar Zainal dan mengayunkan handy talky (HT) ke arahnya. HT itu mengenai bagian kepala Zainal.

Pasca kejadian tersebut, Zainal dikabarkan muntah-muntah. Ia juga sempat koma dan dirawat di RSU Faisal Makassar sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia dua hari kemudian.

Pemakaman dilakukan Senin (6/11) dan dihadiri Kasatlantas dan Kapolres Bulukumba. Pihaknya mengatakan tak ada unsur kesengajaan

Prosesi pemakaman Zainal via www.jawapos.com

Jenazah Zainal dikebumikan pada Senin (6/11) di Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Pemakaman dihadiri Kasatlantas Polres Bulukumba, AKP Muhammadi Muhtari dan Kapolres Bulukumba AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, serta beberapa pejabat Polres Bulukumba lainnya. Mereka hadir sebagai bentuk dukacita kepada keluarga yang kehilangan. Dikutip Jawapos, Anggi menyatakan telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Zainal. Menurutnya peristiwa itu merupakan sebuah musibah tanpa unsur kesengajaan. Meski begitu, pihaknya tetap akan bertanggung jawab.

Advertisement

Saat ini kabarnya oknum polantas masih menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bulukumba. Keterangan beberapa saksi juga masih terus dikumpulkan guna menetapkan hukuman apa yang pantas diberikan pada tersangka.

Kemarin (14/11), ratusan mahasiswa asal Bulukumba menggelar unjuk rasa yang berakhir ricuh hingga adu fisik

Aksi unjuk rasa berunjung ricuh via regional.kompas.com

Menyikapi kejadian ini, Selasa (14/11) kemarin, ratusan mahasiswa asal Bulukumba menggelar unjuk rasa di depan Markas Direktorat Lalulintas Polda Sulsel di Makassar untuk memprotes peristiwa tewasnya warga Bulukumba. Aksi demo ini ricuh dan melibatkan adu fisik antara mahasiswa dan pihak kepolisian. Bahkan Kepala Polsekta Panakukang, Kompol Ananda Harahap, sampai kena pukul di bagian perut. Dilansir Kompas, mahasiswa pelaku pemukulan berhasil diamankan dalam markas Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel.

Beberapa saat setelah kedua pihak yang berseteru saling menahan diri, kericuhan akhirnya bisa diredam. Mahasiswa dan polisi juga terlihat berjabat tangan. Sementara mahasiswa yang sempat diamankan kabarnya juga sudah dilepas setelah mendapat nasihat dari pihak kepolisian.

Terlepas dari proses hukum yang harus diberlakukan, operasi zebra dilakukan bukan tanpa alasan. Ada aturannya juga lho

Operasi zebra via www.suratkabar.id

Sebagai penegak hukum, pihak polantas tentu bukan tanpa alasan melakukan operasi zebra di banyak wilayah. Razia ini digelar untuk menjaring para pengendara yang tidak taat aturan berlalu lintas. Seperti kita tahu, ada banyak risiko kecelakaan mulai dari ringan sampai berat, mengintai para pengendara di jalanan. Karena besarnya risiko itu ditetapkanlah sederet aturan yang bisa meminimalisir kemungkinan hal buruk terjadi. Tapi kebanyakan masyarakat belum benar-benar paham pentingnya menjaga keselamatan di jalan. Bahkan banyak yang justru marah-marah saat terjaring razia.

Padahal razia sendiri ada peraturannya lho, yakni PP No. 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di dalamnya sudah jelas mengatur segala hal tentang razia. Salah satunya polisi yang bertugas harus memiliki surat perintah tugas resmi dari atasan.

Berdasarkan pasal 2, pemeriksaan bertujuan:

a. terpenuhinya persyaratan teknis dan laik jalan Kendaraan Bermotor;

b. terpenuhinya kelengkapan dokumen registrasi dan identifikasi pengemudi dan Kendaraan Bermotor serta dokumen perizinan dan kelengkapan Kendaraan Bermotor angkutan umum;

c. terdukungnya pengungkapan perkara tindak pidana; dan

d. terciptanya kepatuhan dan budaya keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

Semakin berkembangnya zaman, kini denda saat razia bisa dibayarkan melalui bank yang dikenal sebagai tilang online. Pengendara yang kena tilang tak perlu lagi menjalani sidang di pengadilan.

Sebagai warga negara sudah seharusnya kita tertib hukum. Tapi pihak berwenang seperti polisi hendaknya juga hati-hati menggunakan kewenangannya

Salah satu contoh pengendara yang tidak boleh ditiru via www.brilio.net

Kita pengendara sudah seharusnya sadar kalau kita hidup di bawah payung hukum negara. Hukum ini berlaku di setiap lini kehidupan, termasuk saat berlalu lintas. Sebenarnya tak ada yang perlu ditakutkan dengan operasi zebra. Selama kita merasa benar dan senantiasa menaati aturan, jalani saja imbauan polisi untuk pegecekan kelengkapan kendaraan. Kalau memang terbukti nggak bersalah, kamu nggak bakal diapa-apain kok. Namun polisi sebagai pihak yang berwenang menegakkan hukum sepatutnya juga selalu berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan kewenangannya. Jangan terbawa emosi atau bahkan sampai menyalahgunakan kekuasaan.

Tragedi yang terjadi dalam pelaksanaan operasi Zebra di Sulsel ini telah diproses secara hukum. Semua pihak hendaknya kooperatif dan menahan diri supaya prosesnya cepat selesai dengan damai.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya