5 Penyandang Disabilitas yang Dijadikan Tontonan Sirkus. Potret Betapa Kejamnya Manusia Zaman Dulu

Orang cacat jadi tontonan sirkus

Pernah nggak kamu nonton The Greatest Showman? Film yang diangkat dari kisah nyata itu menceritakan seorang pria bernama Barnum yang menjalankan bisnis sirkus. Dia mengumpulkan orang-orang unik untuk tampil di sirkusnya, seperti perempuan berjenggot atau lelaki bertubuh sangat pendek. Pertunjukan mereka tampak meriah.

Advertisement

Namun ternyata di balik itu, ada sejarah menyedihkan tentang sirkus manusia yang populer pada tahun 1800-an hingga 1900-an. Pada masa itu, ada sejumlah sirkus yang menampilkan orang-orang penyandang disabilitas. Mereka dianggap unik karena penampilannya berbeda dari orang kebanyakan. Banyak orang yang rela membayar mahal untuk menonton mereka bernyanyi, menari, atau bahkan hanya duduk diam. Bisnis ini pun dianggap menjanjikan pada zaman dulu.

Saat hak asasi manusia belum diperjuangkan, pertunjukkan sirkus seperti di atas begitu digemari. Padahal sirkus manusia adalah pertunjukan yang sangat nggak manusiawi. Berikut ini adalah sejumlah penyandang disabilitas yang dieksploitasi oleh pihak sirkus di zamannya.

1. Ella Harper mempunyai sepasang kaki yang menghadap ke belakang, jadi dia disebut Gadis Unta. Kondisi ini membuatnya jadi bintang sirkus yang terkenal

Kaki bisa menekuk ke dalam via anomalien.com

Gadis ini lahir pada tahun 1870 dengan congenital genu recurvatum. Kondisi itu membuat sepasang kakinya menghadap ke belakang. Jika Ella menapakkan tangannya ke bawah, dia menyerupai seekor unta. Hal itu dimanfaatkan oleh penyelenggara sirkus untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Bahkan saat Ella muda, dia sudah bisa memperoleh uang 2,5 juta rupiah per minggu.

Advertisement

2. Terlahir dengan empat kaki, Myrtle Corbin jadi tontonan banyak orang di sirkus. Padahal ada fakta mengerikan di balik kondisi fisiknya ini

Kaki-kaki ekstra via en.wikipedia.org

Myrtle Corbin sudah dijadikan bintang sirkus sejak muda karena kondisinya yang sangat unik. Myrtle mempunyai empat kaki, tetapi hanya dua kaki yang bisa digunakan berjalan. Kondisi itu disebabkan oleh dipygus, yakni kelainan yang membuat penderitanya mempunyai anggota tubuh tambahan. Sebetulnya Myrtle mempunyai saudara kembar. Namun karena perkembangannya di rahim nggak sempurna, saudara Myrtle hanya tumbuh seadanya menjadi dua kaki tambahan.

3. Minnie Woolsey menderita sindrom langka yang membuat dirinya dijuluki Gadis Burung. Dia juga disuruh menggunakan kostum bulu agar tampak lebih menjiwai

Disebut burung via id.wikipedia.org

Lahir pada tahun 1880, Minnie Woolsey menderita virchow-sechel. Sindrom ini membuat Minnie mempunyai badan yang sangat pendek, kepala kecil, mata dan telinga besar, serta hidung yang seperti paruh burung. Dia juga menderita gangguan mental ringan. Minnie pun direkrut menjadi pemain sirkus. Dia disuruh memakai baju bulu saat tampil agar makin menyerupai burung.

4. Terlahir dengan jari-jari tangan dan kaki yang menyatu, Grady Franklin disebut Bocah Lobster. Dia dijadikan tontonan sirkus, padahal kehidupan aslinya menyedihkan

Tangan dan kakinya seolah terbelah via www.thelaki.com.my

Grady Franklin Stiles Jr. lahir pada tahun 1937. Dia terlahir dengan jari-jari tangan dan kaki yang menyatu. Kondisi itu membuatnya dijuluki Bocah Lobster. Grady pun dijadikan tontonan bagi banyak orang di sirkus. Padahal kehidupan aslinya sungguh menyedihkan. Dia nggak bisa berjalan sehingga harus menggunakan kursi roda, dan sulit memegang barang-barang karena kondisi tangannya.

Advertisement

5. Si kembar Pip dan Flip jadi tontonan sirkus pada tahun 1930-an. Keduanya terlahir dengan kondisi langka, yaitu ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran normal

Si kembar sirkus via www.plymouthherald.co.uk

Dengan nama panggung Pip dan Flip, kedua anak kembar ini sering tampil di sirkus pada tahun 1930-an. Mereka terlahir dengan microcephaly, yakni kelainan sistem saraf yang membuat ukuran kepala jadi lebih kecil. Biasanya ini terjadi karena perkembangan otak nggak normal, sehingga bisa menyebabkan keterbelakangan mental. Harusnya mereka dapat bantuan supaya bisa menjalani hidup dengan baik. Eh, malah dijadikan tontonan…

Untungnya tindakan eksploitasi manusia semacam itu sudah nggak ada lagi sekarang. Namun sayangnya, sirkus kini diganti dengan hewan. Sirkus yang melibatkan hewan ini masih banyak ditemui, contohnya seperti sirkus lumba-lumba. Padahal seringkali hewan sirkus diperlakukan dengan nggak layak untuk menghemat biaya. Misalnya dengan menempatkan lumba-lumba di peti sempit berisi air seadanya. Haruskah kita berbuat sewenang-wenang pada sesama makhluk hidup demi kesenangan semata? Atau lebih baik kita beralih pada hiburan lainnya? Apalagi saat ini banyak sumber hiburan seperti film, buku, internet, dan lain-lain. Yuk, ah, lebih bijak dalam bersikap~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

An amateur writer.

CLOSE