Ada Wacana Ospek Tahun ini Dilakukan Secara Online. Jika Benar, ini 4 Hal yang Mungkin Terjadi

Ospek mahasiswa online

Ketika hampir semua aktivitas manusia dilakukan serba online, sepertinya kita juga harus bersiap kalau semua rencana atau agenda tahunan di depan terpaksa harus dirombak habis-habisan. Sebentar lagi tahun ajaran baru tiba. Semua sekolah termasuk perguruan tinggi bakal menerima murid dan mahasiswa baru. Sebelum memulai proses belajar mengajar, biasanya mereka akan melalui satu kegiatan yang namanya MOS atau ospek. Tujuannya sebagai ajang pengenalan sekolah atau kampus, perkenalan antarsiswa, sampai memberikan ‚Äúpanggung‚ÄĚ bagi senior untuk marah-marah nggak jelas.

Advertisement

Namun, dalam kondisi seperti sekarang, ada kemungkinan kalau ospek tahun ini bakal diadakan secara online. Setidaknya wacana itu sudah disampaikan sendiri oleh rektor UGM dan ITS. Mereka sedang dalam proses merumuskan kegiatan ospek daring sebagai antisipasi kalau situasi Covid-19 di Indonesia belum juga mereda. Perbedaan penyelenggaraan ini tentu aja bakal mengubah banyak hal, salah satunya nggak akan ada lagi senior yang bentak-bentak junior dengan dalih mendisiplinkan. Selain itu, apa saja ya yang berubah? Mari kita bareng-bareng membayangkan skenarionya~

1. Ospek identik dengan atribut aneh-aneh, mulai dari topi caping, kalung dari barang-barang aneh, sampai tas yang dibuat dari kardus bekas. Kalau ospek jadi dilakukan online, kayaknya rada nggak mungkin ada pemandangan begitu

Pakai topi caping via ugm.ac.id

Salah satu yang bikin ospek seru adalah atribut-atribut aneh yang diminta panitia untuk dipakai para maba. Biasanya kalau nggak topi caping, kalung segeda gaban, atau tas dari kardus bekas. Ada juga yang disuruh pakai tas dari karung goni atau karung beras. Nah, dengan perubahan format ospek dari offline ke online, kemungkinan pemandangan kayak gitu nggak akan ada lagi. Eh, bisa aja ding, maba disuruh pakai topi caping pas video call. Atau kalau misal ospek digelar di aplikasi Zoom, para maba bakal diminta mengganti background videonya dengan gambar-gambar lucu. Hmm.. bisa jadi~

2. Pengenalan kampus yang biasanya dilakukan dengan jalan-jalan santuy, kemungkinan bakal diganti dengan video dan dibagikan lewat share screen

Pengenalan kampus via atmajaya.ac.id

Ospek pada umumnya dilakukan dengan mengajak para maba keliling kampus untuk pengenalan. Tapi karena harus dilakukan online, mungkin pengenalan kampus akan terasa lebih membosankan karena cuma bisa dilakukan lewat presentasi atau video yang ditampilkan lewat fitur share screen. Maba bakal diminta memperhatikan setiap detil PPT atau video itu, dan mungkin setelahnya akan diberi tugas menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait materi yang disampaikan.

Advertisement

3. Saat ospek dilakukan online, nggak akan ada lagi kakak tingkat yang marahin adek-adek tingkatnya cuma gara-gara mereka lelet. Ya kali lagi video call marah-marah, memangnya situ mau direkam dan jadi viral? Hehe…

Bye senioritas via siksakampus.com

Kegiatan marah-marahin adek tingkat tanpa alasan yang jelas apalagi cuma buat menunjukkan senioritas memang nggak bisa dibenarkan sama sekali. Tapi nyatanya sampai tahun kemarin pun lagak senioritas ini masih aja sering dijumpai. Nah kalau tahun ini ospek jadi dilakukan secara daring, kemungkinan kakak-kakak senior itu nggak akan punya kesempatan bentak-bentar juniornya lagi. Memangnya mereka nggak takut bakal direkam terus videonya pas marah-marah malah nyasar di akun lambe-lambe gosip? Hihi…

4. Kegiatan ospek biasanya ditutup dengan acara foto bersama. Tapi mungkin kalau dilakukan via daring, seksi dokumentasi akan mengadaptasi fenomena virtual photoshoot yang banyak dilakukan pengguna Instagram~

Sesi foto bersama via www.e-kabari.com

Masa pandemi seperti sekarang ini nampaknya nggak membuat orang kehabisan ide kreatif. Jika biasanya sesi foto dilakukan di studio, sekarang jadi dilakukan secara online. Makanya ada istilah virtual photoshoot. Hasilnya pun keren-keren lo. Mungkin kalau memang jadi ada ospek online, seksi dokumentasi bakal memakai cara tersebut untuk mengumpulkan foto maba-maba baru. Tapi karena jumlah peserta yang mungkin ada ratusan, bisa jadi sesi foto dilakukan tanpa maba sadari. Maksudnya candid gitu lo~

Itulah sederet skenario yang mungkin terjadi jika ospek jadi dilakukan online. Bagaimana pun bentuknya, semoga esensi atau tujuan ospek tetap bisa tercapai ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE