Sebuah kelab malam di Tunisia ditutup paksa setelah beredarnya video permainan musik DJ Dax. Padahal event malam itu merupakan bagian dari rangkaian Orbit Festival yang digelar di kota Nabeul Tunisia hari Jumat (31/3/2017) kemarin. Pasalnya, DJ asal Jerman kelahiran Inggris itu me-remix suara adzan dengan musik disko yang kita tahu semua bagaimana jedak-jeduknya.

Kalau melihat sisi positifnya sih, hal ini membuktikan bahwa bukan hanya umat muslim yang menganggap kumandang adzan itu indah. Orang-orang di luar Islam juga mengakui bahwa panggilan sholat umat muslim tersebut begitu sedap didengar sehingga ingin mengabadikannya dalam karya. Hanya saja mereka nggak tahu bahwa adzan bukanlah musik biasa yang bisa dipakai suka-suka. Ya indah sih indah, tapi nggak dipadukan dengan musik disko dan dimainkan di kelab malam juga dong.

Jedak-jeduknya disko jelas tak cocok dipadukan dengan adzan, apalagi diputar di kelab malam

Adzan adalah panggilan sholat untuk umat Islam yang harus didengar dengan khusyuk via www.businessinsider.com

Advertisement

Bagi umat muslim, kumandang adzan adalah sebuah panggilan beribadah. Saat adzan terdengar, umat Islam akan menghentikan aktivitas, bebersih diri, dan bersiap-siap menghadap Tuhan. Sebagai penanda masuknya waktu sholat, adzan jelas tidak bisa diputar sembarangan. Apalagi dipadukan dengan musik yang menghentak-hentak, lampu yang berkerlap-kerlip, dan orang-orang bergoyang dalam hiburan malam. Maka tak mengherankan jika banyak orang bereaksi keras terhadap musik remix DJ Dax ini. Apa yang dilakukan oleh DJ Dax ini dianggap sebagai pelecehan dan melukai hati banyak penganut agama Islam.

Meski permintaan maaf sudah dilakukan, tetap saja proses hukum berjalan. Kelab malam pun ditutup sampai waktu yang belum ditentukan

Di Tunisia sendiri banyak yang protes via www.timesofisrael.com

Video yang beredar itu dengan cepat menuai kontroversi. Setelah mengonfirmasi fakta, pemerintah Tunisa menutup El Guitone nightclub sampai waktu yang belum ditentukan. Sementara itu, sang manajer kelab malam juga ditangkap atas tuduhan pelanggaran moral dan norma kesopanan. Meski sudah minta maaf, proses hukum ini tetap berjalan. Kepada BBC, Gubernur kota Nabeul menyatakan:

“Kami tidak akan membiarkan penyerangan terhadap keyakinan agama dan hal-hal yang sakral.”

DJ Dax mengaku tidak menyadari bahwa karyanya menyinggung umat Islam. Meski sudah minta maaf, sang DJ tak lepas dari hujatan

Advertisement

Tak lama dari itu, pihak Orbit Festival melalui Fanpage Facebook melayangkan permohonan maaf. Mereka mengungkapkan bahwa DJ Dax tidak tahu kalau karyanya akan menyinggung umat Islam. Dikutip dari NME, DJ Dax juga sudah membuat pernyataan maaf seperti ini:

“Saya minta maaf kepada siapa pun yang mungkin tersinggung dengan musik yang saya mainkan di Orbit Festival di Tunisia pada hari Jumat. Sungguh tidak ada maksud untuk menyinggung ataupun membuat marah kepada siapa pun.”

Meskipun begitu, sang DJ tetap tidak selamat dari hujatan. Bahkan sang DJ menerima beberapa ancaman pembunuhan dan memutuskan untuk menutup akun Twitter dan Facebook-nya. Wah-wah, gara-gara ‘nggak tahu’ jadi panjang ya urusannya.

Kasus seperti ini bukan yang pertama. Ingat Ost. Anime Noragami Aragato yang berjudul Push Buttons yang akhirnya ditarik dari pasaran karena memuat lafadz adzan sepenuhnya?

Noragami Aragato via www.akibanation.com

Bila didengarkan secara seksama, ost original anime Jepang yang mengudara sejak 2015 itu memuat lafaz adzan sepenuhnya dalam iringan musik elektrik. Tak hanya itu, lagu Push Buttons ini juga memuat lafadz Syahadad. Banyak pro dan kontra yang muncul setelah ost ini.

Ada yang menyebut lagu ini indah dan sama sekali tidak punya intensi untuk menyinggung, melainkan sekadar kebebasan ekspresi. Tapi ada juga yang menganggap ini pelecehan. Gencarnya kritikan membuat produser Anime TV Jepang mengungkapkan permohonan maaf, dan lagi-lagi, mengaku penggunaan lafaz adzan dan syahadad berdasarkan ketidak tahuan. Sebagai bentuk pertanggung-jawaban, ost tersebut ditarik dari pasaran.

Di tahun 2014, Rapper asal Korea jua pernah menuai kontroversi setelah memasukan senandung adzan di lagu terbarunya

Tak kalah kontroversial, ada juga lagu Act Serious milik rapper Korea bernama LOCO. Dalam mini album yang terbit tahun 2014 itu, LOCO memakai musik Adzan yang disakralkan. Buntut dari protes dari umat muslim, produser LOCO meminta maaf dan beralasan bahwa musik itu dimasukan begitu saja karena keindahannya tanpa mengetahui maknanya. Produser juga menyatakan bahwa LOCO sendiri bahkan tidak tahu penggunaan muzik adzan ini dalam sampel lagunya.
Dari semua kasus-kasus yang terjadi, semua mengaku bahwa niat memasukan adzan dalam sebuah karya sekadar karena keindahannya. Alias tanpa maksud menyinggung, apalagi menistakan agama. Hal ini semakin membuktikan bahwa keindahan adzan sebenarnya bisa diapresiasi oleh semua orang, tak hanya umat Islam. Tapi adzan adalah sesuatu yang suci dan sakral dan tidak bisa digunakan sembarangan. Jadi meski kreativitas memang tanpa batas, barangkali sebagai seniman harus tahu batas.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya