Menurut Penelitian, Orang-orang Kaya Usia 50 Tahun ke Atas Berpotensi Hidup Sehat 9 Tahun Lebih Lama

Orang kaya hidup lebih lama

Yakin deh, di dunia ini nggak ada orang yang pengin jadi miskin. Semua pasti pengin kaya, punya uang banyak, punya aset melimpah, dan nggak perlu pusing setiap pengin sesuatu, soalnya ya tinggal beli aja tanpa perlu mikir-mikir apalagi salat istikharah. Namun sayangnya, setiap orang diciptakan dengan nasib yang berbeda-beda, ada yang terlahir dari keluarga kaya, tapi ada juga yang harus hidup serba terbatas, seperti kita barisan para sobat misqueen~

Advertisement

Ngomongin soal orang kaya dan miskin, belakangan ini baru ada penelitian yang bilang kalau orang kaya itu ternyata hidup sehat 9 tahun lebih lama dari orang miskin. Hidup sehat yang dimaksud di studi tersebut adalah ketika orang yang bersangkutan terbebas dari penyakit dan punya fisik yang bugar. Sekilas seperti nggak adil gitu ya, masa cuma orang berduit aja yang bisa berumur panjang? Apa kabar kita yang tergabung dalam barisan sobat misqueen ini??

Penelitian ini dilakukan di Amerika dan Inggris dengan mengumpulkan data puluhan ribu orang berusia 50 tahun ke atas selama 10 tahun

Penelitian di Amerika dan Inggris via profitpoint.eu

Riset yang telah dipublikasi dalam Journal of Gerontology itu mengumpulkan data dari 25.000 orang tua usia di atas 50 tahun di Amerika dan Inggris. Mereka berasal dari dua kelompok ekonomi yang berbeda; satu kaya, satu miskin. Menurut studi yang dirilis 15 Januari lalu, orang kaya yang berusia lebih dari 50 tahun cenderung hidup sehat tanpa keterbatasan fisik dan sakit-sakitan 8-9 tahun lebih lama dibanding yang miskin. Perempuan kaya bisa hidup sampai 83 tahun (selisih 7-8 tahun dari yang miskin), sedangkan lelaki kaya bisa hidup sampai 81 tahun (selisih 8-9 tahun dari yang miskin).

Fakta di atas dipengaruhi oleh kemampuan orang-orang kaya untuk membayar tenaga kesehatan, entah untuk medical check up, periksa ke dokter waktu sakit, atau bayar asuransi kesehatan

Punya banyak uang untuk berobat via nova.grid.id

Sebenarnya nggak kaget juga sih sama hasil studi di atas, karena logikanya orang kaya punya lebih banyak uang untuk menjaga kesehatannya, misalnya dengan melakukan medical check up secara berkala sehingga bisa update tentang kondisi tubuhnya, periksa ke dokter spesialis ketika sakit, bayar asuransi kesehatan, atau sesimpel membeli makanan bergizi, vitamin, hingga obat-obatan penunjang hidupnya. Sedangkan yang miskin mungkin uangnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Advertisement

Katanya ada juga kemungkinan lain yang memengaruhi yaitu tingkat stres. Meski sebetulnya masih perlu penelitian lebih lanjut soal ini sih

Tingkat stres juga berpengaruh via theredphoenixapl.org

Ternyata tingkat stres juga berpengaruh lo, Guys. Ini karena kemiskinan seringkali dikaitkan dengan tingkat stres seseorang, makin sulit secara ekonomi, orang akan lebih rentan stres. Padahal stres sendiri banyak dihubungkan dengan penyakit-penyakit berbahaya, mulai dari darah tinggi, diabetes, jantung, hingga stroke. Ya walaupun nggak semua orang bisa disamakan ya, maksudnya kan banyak juga tuh orang-orang berekonomi rendah tapi sehat-sehat aja dan berumur panjang. Sebaliknya, nggak sedikit juga orang kaya yang justru menerapkan gaya hidup tidak sehat sehingga bakal memengaruhi kesehatannya juga.

Sebenarnya penelitian di atas pun nggak bisa disamaratakan dengan kondisi di semua negara. Soalnya kan ada tuh negara-negara yang mungkin nggak punya sistem jaminan sosial atau asuransi kesehatan seperti di negara kita. Jadinya biaya rumah sakit atau fasilitas kesehatan super duper mahal dan memang hanya bisa diakses orang-orang berduit. Kalau melihat fakta dalam studi di atas, memang penting banget suatu negara punya sistem jaminan sosial. Biar penduduknya, mau miskin atau kaya sama-sama punya kesempatan mengakses fasilitas kesehatan.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE